<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zelensky Siap Berdialog Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang</title><description>Rusia dan Ukraina telah menjalani tiga putaran negosiasi di Belarusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang"/><item><title>Zelensky Siap Berdialog Langsung dengan Putin untuk Akhiri Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang-8x4VWXQzYi.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/18/2559379/zelensky-siap-berdialog-langsung-dengan-putin-untuk-akhiri-perang-8x4VWXQzYi.JPG</image><title>Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Foto: Reuters)</title></images><description>KIEV &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan seterunya, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik berdarah yang saat ini berlangsung antara kedua negara, demikian disampaikan Kiev.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Igor Zhovkva menyampaikan keinginan Zelensky, menekankan bahwa pembicaraan langsung antara Zelensky dan Putin sangat penting untuk menghentikan perang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Siap Hentikan Perang, Ini 4 Tuntutan Rusia yang Harus Dipenuhi Ukraina
Dia menekankan bahwa syarat utama Kiev untuk pembicaraan semacam itu adalah gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina, demikian diwartakan Sputnik.
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov telah mengatakan bahwa Rusia menginginkan empat hal dari Ukraina untuk mengakhiri aksi militernya di negara itu. Di antara tuntutan Rusia adalah pengakuan atas Krimea dan status netralitas Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Akui Kirim Wajib Militer Berperang di Ukraina

Hingga Kamis (10/3/2022) Rusia dan Ukraina telah mengadakan tiga putaran negosiasi di Belarus dalam upaya untuk menemukan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut. Kedua belah pihak telah sepakat untuk membangun koridor kemanusiaan untuk membiarkan warga sipil melarikan diri dari daerah di mana pertempuran berlanjut. Namun, tidak semua koridor ini beroperasi penuh.Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan timpalannya dari Ukraina Dmitry Kuleba dijadwalkan bertemu di sela-sela Forum Diplomatik di Antalya Turki pada Kamis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari setelah Republik Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri meminta bantuan Moskow di tengah penembakan intensif terhadap warga sipil di wilayah Donbass.
Putin, yang juga menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan kedua republik itu pada 21 Februari, mengatakan bahwa pasukan Rusia dikerahkan ke Ukraina untuk &quot;demiliterisasi dan de-Nazifikasi&quot; negara itu.</description><content:encoded>KIEV &amp;ndash; Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky siap untuk melakukan pembicaraan langsung dengan seterunya, Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik berdarah yang saat ini berlangsung antara kedua negara, demikian disampaikan Kiev.
Berbicara dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Igor Zhovkva menyampaikan keinginan Zelensky, menekankan bahwa pembicaraan langsung antara Zelensky dan Putin sangat penting untuk menghentikan perang.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Siap Hentikan Perang, Ini 4 Tuntutan Rusia yang Harus Dipenuhi Ukraina
Dia menekankan bahwa syarat utama Kiev untuk pembicaraan semacam itu adalah gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dari Ukraina, demikian diwartakan Sputnik.
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov telah mengatakan bahwa Rusia menginginkan empat hal dari Ukraina untuk mengakhiri aksi militernya di negara itu. Di antara tuntutan Rusia adalah pengakuan atas Krimea dan status netralitas Ukraina.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Rusia Akui Kirim Wajib Militer Berperang di Ukraina

Hingga Kamis (10/3/2022) Rusia dan Ukraina telah mengadakan tiga putaran negosiasi di Belarus dalam upaya untuk menemukan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis tersebut. Kedua belah pihak telah sepakat untuk membangun koridor kemanusiaan untuk membiarkan warga sipil melarikan diri dari daerah di mana pertempuran berlanjut. Namun, tidak semua koridor ini beroperasi penuh.Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan timpalannya dari Ukraina Dmitry Kuleba dijadwalkan bertemu di sela-sela Forum Diplomatik di Antalya Turki pada Kamis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMS8xLzE0NTU1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari setelah Republik Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri meminta bantuan Moskow di tengah penembakan intensif terhadap warga sipil di wilayah Donbass.
Putin, yang juga menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan kedua republik itu pada 21 Februari, mengatakan bahwa pasukan Rusia dikerahkan ke Ukraina untuk &quot;demiliterisasi dan de-Nazifikasi&quot; negara itu.</content:encoded></item></channel></rss>
