<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beda Paham, Motif Pelaku Bacok Kiai yang Sedang Zikir di Indramayu</title><description>Polisi mengungkap motif pelaku bacok kiai yang tengah zikir di Indramayu.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu"/><item><title>Beda Paham, Motif Pelaku Bacok Kiai yang Sedang Zikir di Indramayu</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2022 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu-44wgF5WS2v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat memberikan keterangan pers terkait pembacokan terhadap kiai di Indramayu. (MNC Portal/Agung Bakti Sarasa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/340/2559636/beda-paham-motif-pelaku-bacok-kiai-yang-sedang-zikir-di-indramayu-44wgF5WS2v.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat memberikan keterangan pers terkait pembacokan terhadap kiai di Indramayu. (MNC Portal/Agung Bakti Sarasa)</title></images><description>BANDUNG - Polisi mengungkap motif di balik pembacokan terhadap pengasuh Pondok Pesantren An Nur, KH Farid Ashr Waddahr, saat tengah berzikir di Desa Tegal Mulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi di lingkungan sekitar, pelaku memiliki paham yang berbeda.

&quot;Info dari masyarakat, tersangka memiliki paham yang berbeda,&quot; ucap Ibrahim di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022).

Ia melanjutkan, hal itu diperkuat hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Menurutnya, perbedaan paham yang dimiliki pelaku membuatnya merasa terganggu oleh aktivitas zikir yang dilakukan korban dan kerap dihadiri banyak orang.

&quot;Menurut tersangka, wirid (zikir) bertentangan dengan fikih yang dia pahami. Pelaku menganggapnya sebagai pesugihan. Jadi, ini paham yang keliru paham yang dimiliki oleh tersangka,&quot; ucap Ibrahim.

BACA JUGA:Tragis! Seorang Kiai Terkapar Dicelurit Pria Misterius saat Khataman Alquran

&quot;Motif kejahatannya karena merasa terganggu aktivitas zikir di malam hari dengan mendatangkan banyak orang,&quot; tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pengasuh Pondok Pesantren An Nur, di Desa Tegal Mulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu menjadi korban pembacokan saat tengah wirid di musala.

BACA JUGA:Tragis! Seorang Kiai Terkapar Dicelurit Pria Misterius saat Khataman Alquran

Yang mengenaskan, pelaku juga mendatangi rumah korban, lalu membacok istri dan keponakannya dengan sadis.



Keluarga pengasuh pondok pesantren An Nur, Azun Maudzun, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 8 Maret 2022 malam. Saat itu, korban yang bernama KH Farid Ashr Waddahr sedang zikir di musala.

&quot;Korban mengalami luka bacok parah di kepala. Sedang istrinya, mengalami luka bacok di tangan dan kepala. Kondisinya saat ini masih kritis di rumah sakit,&quot; katanya, Rabu (9/3/2022).


</description><content:encoded>BANDUNG - Polisi mengungkap motif di balik pembacokan terhadap pengasuh Pondok Pesantren An Nur, KH Farid Ashr Waddahr, saat tengah berzikir di Desa Tegal Mulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi di lingkungan sekitar, pelaku memiliki paham yang berbeda.

&quot;Info dari masyarakat, tersangka memiliki paham yang berbeda,&quot; ucap Ibrahim di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (10/3/2022).

Ia melanjutkan, hal itu diperkuat hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Menurutnya, perbedaan paham yang dimiliki pelaku membuatnya merasa terganggu oleh aktivitas zikir yang dilakukan korban dan kerap dihadiri banyak orang.

&quot;Menurut tersangka, wirid (zikir) bertentangan dengan fikih yang dia pahami. Pelaku menganggapnya sebagai pesugihan. Jadi, ini paham yang keliru paham yang dimiliki oleh tersangka,&quot; ucap Ibrahim.

BACA JUGA:Tragis! Seorang Kiai Terkapar Dicelurit Pria Misterius saat Khataman Alquran

&quot;Motif kejahatannya karena merasa terganggu aktivitas zikir di malam hari dengan mendatangkan banyak orang,&quot; tuturnya.

Sebagaimana diketahui, pengasuh Pondok Pesantren An Nur, di Desa Tegal Mulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu menjadi korban pembacokan saat tengah wirid di musala.

BACA JUGA:Tragis! Seorang Kiai Terkapar Dicelurit Pria Misterius saat Khataman Alquran

Yang mengenaskan, pelaku juga mendatangi rumah korban, lalu membacok istri dan keponakannya dengan sadis.



Keluarga pengasuh pondok pesantren An Nur, Azun Maudzun, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 8 Maret 2022 malam. Saat itu, korban yang bernama KH Farid Ashr Waddahr sedang zikir di musala.

&quot;Korban mengalami luka bacok parah di kepala. Sedang istrinya, mengalami luka bacok di tangan dan kepala. Kondisinya saat ini masih kritis di rumah sakit,&quot; katanya, Rabu (9/3/2022).


</content:encoded></item></channel></rss>
