<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Sopir Ambulans Dianiaya Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Dimaki dan Dipukul!</title><description>Kasus dugaan penganiayaan sopir ambulans oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Johny Army Konay berbuntut panjang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul"/><item><title>Kronologi Sopir Ambulans Dianiaya Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Dimaki dan Dipukul!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul</guid><pubDate>Jum'at 04 Maret 2022 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul-EZLwXzETIp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penganiayaan (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/04/340/2556310/kronologi-sopir-ambulans-dianiaya-wakil-bupati-timor-tengah-selatan-dimaki-dan-dipukul-EZLwXzETIp.jpg</image><title>Ilustrasi penganiayaan (Foto: Ist)</title></images><description>KUPANG - Kasus dugaan penganiayaan sopir ambulans oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Johny Army Konay berbuntut panjang. Army Konay dilaporkan ke Polres Timor Tengah Selatan.

Laporan Polisi bernomor LP/B/62/III/2022/SPKT/RES TTS/POLDA NTT, dilakukan sopir ambulans Puskesmas, Yanner Aprayner Sefaot pada Kamis 3 Maret 2022. Yanner merasa dianiaya meski sudah meminta maaf atas insiden tabrakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pria Bertubuh Kekar yang Injak Kepala Sopir Truk di Cibubur Mengaku Aparat
Warga RT 016/RW 008 Kelurahan Cendana, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS, NTT itu mengaku dianiaya di rumah jabatan sang wakil bupati.

Sopir ambulans yang bertugas di Puskesmas Kualin wilayah kabupaten itu mengatakan, sebelum dianiaya, dia sempat dimaki sang wakil bupati. Dikisahkan, sebelum terjadinya dugaan penganiayaan, Army Konay sempat memaki lalu mengayunkan dua kali pukulan ke wajah korban.

Kejadian ini, lanjut dia, bermula pada Selasa 1 Februari 2022, saat mobil ambulans yang dikendarai korban ditabrak oleh mobil dinas berpelat nomor polisi DH 2 yang dikendarai Wabup Army Konay. Akibat tabrakan tersebut, bagian belakang mobil ambulans lecet, bahkan bemper belakang sempat terlepas. Sedangkan mobil DH 2 mengalami lecet bagian depan sebelah kiri.

Usai kejadian, korban sebenarnya langsung turun dan meminta maaf kepada Army Konay. Namun, pelaku meminta korban untuk memberitahu kepada Kepala Puskesmas agar mengganti kerusakan mobilnya.

&quot;Saya dari Mubatar Swalayan, saat sampai di lorong toko mubatar muncul dari depan mobil DH 2. Karena jalan sempit saya lalu parkir kendaraan di sebelah kanan bermaksud memberi jalan kepada mobil pak wakil. Tapi saat melintas, justru mobil saya ditabrak di bagian belakang samping kiri,&amp;rdquo; kata Yanner.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anak Buahnya Diduga Aniaya Tunanetra, Kapolres Kampar Perintahkan Propam Investigasi
Sang wakil bupati lalu turun dari mobilnya menanyakan kepada korban kenapa tidak membunyikan klakson. Dan dilanjut dengan pertanyaan, &quot;ambulans dari puskesmas mana, siapa kepala puskesmasnya,&quot; kata Yanner mengulangi pernyataan wakil bupati.

Lantas sang wakil bupati, meminta untuk memberitahukan kejadian itu ke Kepala Puskesmas untuk mengganti kerusakan mobilnya pak wakil. Berselang beberapa saat pasca-kejadian itu, Yanner ditelepon anggota Satpol PP TTS agar mendatangi Rujab Wabup TTS.

Atas permintaan tersebut, pada Kamis 2 Maret, Kepala Puskesmas Kualin dan Dokter Matahari bersama korban datangi Rujab Wabup TTS.

Saat bertemu, pelaku langsung duduk tepat di depan korban. Wabup Army, kata Yanner, sempat memaki korban. Namun, korban meminta maaf dan tiba-tiba Wabup Army mengayunkan pukulan yang mengenai wajahnya sebanyak dua kali.

Pukulan pertama mengenai mulutnya dan kedua menganai pipi korban namun sipit karena korban sempat menghindar.
Karena kondisi tidak kondusif, dirinya bersama Kepala Puskesmas dan Dokter Matahari memutuskan untuk pulang kembali ke Kualin.

Usai bertugas dari Puskesmas Kualin, korban langsung melaporkan dugaan penganiyaan tersebut ke Polres TTS dan melakukan visum. Sementara itu, Wakil Bupati TTS Army Konay sampai berita ini dikirim belum memberikan konfirmasi terkait kerjadian itu.</description><content:encoded>KUPANG - Kasus dugaan penganiayaan sopir ambulans oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Johny Army Konay berbuntut panjang. Army Konay dilaporkan ke Polres Timor Tengah Selatan.

Laporan Polisi bernomor LP/B/62/III/2022/SPKT/RES TTS/POLDA NTT, dilakukan sopir ambulans Puskesmas, Yanner Aprayner Sefaot pada Kamis 3 Maret 2022. Yanner merasa dianiaya meski sudah meminta maaf atas insiden tabrakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pria Bertubuh Kekar yang Injak Kepala Sopir Truk di Cibubur Mengaku Aparat
Warga RT 016/RW 008 Kelurahan Cendana, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS, NTT itu mengaku dianiaya di rumah jabatan sang wakil bupati.

Sopir ambulans yang bertugas di Puskesmas Kualin wilayah kabupaten itu mengatakan, sebelum dianiaya, dia sempat dimaki sang wakil bupati. Dikisahkan, sebelum terjadinya dugaan penganiayaan, Army Konay sempat memaki lalu mengayunkan dua kali pukulan ke wajah korban.

Kejadian ini, lanjut dia, bermula pada Selasa 1 Februari 2022, saat mobil ambulans yang dikendarai korban ditabrak oleh mobil dinas berpelat nomor polisi DH 2 yang dikendarai Wabup Army Konay. Akibat tabrakan tersebut, bagian belakang mobil ambulans lecet, bahkan bemper belakang sempat terlepas. Sedangkan mobil DH 2 mengalami lecet bagian depan sebelah kiri.

Usai kejadian, korban sebenarnya langsung turun dan meminta maaf kepada Army Konay. Namun, pelaku meminta korban untuk memberitahu kepada Kepala Puskesmas agar mengganti kerusakan mobilnya.

&quot;Saya dari Mubatar Swalayan, saat sampai di lorong toko mubatar muncul dari depan mobil DH 2. Karena jalan sempit saya lalu parkir kendaraan di sebelah kanan bermaksud memberi jalan kepada mobil pak wakil. Tapi saat melintas, justru mobil saya ditabrak di bagian belakang samping kiri,&amp;rdquo; kata Yanner.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Anak Buahnya Diduga Aniaya Tunanetra, Kapolres Kampar Perintahkan Propam Investigasi
Sang wakil bupati lalu turun dari mobilnya menanyakan kepada korban kenapa tidak membunyikan klakson. Dan dilanjut dengan pertanyaan, &quot;ambulans dari puskesmas mana, siapa kepala puskesmasnya,&quot; kata Yanner mengulangi pernyataan wakil bupati.

Lantas sang wakil bupati, meminta untuk memberitahukan kejadian itu ke Kepala Puskesmas untuk mengganti kerusakan mobilnya pak wakil. Berselang beberapa saat pasca-kejadian itu, Yanner ditelepon anggota Satpol PP TTS agar mendatangi Rujab Wabup TTS.

Atas permintaan tersebut, pada Kamis 2 Maret, Kepala Puskesmas Kualin dan Dokter Matahari bersama korban datangi Rujab Wabup TTS.

Saat bertemu, pelaku langsung duduk tepat di depan korban. Wabup Army, kata Yanner, sempat memaki korban. Namun, korban meminta maaf dan tiba-tiba Wabup Army mengayunkan pukulan yang mengenai wajahnya sebanyak dua kali.

Pukulan pertama mengenai mulutnya dan kedua menganai pipi korban namun sipit karena korban sempat menghindar.
Karena kondisi tidak kondusif, dirinya bersama Kepala Puskesmas dan Dokter Matahari memutuskan untuk pulang kembali ke Kualin.

Usai bertugas dari Puskesmas Kualin, korban langsung melaporkan dugaan penganiyaan tersebut ke Polres TTS dan melakukan visum. Sementara itu, Wakil Bupati TTS Army Konay sampai berita ini dikirim belum memberikan konfirmasi terkait kerjadian itu.</content:encoded></item></channel></rss>
