<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menengok Keunikan Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok di Malang</title><description>Hal ini terlihat dari penuturan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang"/><item><title>Menengok Keunikan Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok di Malang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang</guid><pubDate>Selasa 08 Maret 2022 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang-6o41BQjqK1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Malang (Foto: MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/08/337/2557926/menengok-keunikan-situs-srigading-peninggalan-mpu-sindok-di-malang-6o41BQjqK1.jpg</image><title>Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Malang (Foto: MNC Portal)</title></images><description>MALANG - Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno disebut memiliki bentuk yang unik dan berbeda. Hal ini terlihat dari penuturan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dari tiga kali ekskavasi atau penggalian yang dilakukan BPCB Jatim sejak awal Februari 2022.
Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, di bagian tengah candi Situs Srigading terdapat sebuah bangunan yang disebut sumuran. Di mana secara umum bangunan sumuran candi ini biasanya berbentuk segi empat, yang menggambarkan konsep hubungan dunia nyata saat ini dengan dunia bawah atau dunia kematian.
&quot;Sedangkan kalau bagian atap ada lubang, menjulang, menghubungkan antara dunia kita dengan dunia khayangan. Terkait sumuran ini, pertama biasanya, berbentuk segi empat. Tapi di situs Srigading, itu berbentuk L,&quot; kata Wicaksono Dwi Nugroho, ditemui MNC Portal di Situs Srigading, Lawang, Malang.
Menurut Wicaksono, di bangunan sumuran candi Situs Srigading di sisi barat daya terdapat satu konstruksi yang membuat konstruksi bangunan candi tidak lagi segi empat.
Baca juga:&amp;nbsp;Kisah Horor Raksasa Penunggu Batu Candi di Situs Srigading, Sering Ganggu Bikin Warga Ketakutan
&quot;Jadi pada sudut barat daya, dia ada satu konstruksi lagi, sehingga tidak berbentuk segi empat. Ini merupakan satu keanehan tersendiri. Luasan sumuran juga 3 x 3 meter, cukup besar untuk candi sebesar 8x8 meter dengan pondasi 10 x 10 meter,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Penemuan Tertua di Jatim, 3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading
Di dalam sumuran ini terdapat beberapa temuan benda - benda artefak yang difungsikan sebagai persembahan - persembahan yang biasanya disertakan ketika upacara pendirian candi dilakukan.
&quot;Yang paling utama biasanya ada lempeng-lempeng emas yang bertuliskan mantra. Di sini kita belum menemukan, tapi justru menemukan temuan lain yang terbuat dari tembaga atau perunggu dan besi,&quot; katanya.Menariknya selain temuan tembaga atau perunggu dan besi, ada juga temuan tiga tempat dan alat pertanian yang ada di setiap sudut dari sumuran itu. &quot;Ini secara gegabah, saya teringat menjadi bekal kubur. Di mana pada saat masa prasejarah ketika orang meninggal ia ditanami alat - alat pusakanya, untuk mengantarkan itu ke dunia kayangan,&quot; jelasnya.
&quot;Apakah peripih yang di Srigading ini berupa relik atau artefak berada di empat sudut itu atau seperti konsep peripih yang kita temukan di candi lain. Ini masih dalam pencarian kita dan ini yang membuat Srigading menjadi menarik,&quot; tandasnya.
Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi tiga tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.
Baca juga:&amp;nbsp;BPCB: Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas
Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Arca dan Lingga Ditemukan di Situs Srigading Malang Kuatkan Peninggalan Mataram KunoArca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.
Ekskavasi tahap ketiga dimulai sejak Kamis (3/3/2022) hingga rencananya berlangsung sampai Selasa (8/3/2022). Di ekskavasi tahap ketiga ini ditemukan beberapa benda artefak, mulai dari patung angsa di sisi halaman timur, beberapa wadah atau tempat menyerupai bejana sejumlah tiga buah, satu buah bokor terbuat dari emas lengkap dengan perhiasan kepingan - kepingan emas yang tersimpan di dalamnya.
Terakhir pada Senin siang (7/3/2022), BPCB menemukan tempat yang diidentifikasi sebagai tempayan. Di mana di dalam tempayan itu terdapat tembikar dan satu wadah terbuat dari tembaga.
Baca juga:&amp;nbsp;Pecahkan Misteri Srigading Peninggalan Mpu Sindok, Arkeolog Lakukan Dua Kali Ekskavasi


</description><content:encoded>MALANG - Situs Srigading peninggalan Kerajaan Mataram Kuno disebut memiliki bentuk yang unik dan berbeda. Hal ini terlihat dari penuturan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, dari tiga kali ekskavasi atau penggalian yang dilakukan BPCB Jatim sejak awal Februari 2022.
Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, di bagian tengah candi Situs Srigading terdapat sebuah bangunan yang disebut sumuran. Di mana secara umum bangunan sumuran candi ini biasanya berbentuk segi empat, yang menggambarkan konsep hubungan dunia nyata saat ini dengan dunia bawah atau dunia kematian.
&quot;Sedangkan kalau bagian atap ada lubang, menjulang, menghubungkan antara dunia kita dengan dunia khayangan. Terkait sumuran ini, pertama biasanya, berbentuk segi empat. Tapi di situs Srigading, itu berbentuk L,&quot; kata Wicaksono Dwi Nugroho, ditemui MNC Portal di Situs Srigading, Lawang, Malang.
Menurut Wicaksono, di bangunan sumuran candi Situs Srigading di sisi barat daya terdapat satu konstruksi yang membuat konstruksi bangunan candi tidak lagi segi empat.
Baca juga:&amp;nbsp;Kisah Horor Raksasa Penunggu Batu Candi di Situs Srigading, Sering Ganggu Bikin Warga Ketakutan
&quot;Jadi pada sudut barat daya, dia ada satu konstruksi lagi, sehingga tidak berbentuk segi empat. Ini merupakan satu keanehan tersendiri. Luasan sumuran juga 3 x 3 meter, cukup besar untuk candi sebesar 8x8 meter dengan pondasi 10 x 10 meter,&quot; ungkapnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Penemuan Tertua di Jatim, 3 Arca dan Benda Bersejarah di Situs Srigading
Di dalam sumuran ini terdapat beberapa temuan benda - benda artefak yang difungsikan sebagai persembahan - persembahan yang biasanya disertakan ketika upacara pendirian candi dilakukan.
&quot;Yang paling utama biasanya ada lempeng-lempeng emas yang bertuliskan mantra. Di sini kita belum menemukan, tapi justru menemukan temuan lain yang terbuat dari tembaga atau perunggu dan besi,&quot; katanya.Menariknya selain temuan tembaga atau perunggu dan besi, ada juga temuan tiga tempat dan alat pertanian yang ada di setiap sudut dari sumuran itu. &quot;Ini secara gegabah, saya teringat menjadi bekal kubur. Di mana pada saat masa prasejarah ketika orang meninggal ia ditanami alat - alat pusakanya, untuk mengantarkan itu ke dunia kayangan,&quot; jelasnya.
&quot;Apakah peripih yang di Srigading ini berupa relik atau artefak berada di empat sudut itu atau seperti konsep peripih yang kita temukan di candi lain. Ini masih dalam pencarian kita dan ini yang membuat Srigading menjadi menarik,&quot; tandasnya.
Sebagai informasi BPCB Jatim telah melakukan ekskavasi tiga tahap di Situs Srigading Malang. Ekskavasi pertama dilakukan pada 7 - 12 Februari 2022 dimana diekskavasi pertama menggali bagian utara dan barat candi. Diekskavasi ini tim BPCB menemukan fragmen relief dan batu ratna atap candi, yang ditemukan di sisi barat candi.
Baca juga:&amp;nbsp;BPCB: Area Sebaran Candi Situs Srigading Peninggalan Mpu Sindok Meluas
Sedangkan di ekskavasi dua dilangsungkan mulai Senin (21/2/2022) sampai Sabtu (26/2/2022). Di ekskavasi tahap kedua ini, BPCB Jatim fokus membuka sisi timur dan selatan candi. Temuannya, tiga buah arca Nandaiswara yang sebelumnya sempat disebut Agastya yang ditemukan pada Selasa (22/2/2022), serta arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat (25/2/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Arca dan Lingga Ditemukan di Situs Srigading Malang Kuatkan Peninggalan Mataram KunoArca ketiga yang ditemukan yakni Arca Agastya yang ditemukan pada Minggu (27/2/2022) kemarin. Selain menemukan arca, BPCB juga menemukan lingga di tengah candi, dua buah batu relung, satu buah batu ambang candi, dan beberapa ornamen relief, serta fragmen patahan lainnya.
Ekskavasi tahap ketiga dimulai sejak Kamis (3/3/2022) hingga rencananya berlangsung sampai Selasa (8/3/2022). Di ekskavasi tahap ketiga ini ditemukan beberapa benda artefak, mulai dari patung angsa di sisi halaman timur, beberapa wadah atau tempat menyerupai bejana sejumlah tiga buah, satu buah bokor terbuat dari emas lengkap dengan perhiasan kepingan - kepingan emas yang tersimpan di dalamnya.
Terakhir pada Senin siang (7/3/2022), BPCB menemukan tempat yang diidentifikasi sebagai tempayan. Di mana di dalam tempayan itu terdapat tembikar dan satu wadah terbuat dari tembaga.
Baca juga:&amp;nbsp;Pecahkan Misteri Srigading Peninggalan Mpu Sindok, Arkeolog Lakukan Dua Kali Ekskavasi


</content:encoded></item></channel></rss>
