<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raja Majapahit Beragama Budha tapi Datangkan Ulama, Ada Apa?</title><description>Saat Prabu Brawijaya V berkuasa, disaat yang bersamaan Kerajaan Cempa beralih keyakinan menjadi Islam seutuhnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/05/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/05/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa"/><item><title>Raja Majapahit Beragama Budha tapi Datangkan Ulama, Ada Apa?</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/05/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/05/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa</guid><pubDate>Sabtu 05 Maret 2022 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Alvin Agung Sanjaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/04/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa-6TgEIWdmjo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/04/337/2556613/raja-majapahit-beragama-budha-tapi-datangkan-ulama-ada-apa-6TgEIWdmjo.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Istimewa)</title></images><description>PRABU Brawijaya V adalah raja besar terakhir dari Kerajaan Majapahit yang beragama Budha. Mayoritas dari penduduk Majapahit juga mempunyai keyakinan yang serupa.

Pengaruh Kerajaan Majapahit ini tersebar tak hanya di wilayah Nusantara saja namun sampai hingga Kerajaan Cempa yang wilayahnya meliputi Laos hingga Thailand Selatan.

Namun saat Prabu Brawijaya V berkuasa, disaat yang bersamaan Kerajaan Cempa beralih keyakinan menjadi Islam seutuhnya. Meskipun demikian hal itu tidak menurunkan minat Prabu Brawijaya V untuk menikahi putri dari Kerajaan Cempa yaitu Dewi Dwarawati yang bahkan dilantik sebagai permaisuri nya.

Singkat waktu, dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, saat itu Kerajaan Majapahit dilanda kebobrokan moral oleh para Pejabat dan putra-putri pembesar nya. Untuk menyelesaikan masalah itu Prabu Brawijaya V sampai mendatangkan Ulama besar dari Cempa yaitu Sayyid Ali Rahmatullah yang kelak akan dikenal dengan gelar Sunan Ampel.

Meskipun Prabu Brawijaya V beragama Budha tetapi ia tetap mempercayai Sayyid Ali Rahmatullah untuk mengatasi masalah ini yang tidak kunjung selesai. Tak hanya Sayyid Ali, Prabu Brawijaya V juga memboyong Ayah dan Kakak dari Sayyid Ali Rahmatullah yang juga merupakan Ulama terkenal di wilayah Cempa.

BACA JUGA:Bhayangkara, Pasukan Elite Pengawal Raja Majapahit yang Dipimpin Gajah Mada

&quot;Bagaimana mungkin Prabu Brawijaya V yang beragama Budha taat, tetapi justru malah mendatangkanmu ke Majapahit, putraku? Apakah ini bukan tanda-tanda bahwa sebenarnya Sang Prabu telah mendapatkan tetesan hidayah Ilahi?!&amp;rdquo; kata Syaikh Ibrahim ayah dari Sayyid Ali.

&quot;Boleh jadi hal itu karena besarnya pengaruh Bibi Ratu Dwarawati kepada Baginda Raja Majapahit.&quot; Raden Ali Murtala kakak dari Sayyid Ali menimpali.

&quot;Tentu bukan hanya pengaruh dari bibimu, sebab sebelumnya telah banyak berdatangan para ulama ke Majapahit untuk berdakwah kepada Prabu Brawijaya V, termasuk eyangmu sendiri!&quot; kata Syeikh Ibrahim.Perjalanan ketiga orang yang masih keluarga itu sampai ke Pelabuhan Tuban, kawasan pantai utara Jawadwipa, yang saat itu sudah ramai dikunjungi para saudagar atau pedagang dari mancanegara.

Meski ketiga orang itu merasakan kelelahan yang luar biasa setelah mengarungi samudra lepas selama berbulan-bulan, tetapi nampak ketiganya tidak begitu mempedulikannya.

Dalam benak mereka buru-buru segera menghadap Prabu Brawijaya V berkenaan dengan tugas yang akan mereka kerjakan. Begitulah semangat ketiga orang ulama itu dalam menjalankan misinya, yakni syiar dakwah risalah agama Islam kepada rakyat Jawadwipa dan umumnya kepada rakyat di Nusantara.</description><content:encoded>PRABU Brawijaya V adalah raja besar terakhir dari Kerajaan Majapahit yang beragama Budha. Mayoritas dari penduduk Majapahit juga mempunyai keyakinan yang serupa.

Pengaruh Kerajaan Majapahit ini tersebar tak hanya di wilayah Nusantara saja namun sampai hingga Kerajaan Cempa yang wilayahnya meliputi Laos hingga Thailand Selatan.

Namun saat Prabu Brawijaya V berkuasa, disaat yang bersamaan Kerajaan Cempa beralih keyakinan menjadi Islam seutuhnya. Meskipun demikian hal itu tidak menurunkan minat Prabu Brawijaya V untuk menikahi putri dari Kerajaan Cempa yaitu Dewi Dwarawati yang bahkan dilantik sebagai permaisuri nya.

Singkat waktu, dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, saat itu Kerajaan Majapahit dilanda kebobrokan moral oleh para Pejabat dan putra-putri pembesar nya. Untuk menyelesaikan masalah itu Prabu Brawijaya V sampai mendatangkan Ulama besar dari Cempa yaitu Sayyid Ali Rahmatullah yang kelak akan dikenal dengan gelar Sunan Ampel.

Meskipun Prabu Brawijaya V beragama Budha tetapi ia tetap mempercayai Sayyid Ali Rahmatullah untuk mengatasi masalah ini yang tidak kunjung selesai. Tak hanya Sayyid Ali, Prabu Brawijaya V juga memboyong Ayah dan Kakak dari Sayyid Ali Rahmatullah yang juga merupakan Ulama terkenal di wilayah Cempa.

BACA JUGA:Bhayangkara, Pasukan Elite Pengawal Raja Majapahit yang Dipimpin Gajah Mada

&quot;Bagaimana mungkin Prabu Brawijaya V yang beragama Budha taat, tetapi justru malah mendatangkanmu ke Majapahit, putraku? Apakah ini bukan tanda-tanda bahwa sebenarnya Sang Prabu telah mendapatkan tetesan hidayah Ilahi?!&amp;rdquo; kata Syaikh Ibrahim ayah dari Sayyid Ali.

&quot;Boleh jadi hal itu karena besarnya pengaruh Bibi Ratu Dwarawati kepada Baginda Raja Majapahit.&quot; Raden Ali Murtala kakak dari Sayyid Ali menimpali.

&quot;Tentu bukan hanya pengaruh dari bibimu, sebab sebelumnya telah banyak berdatangan para ulama ke Majapahit untuk berdakwah kepada Prabu Brawijaya V, termasuk eyangmu sendiri!&quot; kata Syeikh Ibrahim.Perjalanan ketiga orang yang masih keluarga itu sampai ke Pelabuhan Tuban, kawasan pantai utara Jawadwipa, yang saat itu sudah ramai dikunjungi para saudagar atau pedagang dari mancanegara.

Meski ketiga orang itu merasakan kelelahan yang luar biasa setelah mengarungi samudra lepas selama berbulan-bulan, tetapi nampak ketiganya tidak begitu mempedulikannya.

Dalam benak mereka buru-buru segera menghadap Prabu Brawijaya V berkenaan dengan tugas yang akan mereka kerjakan. Begitulah semangat ketiga orang ulama itu dalam menjalankan misinya, yakni syiar dakwah risalah agama Islam kepada rakyat Jawadwipa dan umumnya kepada rakyat di Nusantara.</content:encoded></item></channel></rss>
