<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Koalisi Parpol Non-Parlemen Dinilai Positif untuk Demokrasi</title><description>Bukan berarti tidak ada tantangannya dan ini hal ketiga yang harus menjadi perhatian parpol non parlemen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi"/><item><title>Koalisi Parpol Non-Parlemen Dinilai Positif untuk Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 09:12 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi-1YtkZNavge.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/337/2559247/koalisi-parpol-non-parlemen-dinilai-positif-untuk-demokrasi-1YtkZNavge.jpg</image><title>Tangkapan layar media sosial</title></images><description>JAKARTA- Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Budi Satrio mengatakan adanya koalisi partai politik (parpol) non parlemen ini merupakan hal yang positif dalam demokrasi. Dia mencata setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian.
(Baca juga: Perindo Ungkap Tiga Hal Fundemental Koalisi Parpol Non-Parlemen)
Pertama masyarakat diingatkan ada parpol lain yang mempunyai suara  namun berada di luar parlemen. Bukan parpol baru yang belum ada suaranya.  Sehingga ini yang membedakan.
&amp;ldquo;Kalau yang baru belum punya suara, tapi parpol non parlemen ini sudah ada suaranya,&amp;rdquo; kata Hendsat sapaan Hendri Budi Susilo dalam  diskusi  Menakar Taji Koalisi Parpol Non Parlemen, Rabu  (9/3/2022) malam.
Kedua parpol non parlemen ini dapat menjadi parpol alterntif dalam menyampiakan aspirasi. Bila selama bersuara lewat parpol di parlemen belum ada respon maupun tidak didengarkan dapat menyalurkanya melalui parpol non parlemen ini.
&amp;ldquo;Jadi ada harapan lain buat masyarakat Indonesia dalam menyuarakan aspirasinya,&amp;rdquo; jelas Dosen Komunikasi Politik  Universitas Parimdiina itu.
Namun menurut Hendsat  bukan berarti tidak ada tantangannya dan ini hal ketiga yang harus menjadi perhatian parpol non parlemen, yakni bagaimana koalisi ini bisa solid terus.Misalnya, ada satu parpol didekati parpol diparlemen dan ditawari kerjasama dengan ditawari jabatan dirasa cocok lalu lepas dari koalisi. Sehingga kesolidan parpol non parlemen ini lebih diuji daripada parpol di parlemen.
&amp;ldquo;Sebab ini memperjuangan hal-hal baru. Untuk itu disarankan koaliasi parpol non parlemen ini membahas soal isu-isu yang menjadi kebutuhan publik saat ini, seperti isu komoditi bahan pokok termasuk juga penundaan pemilu, sehingga bisa terlihat, suara koalisi non parleman tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Budi Satrio mengatakan adanya koalisi partai politik (parpol) non parlemen ini merupakan hal yang positif dalam demokrasi. Dia mencata setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian.
(Baca juga: Perindo Ungkap Tiga Hal Fundemental Koalisi Parpol Non-Parlemen)
Pertama masyarakat diingatkan ada parpol lain yang mempunyai suara  namun berada di luar parlemen. Bukan parpol baru yang belum ada suaranya.  Sehingga ini yang membedakan.
&amp;ldquo;Kalau yang baru belum punya suara, tapi parpol non parlemen ini sudah ada suaranya,&amp;rdquo; kata Hendsat sapaan Hendri Budi Susilo dalam  diskusi  Menakar Taji Koalisi Parpol Non Parlemen, Rabu  (9/3/2022) malam.
Kedua parpol non parlemen ini dapat menjadi parpol alterntif dalam menyampiakan aspirasi. Bila selama bersuara lewat parpol di parlemen belum ada respon maupun tidak didengarkan dapat menyalurkanya melalui parpol non parlemen ini.
&amp;ldquo;Jadi ada harapan lain buat masyarakat Indonesia dalam menyuarakan aspirasinya,&amp;rdquo; jelas Dosen Komunikasi Politik  Universitas Parimdiina itu.
Namun menurut Hendsat  bukan berarti tidak ada tantangannya dan ini hal ketiga yang harus menjadi perhatian parpol non parlemen, yakni bagaimana koalisi ini bisa solid terus.Misalnya, ada satu parpol didekati parpol diparlemen dan ditawari kerjasama dengan ditawari jabatan dirasa cocok lalu lepas dari koalisi. Sehingga kesolidan parpol non parlemen ini lebih diuji daripada parpol di parlemen.
&amp;ldquo;Sebab ini memperjuangan hal-hal baru. Untuk itu disarankan koaliasi parpol non parlemen ini membahas soal isu-isu yang menjadi kebutuhan publik saat ini, seperti isu komoditi bahan pokok termasuk juga penundaan pemilu, sehingga bisa terlihat, suara koalisi non parleman tersebut,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
