<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Warga Wamena Turun ke Jalan Minta Pemekaran Papua Pegunungan Tengah</title><description>Meski hanya di luar pagar, akibat adanya pembatasan kegiatan oleh aparat Kepolisian. Namun warga sangat antusias melihat prosesi ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah"/><item><title>Ribuan Warga Wamena Turun ke Jalan Minta Pemekaran Papua Pegunungan Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah</guid><pubDate>Senin 07 Maret 2022 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah-vPoYQDAamd.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan warga Wamena turun ke jalan minta pemekaran (Foto: MPI/Edy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/07/340/2557679/ribuan-warga-wamena-turun-ke-jalan-minta-pemekaran-papua-pegunungan-tengah-vPoYQDAamd.jfif</image><title>Ribuan warga Wamena turun ke jalan minta pemekaran (Foto: MPI/Edy)</title></images><description>JAYAWIJAYA - Ribuan masyarakat adat La Pago di Wamena Kabupaten Jayawijaya hari ini menghadiri penyerahan aspirasi pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) kepada Ketua Komisi II DPR RI Doli Karunia Tanjung di Wamena. Minggu (6/3/2022).

Meski hanya di luar pagar, akibat adanya pembatasan kegiatan oleh aparat Kepolisian. Namun warga sangat antusias melihat prosesi ini. Bahkan sambutan tarian perang dilakukan untuk menjemput anak Akbar Tanjung yang juga hadir atas kegiatan Konsolidasi Partai Golkar.

Salah satu tokoh dari Distrik Okhika tampil menyampaikan aspirasi. Dikatakan, perjuangan untuk pemekaran Kabupaten sudah dilakukan belasan tahun lamanya, dan baru kini akan terealisasi, padahal kata dia, dengan Pemekaran Kabupaten dan Provinsi mampu mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Minta Institusi Penegak Hukum di Papua Harus Optimal

&quot;Permohonan pemekaran bukan baru kali ini, sudah dari dulu, ada yang 15 tahun, ada yang 16 tahun dan beberapa tim juga sudah tidak ada. Sekarang kami punya tokoh La Pago yang mau memperjuangkan pemekaran ini, dia adalah bapak Jhone Tabo,&quot; kata dia dan disambut teriakan warga yang hadir di Gedung Tongkonan Wamena tempat diberlangsungkannya kegiatan.

Dirinya sangat berterimakasih atas perjuangan para tokoh untuk aspirasi masyarakat La Pago tersebut, termasuk Jhone Tabo sebagai Ketua tim Pemekaran Pegunungan Tengah Papua. hingga Daerah Otonomi Baru (DOB) akan segera terealisasi. Termasuk Pemekaran Provinsi Papua Tengah.
&quot;Kami tim suku dan masyarakat La Pago berterimakasih kepada anak kami yang berani membuka pembangunan di wilayah La Pago. Nanti kalau ini jadi, maka kami mendukung bapak Jhone Tabo sebagai Gubernur Papua Tengah,&quot;ucapnya.

&quot;Kami sampaikan aspirasi ini sudah kami isi di dalam noken,dan kepada kepala-kepala suku nanti yang akan menyerahkan langsung kepada bapak Ketua Komisi II,&quot;sambungnya.

Mewakili Tokoh perempuan, Mery Wanimbo turut senang dengan rencana pemekaran wilayah adat Laa Pago. Dia malah menyebut perjuangan suaminya hingga meninggal dunia untuk adanya pemekaran.

&quot;Suami saya sudah meninggal, dia juga berjuang untuk pemekaran ini. Jadi saya mohon kepada bapak Ketua Komisi II, untuk segera toki palu sahkan pemekaran Kabupaten dan lanjut Provinsi Papua Tengah atau Laa Pagi,&quot;ucapnya.

Sementara ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Jhone Tabo mengaku jika perjuangan pemekaran sudah dilakukan dirinya bersama para pendahulu yang tergabung dalam Partai Golkar Jayawijaya. Dirinya berharap tidak ada yang termakan isu menyesatkan yang menolak pemekaran.

&quot;Jadi adik-adik di Yahukimo, di Pegunungan Bintang, di Lany Jaya, Intan Jaya, Yalimo, Nduga, Tolikara Mamberamo Tengah, saya katakan yang sekarang kalian pimpin ini Kabupatennya itu dulu kalian tolak. Tidak mau pemekaran, tapi apa yang sekarang terjadi, kamu yang nikmati, kamu yang makan,&quot;ucap Jhone Tabo disusul teriakan masyarakat yang hadir.

Ditegaskan, dengan Pemekaran masyarakat sudah keluar dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

&quot;Saat ini, kemiskinan kebodohan keterbelakangan itu kita sudah keluar dari itu semua, berkat kerja keras pendahulu. Mereka sudah senang dalam kuburan mereka melihat pembangunan, melihat masyarakatnya sekarang. Bersyukur sekrang. Jangan lupakan sejarah yang sudah diperjuangkan para leluhur, kader-kader Golkar yang sisa saya dengan Paskalis ini,&quot;ucapnya.

Sekarang, kata Jhone Tabo yang juga Bupati Mamberamo Raya ini, perjuangannya adalah mengusahakan agar Provinsi Papua Tengah Laa Pago dan beberapa Kabupaten harus bisa terjadi. Dan dikatakan penentu aspirasi nantinya adalah pihak Komisi II DPR RI. Masyarakat jangan termakan isu yang menyesatkan.

&quot;Penentunya ada ini, dia ada sekarang didepan kita, beliau nanti yang akan memperjuangkan aspirasi kita juga di Jakarta. Laa Pago harus bersatu, jangan kita lupa perjuangan. Karena itu jangan dengar isu isu yang berkembang ini yang aneh aneh. Kalian adik-adik kuliah saja banggakan orang tua, supaya tidak ada lapangan kerja dengan pemekaran ini kalian bisa jadi pegawai, pejabat menjadi DPR, Bupati Wakil Bupati,&quot;tegasnya.

</description><content:encoded>JAYAWIJAYA - Ribuan masyarakat adat La Pago di Wamena Kabupaten Jayawijaya hari ini menghadiri penyerahan aspirasi pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) kepada Ketua Komisi II DPR RI Doli Karunia Tanjung di Wamena. Minggu (6/3/2022).

Meski hanya di luar pagar, akibat adanya pembatasan kegiatan oleh aparat Kepolisian. Namun warga sangat antusias melihat prosesi ini. Bahkan sambutan tarian perang dilakukan untuk menjemput anak Akbar Tanjung yang juga hadir atas kegiatan Konsolidasi Partai Golkar.

Salah satu tokoh dari Distrik Okhika tampil menyampaikan aspirasi. Dikatakan, perjuangan untuk pemekaran Kabupaten sudah dilakukan belasan tahun lamanya, dan baru kini akan terealisasi, padahal kata dia, dengan Pemekaran Kabupaten dan Provinsi mampu mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Minta Institusi Penegak Hukum di Papua Harus Optimal

&quot;Permohonan pemekaran bukan baru kali ini, sudah dari dulu, ada yang 15 tahun, ada yang 16 tahun dan beberapa tim juga sudah tidak ada. Sekarang kami punya tokoh La Pago yang mau memperjuangkan pemekaran ini, dia adalah bapak Jhone Tabo,&quot; kata dia dan disambut teriakan warga yang hadir di Gedung Tongkonan Wamena tempat diberlangsungkannya kegiatan.

Dirinya sangat berterimakasih atas perjuangan para tokoh untuk aspirasi masyarakat La Pago tersebut, termasuk Jhone Tabo sebagai Ketua tim Pemekaran Pegunungan Tengah Papua. hingga Daerah Otonomi Baru (DOB) akan segera terealisasi. Termasuk Pemekaran Provinsi Papua Tengah.
&quot;Kami tim suku dan masyarakat La Pago berterimakasih kepada anak kami yang berani membuka pembangunan di wilayah La Pago. Nanti kalau ini jadi, maka kami mendukung bapak Jhone Tabo sebagai Gubernur Papua Tengah,&quot;ucapnya.

&quot;Kami sampaikan aspirasi ini sudah kami isi di dalam noken,dan kepada kepala-kepala suku nanti yang akan menyerahkan langsung kepada bapak Ketua Komisi II,&quot;sambungnya.

Mewakili Tokoh perempuan, Mery Wanimbo turut senang dengan rencana pemekaran wilayah adat Laa Pago. Dia malah menyebut perjuangan suaminya hingga meninggal dunia untuk adanya pemekaran.

&quot;Suami saya sudah meninggal, dia juga berjuang untuk pemekaran ini. Jadi saya mohon kepada bapak Ketua Komisi II, untuk segera toki palu sahkan pemekaran Kabupaten dan lanjut Provinsi Papua Tengah atau Laa Pagi,&quot;ucapnya.

Sementara ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Jhone Tabo mengaku jika perjuangan pemekaran sudah dilakukan dirinya bersama para pendahulu yang tergabung dalam Partai Golkar Jayawijaya. Dirinya berharap tidak ada yang termakan isu menyesatkan yang menolak pemekaran.

&quot;Jadi adik-adik di Yahukimo, di Pegunungan Bintang, di Lany Jaya, Intan Jaya, Yalimo, Nduga, Tolikara Mamberamo Tengah, saya katakan yang sekarang kalian pimpin ini Kabupatennya itu dulu kalian tolak. Tidak mau pemekaran, tapi apa yang sekarang terjadi, kamu yang nikmati, kamu yang makan,&quot;ucap Jhone Tabo disusul teriakan masyarakat yang hadir.

Ditegaskan, dengan Pemekaran masyarakat sudah keluar dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

&quot;Saat ini, kemiskinan kebodohan keterbelakangan itu kita sudah keluar dari itu semua, berkat kerja keras pendahulu. Mereka sudah senang dalam kuburan mereka melihat pembangunan, melihat masyarakatnya sekarang. Bersyukur sekrang. Jangan lupakan sejarah yang sudah diperjuangkan para leluhur, kader-kader Golkar yang sisa saya dengan Paskalis ini,&quot;ucapnya.

Sekarang, kata Jhone Tabo yang juga Bupati Mamberamo Raya ini, perjuangannya adalah mengusahakan agar Provinsi Papua Tengah Laa Pago dan beberapa Kabupaten harus bisa terjadi. Dan dikatakan penentu aspirasi nantinya adalah pihak Komisi II DPR RI. Masyarakat jangan termakan isu yang menyesatkan.

&quot;Penentunya ada ini, dia ada sekarang didepan kita, beliau nanti yang akan memperjuangkan aspirasi kita juga di Jakarta. Laa Pago harus bersatu, jangan kita lupa perjuangan. Karena itu jangan dengar isu isu yang berkembang ini yang aneh aneh. Kalian adik-adik kuliah saja banggakan orang tua, supaya tidak ada lapangan kerja dengan pemekaran ini kalian bisa jadi pegawai, pejabat menjadi DPR, Bupati Wakil Bupati,&quot;tegasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
