<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganggu Keamanan Eropa Jadi Alasan Swedia Tolak Gabung NATO</title><description>Desakan bagi Swedia untuk menjadi anggota NATO mengemuka setelah Rusia meluncurkan operasi militer ke Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/09/18/2558700/ganggu-keamanan-eropa-jadi-alasan-swedia-tolak-gabung-nato</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/09/18/2558700/ganggu-keamanan-eropa-jadi-alasan-swedia-tolak-gabung-nato"/><item><title>Ganggu Keamanan Eropa Jadi Alasan Swedia Tolak Gabung NATO</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/09/18/2558700/ganggu-keamanan-eropa-jadi-alasan-swedia-tolak-gabung-nato</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/09/18/2558700/ganggu-keamanan-eropa-jadi-alasan-swedia-tolak-gabung-nato</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/18/2558700/pm-swedia-tolak-desakan-gabung-nato-sebut-ganggu-keamanan-eropa-kA7X4AJJxU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/18/2558700/pm-swedia-tolak-desakan-gabung-nato-sebut-ganggu-keamanan-eropa-kA7X4AJJxU.jpg</image><title>Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson. (Foto: Reuters)</title></images><description>STOCKHOLM - Perdana Menteri Magdalena Andersson pada Selasa (8/3/2022) mengatakan bahwa bergabungnya Swedia ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengganggu keamanan di Eropa. Hal inilah yang membuatnya menolak desakan oposisi untuk bergabung ke dalam aliansi militer itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Invansi Ukraina, PM Swedia Tolak Desakan Jadi Anggota NATO

&quot;Kalau Swedia memilih menyampaikan permohonan untuk bergabung dengan NATO dalam situasi saat ini, langkah itu akan semakin menimbulkan destabilisasi di kawasan Eropa serta meningkatkan ketegangan,&quot; kata Andersson kepada para wartawan.&amp;nbsp;
&quot;Sudah saya jelaskan selama ini bahwa yang terbaik bagi keamanan Swedia dan keamanan kawasan Eropa adalah pemerintah memiliki kebijakan jangka panjang yang konsisten dan bisa diprediksi, dan itu yang terus saya yakini,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Putin Jelaskan Alasan Serang Ukraina, Netralisir Ancaman Nyata dari Kiev dan NATO

Desakan agar Swedia bergabung ke dalam NATO muncul setelah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina bulan lalu.
Sejak 1814 Swedia belum pernah terlibat dalam peperangan. Kebijakan luar negeri yang dibangun negara itu adalah bahwa Swedia tidak bergabung dengan aliansi-aliansi militer.

Namun demikian, Swedia dalam beberapa tahun belakangan ini membina hubungan yang lebih dekat dengan NATO saat ketegangan dengan Rusia di kawasan Baltik meningkat.
Invasi oleh Rusia, yang disebut Moskow sebagai &quot;operasi militer khusus&quot;, telah memunculkan kembali desakan agar Swedia bergabung dengan NATO. Desakan serupa dialami oleh Finlandia, yang juga bukan merupakan anggota aliansi tersebut.
Rusia tidak menginginkan Swedia maupun Finlandia menjadi anggota NATO.
Pada Februari, Moskow mengeluarkan peringatan terbaru bahwa negara-negara itu akan menghadapi &quot;konsekuensi berat secara militer-politik&quot; jika bergabung dengan aliansi tersebut.</description><content:encoded>STOCKHOLM - Perdana Menteri Magdalena Andersson pada Selasa (8/3/2022) mengatakan bahwa bergabungnya Swedia ke dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengganggu keamanan di Eropa. Hal inilah yang membuatnya menolak desakan oposisi untuk bergabung ke dalam aliansi militer itu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Invansi Ukraina, PM Swedia Tolak Desakan Jadi Anggota NATO

&quot;Kalau Swedia memilih menyampaikan permohonan untuk bergabung dengan NATO dalam situasi saat ini, langkah itu akan semakin menimbulkan destabilisasi di kawasan Eropa serta meningkatkan ketegangan,&quot; kata Andersson kepada para wartawan.&amp;nbsp;
&quot;Sudah saya jelaskan selama ini bahwa yang terbaik bagi keamanan Swedia dan keamanan kawasan Eropa adalah pemerintah memiliki kebijakan jangka panjang yang konsisten dan bisa diprediksi, dan itu yang terus saya yakini,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Putin Jelaskan Alasan Serang Ukraina, Netralisir Ancaman Nyata dari Kiev dan NATO

Desakan agar Swedia bergabung ke dalam NATO muncul setelah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina bulan lalu.
Sejak 1814 Swedia belum pernah terlibat dalam peperangan. Kebijakan luar negeri yang dibangun negara itu adalah bahwa Swedia tidak bergabung dengan aliansi-aliansi militer.

Namun demikian, Swedia dalam beberapa tahun belakangan ini membina hubungan yang lebih dekat dengan NATO saat ketegangan dengan Rusia di kawasan Baltik meningkat.
Invasi oleh Rusia, yang disebut Moskow sebagai &quot;operasi militer khusus&quot;, telah memunculkan kembali desakan agar Swedia bergabung dengan NATO. Desakan serupa dialami oleh Finlandia, yang juga bukan merupakan anggota aliansi tersebut.
Rusia tidak menginginkan Swedia maupun Finlandia menjadi anggota NATO.
Pada Februari, Moskow mengeluarkan peringatan terbaru bahwa negara-negara itu akan menghadapi &quot;konsekuensi berat secara militer-politik&quot; jika bergabung dengan aliansi tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
