<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Periksa Kadinkes Labuhabatu Utara terkait Korupsi Dana Alokasi Khusus</title><description>KPK kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus"/><item><title>KPK Periksa Kadinkes Labuhabatu Utara terkait Korupsi Dana Alokasi Khusus</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2022 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus-BLlYCmRReU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/09/337/2558894/kpk-periksa-kadinkes-labuhabatu-utara-terkait-korupsi-dana-alokasi-khusus-BLlYCmRReU.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Pengusutan tersebut dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi yang di antaranya adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Labuhabatu Utara, dr Saodah Nasution.

Selain Kadinkes Labuhabatu Utara, penyidik juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, Direktur CV True Production, Andy Idaman Nda; Direktur CV Billy Tekhnik, Aris Simangunsong; Kontraktor, Franky Liwijaya; Wiraswasta, Hotman Kosnen alias Achi; Direktur PT Rizky Atma Mulya, Mesman.

Kemudian, pihak Swasta, Muliono alias Ahong; Kontraktor, Panusunan Siregar; Direktur CV Bintang Sembilan Mandiri, Aan S Arya Panjaitan; Direktur Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, Tengku Mestika Mayang; serta Wiraswasta, Tuti Haryati.

BACA JUGA:KPK Lelang Toyota Camry Milik Mantan Bupati Labuhanbatu Utara

&quot;Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di BPKP Provinsi Sumatera Utara, Jalan Jend. Gatot Subroto, KM 5,5 Medan,&quot; kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (9/3/2022).

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang melakukan pengembangan penyidikan atas kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018. Sayangnya, KPK masih belum mengumumkan tersangka baru dalam pengembangan kasus ini.

&quot;Benar KPK sedang melakukan pengembangan penyidikan atas dugaan korupsi pengurusan dana DAK 2018. Kontruksi perkara dan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan kami sampaikan setelah penyidikan cukup,&quot; ungkap Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menjerat sejumlah pihak dalam perkara  korupsi pengurusan DAK tahun 2017-2018 ini. Mereka di antaranya adalah,  Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono; eks Pejabat Kemenkeu, Yaya  Purnomo; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019, Sukiman.

Kemudian, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak  Papua, Natan Pasomba; Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman; Bupati  Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah alias Buyung; mantan Wakil Bendahara  Umum (Wabendum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Puji Suhartono,  dan Anggota DPR RI periode 2014-2019, Irgan Chairul Mahfiz.

Diduga, masih banyak pihak lain yang terlibat atau disinyalir  menerima aliran uang korupsi terkait pengurusan DAK ini. KPK saat ini  masih terus mengembangkan perkara ini dan membidik tersangka lainnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Pengusutan tersebut dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi yang di antaranya adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Labuhabatu Utara, dr Saodah Nasution.

Selain Kadinkes Labuhabatu Utara, penyidik juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, Direktur CV True Production, Andy Idaman Nda; Direktur CV Billy Tekhnik, Aris Simangunsong; Kontraktor, Franky Liwijaya; Wiraswasta, Hotman Kosnen alias Achi; Direktur PT Rizky Atma Mulya, Mesman.

Kemudian, pihak Swasta, Muliono alias Ahong; Kontraktor, Panusunan Siregar; Direktur CV Bintang Sembilan Mandiri, Aan S Arya Panjaitan; Direktur Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, Tengku Mestika Mayang; serta Wiraswasta, Tuti Haryati.

BACA JUGA:KPK Lelang Toyota Camry Milik Mantan Bupati Labuhanbatu Utara

&quot;Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di BPKP Provinsi Sumatera Utara, Jalan Jend. Gatot Subroto, KM 5,5 Medan,&quot; kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Rabu (9/3/2022).

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang melakukan pengembangan penyidikan atas kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018. Sayangnya, KPK masih belum mengumumkan tersangka baru dalam pengembangan kasus ini.

&quot;Benar KPK sedang melakukan pengembangan penyidikan atas dugaan korupsi pengurusan dana DAK 2018. Kontruksi perkara dan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan kami sampaikan setelah penyidikan cukup,&quot; ungkap Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menjerat sejumlah pihak dalam perkara  korupsi pengurusan DAK tahun 2017-2018 ini. Mereka di antaranya adalah,  Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono; eks Pejabat Kemenkeu, Yaya  Purnomo; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2014-2019, Sukiman.

Kemudian, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak  Papua, Natan Pasomba; Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman; Bupati  Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah alias Buyung; mantan Wakil Bendahara  Umum (Wabendum) Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) Puji Suhartono,  dan Anggota DPR RI periode 2014-2019, Irgan Chairul Mahfiz.

Diduga, masih banyak pihak lain yang terlibat atau disinyalir  menerima aliran uang korupsi terkait pengurusan DAK ini. KPK saat ini  masih terus mengembangkan perkara ini dan membidik tersangka lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
