<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkumham Minta Jajarannya Adaptif dalam Layani Publik</title><description>Menkumham meminta jajarannya untuk berinovasi dan adaptif dalam melayani publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik"/><item><title>Menkumham Minta Jajarannya Adaptif dalam Layani Publik</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik</guid><pubDate>Selasa 08 Maret 2022 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik-NLink0Xq9u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkumham Yasonna Laoly. (MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/08/337/2558388/menkumham-minta-jajarannya-adaptif-dalam-layani-publik-NLink0Xq9u.jpg</image><title>Menkumham Yasonna Laoly. (MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly meminta jajarannya harus berinovasi dan adaptif dalam melayani publik.

Hal itu diungkapkannya usai menerima penghargaan sebagai pembina pelayanan publik predikat A atau pelayanan prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ia pun memaparkan enam aspek yang dilakukan oleh kementerian tersebut untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima.

&quot;Enam aspek tersebut yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan serta inovasi pelayanan publik,&quot; kata Menkumham Yasonna H Laoly, melansir Antara, Selasa (8/3/2022).


Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Menteri Yasonna dalam membina pelayanan publik yang berkualitas pada unit-unit pelayanan publik di jajaran Kemenkumham.

Ia mengatakan, kebijakan pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19 khususnya di berbagai bidang unit pelayanan publik terus diperbarui.


Yasonna memaparkan, pelayanan kepada warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) diterapkan dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) serta pemanfaatan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien.

Kemenkumham terus membangun budaya berinovasi, memanfaatkan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kementerian yang dipimpinnya berupaya adaptif dengan kemajuan teknologi.

BACA JUGA:Cegah Omicron, Menteri Yasonna: Pengawasan Gerbang Perbatasan Sangat Penting!

&quot;Terus lakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,&quot; ucapnya.

Sejak 2021-2022, Kemenkumham mengeluarkan berbagai kebijakan dan inovasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan. Kebijakan itu misalnya di bidang kekayaan intelektual, diluncurkan Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) yang pelayanannya hanya hitungan menit.

Di sektor administrasi hukum umum (AHU) Kemenkumham menghadirkan layanan Perseroan Perorangan, dan di sektor imigrasi baru-baru ini diluncurkan layanan publik M-Paspor.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly meminta jajarannya harus berinovasi dan adaptif dalam melayani publik.

Hal itu diungkapkannya usai menerima penghargaan sebagai pembina pelayanan publik predikat A atau pelayanan prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Ia pun memaparkan enam aspek yang dilakukan oleh kementerian tersebut untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima.

&quot;Enam aspek tersebut yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan serta inovasi pelayanan publik,&quot; kata Menkumham Yasonna H Laoly, melansir Antara, Selasa (8/3/2022).


Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Menteri Yasonna dalam membina pelayanan publik yang berkualitas pada unit-unit pelayanan publik di jajaran Kemenkumham.

Ia mengatakan, kebijakan pelayanan publik di tengah pandemi Covid-19 khususnya di berbagai bidang unit pelayanan publik terus diperbarui.


Yasonna memaparkan, pelayanan kepada warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) diterapkan dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) serta pemanfaatan teknologi sehingga lebih efektif dan efisien.

Kemenkumham terus membangun budaya berinovasi, memanfaatkan kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Kementerian yang dipimpinnya berupaya adaptif dengan kemajuan teknologi.

BACA JUGA:Cegah Omicron, Menteri Yasonna: Pengawasan Gerbang Perbatasan Sangat Penting!

&quot;Terus lakukan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan,&quot; ucapnya.

Sejak 2021-2022, Kemenkumham mengeluarkan berbagai kebijakan dan inovasi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan. Kebijakan itu misalnya di bidang kekayaan intelektual, diluncurkan Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC) yang pelayanannya hanya hitungan menit.

Di sektor administrasi hukum umum (AHU) Kemenkumham menghadirkan layanan Perseroan Perorangan, dan di sektor imigrasi baru-baru ini diluncurkan layanan publik M-Paspor.

</content:encoded></item></channel></rss>
