<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Daerah Ini Berpotensi Diterjang Angin Kencang 2 Hari ke Depan</title><description>BMKG mengingatkan potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Indonesia dua hari ke depan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan"/><item><title>Waspada! Daerah Ini Berpotensi Diterjang Angin Kencang 2 Hari ke Depan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan</guid><pubDate>Senin 07 Maret 2022 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan-nysIUjGmuJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/07/337/2557465/waspada-daerah-ini-berpotensi-diterjang-angin-kencang-2-hari-ke-depan-nysIUjGmuJ.jpg</image><title>Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Indonesia dua hari ke depan. Hal itu berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, fenomena angin kencang hingga lebih dari 30 km/jam masih dapat berpotensi terjadi untuk dua hari ini khususnya di wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
&amp;ldquo;Kondisi tersebut dipicu oleh adanya pola sirkulasi siklonik di wilayah perairan Laut Timor yang membentuk pola pertemuan angin di wilayah Lampung, Banten, Jabodetabek, hingga ke wilayah Kalimantan bagian selatan, Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga memicu terjadi potensi angin kencang di wilayah tersebut,&amp;rdquo; ungkap Guswanto dalam keterangan yang diterima, Senin (7/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bogor Dilanda Angin Kencang, 4 Pohon Tumbang Salah Satunya Timpa Mobil
Pada periode Maret-April ini, Guswanto juga mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki periode peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau atau yang dikenal dengan periode Pancaroba.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama periode tersebut masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai angin kencang dan petir/kilat, puting beliung, waterspout, hujan, dan lainnya,&amp;rdquo; paparnya.
Sementara itu, beberapa hari lalu fenomena angin kencang juga terjadi di sekitar wilayah Banten dan Jabodetabek. Guswanto mengatakan kondisi tersebut disertai juga dengan hujan intensitas yang beragam mulai dari ringan hingga lebat dalam durasi singkat, serta menimbulkan kerusakan pada beberapa fasilitas masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Atap Rumah Warga Ciracas Ambruk Diterjang Angin KencangGuswanto menjelaskan berdasarkan pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek tersebut dipicu oleh adanya sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang cukup memanjang dari utara ke selatan sehingga menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang di wilayah Banten dan Jabodetabek.
&amp;ldquo;Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin yang terukur cukup beragam dengan kisaran rata-rata lebih dari 30 km/jam, bahkan di beberapa lokasi angin kencang yang terukur ada yang mencapai lebih dari 50 km/jam yang terjadi sekitar pukul 12.00-13.00 WIB, seperti di Tangerang Selatan (57 km/jam) dan Cengkareng (52 km/jam),&amp;rdquo; kata Guswanto.
Terkait dengan potensi angin kencang tersebut, BMKG menghimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan dengan kondisi gelombang tinggi. Kemudian, mewaspadai potensi dampak seperti gelombang tinggi dan kerusakan infrastruktur terutama di daerah yang rentan.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi angin kencang yang akan melanda wilayah Indonesia dua hari ke depan. Hal itu berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, fenomena angin kencang hingga lebih dari 30 km/jam masih dapat berpotensi terjadi untuk dua hari ini khususnya di wilayah Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
&amp;ldquo;Kondisi tersebut dipicu oleh adanya pola sirkulasi siklonik di wilayah perairan Laut Timor yang membentuk pola pertemuan angin di wilayah Lampung, Banten, Jabodetabek, hingga ke wilayah Kalimantan bagian selatan, Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga memicu terjadi potensi angin kencang di wilayah tersebut,&amp;rdquo; ungkap Guswanto dalam keterangan yang diterima, Senin (7/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bogor Dilanda Angin Kencang, 4 Pohon Tumbang Salah Satunya Timpa Mobil
Pada periode Maret-April ini, Guswanto juga mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki periode peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau atau yang dikenal dengan periode Pancaroba.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama periode tersebut masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai angin kencang dan petir/kilat, puting beliung, waterspout, hujan, dan lainnya,&amp;rdquo; paparnya.
Sementara itu, beberapa hari lalu fenomena angin kencang juga terjadi di sekitar wilayah Banten dan Jabodetabek. Guswanto mengatakan kondisi tersebut disertai juga dengan hujan intensitas yang beragam mulai dari ringan hingga lebat dalam durasi singkat, serta menimbulkan kerusakan pada beberapa fasilitas masyarakat.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Atap Rumah Warga Ciracas Ambruk Diterjang Angin KencangGuswanto menjelaskan berdasarkan pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek tersebut dipicu oleh adanya sistem awan konvektif jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang cukup memanjang dari utara ke selatan sehingga menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang di wilayah Banten dan Jabodetabek.
&amp;ldquo;Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin yang terukur cukup beragam dengan kisaran rata-rata lebih dari 30 km/jam, bahkan di beberapa lokasi angin kencang yang terukur ada yang mencapai lebih dari 50 km/jam yang terjadi sekitar pukul 12.00-13.00 WIB, seperti di Tangerang Selatan (57 km/jam) dan Cengkareng (52 km/jam),&amp;rdquo; kata Guswanto.
Terkait dengan potensi angin kencang tersebut, BMKG menghimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan dengan kondisi gelombang tinggi. Kemudian, mewaspadai potensi dampak seperti gelombang tinggi dan kerusakan infrastruktur terutama di daerah yang rentan.</content:encoded></item></channel></rss>
