<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Hoegeng Pura-Pura Jadi Monyet</title><description>Hoegeng pernah berpura-pura menirukan gaya dan suara monyet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet"/><item><title>Ketika Hoegeng Pura-Pura Jadi Monyet</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet</guid><pubDate>Jum'at 11 Maret 2022 06:36 WIB</pubDate><dc:creator> Alyssa Nazira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/10/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet-twQos0RA0O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hoegeng (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/10/337/2559579/ketika-hoegeng-pura-pura-jadi-monyet-twQos0RA0O.jpg</image><title>Hoegeng (Ist)</title></images><description>KAPOLRI ke-5 RI, Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso gemar memelihara binatang. Di rumah Hoegeng pun terdapat beberapa hewan peliharaan, mulai dari burung, ayam, hingga monyet, bahkan orang utan atau siamang.

Ada cerita lucu yang terjadi antara Hoegeng dengan salah satu peliharaannya itu. Orang utan yang merupakan pemberian sejumlah orang, yang telah diurus dan dirawat seperti anaknya sendiri itu, rupanya pernah membuat ulah. Atas ulahnya, Hoegeng, yang merupakan sang pemilik berpura-pura sebagai monyet.

Suatu saat, salah satu dari tiga orang utan milik Hoegeng itu lepas dan memasuki pekarangan rumah tetangganya. Pengurus rumah tangganya yang melihat hal tersebut lantas mengejar orang utan ke rumah tetangganya itu. Mungkin merasa panik atau ingin mengajak bermain, orang utan tersebut malah naik ke atas genteng milik tetangganya itu. Saat dipanggil-panggil, orang utan itu juga tidak turun-turun.

Akhirnya, karena bingung, pengurus rumah tangga Hoegeng pun pulang ke rumah. Ia segera melaporkan hal tersebut kepada Hoegeng.

Mendengar hal tersebut, Hoegeng turun tangan. Ia segera menuju ke rumah tetangganya. Ia bermaksud naik ke genteng untuk menangkap orang utan miliknya itu. Tentunya setelah meminta izin kepada sang pemilik rumah. Setelah izin telah ia dapatkan, Hoegeng segera memanjat. Sesampainya ia di atas genteng rumah tetangganya itu, ia segera memanggil-manggil orang utan tersebut agar menghampirinya.

BACA JUGA:Hoegeng Namai Orangutan Peliharaannya Soedomo, Alasannya Bikin Kaget

Seolah tidak peduli dengan keberadaan sang pemilik, orang utan tersebut tetap diam bergeming. Namun, Hoegeng tidak menyerah sampai di situ. Ia kembali mengatur strategi.

Hoegeng tiba-tiba berpura-pura menjadi monyet, dengan menirukan gaya dan suara monyet. Ia berpikir mungkin orang utan tersebut akan menganggap dirinya sebagai &amp;lsquo;saudara&amp;rsquo;-nya.

Benar saja, orang utan tersebut akhirnya tiba-tiba mau mendekat dan meminta untuk dipeluk. Akhirnya cara Hoegeng berhasil. Ia segera memeluk dan membawa orang utan miliknya tersebut untuk turun dari atas genteng rumah tetangganya.

Jika dipikir-pikir kejadian tersebut sangatlah lucu. Hoegeng yang dikenal sebagai pejabat penting negara dan merupakan salah satu tokoh kepolisian Indonesia, terpaksa berpura-pura menjadi monyet demi orang utan miliknya, yang telah ia anggap sebagai anak sendiri itu.

Sumber: Buku Hoegeng Polisi dan Menteri karya Suhartono
</description><content:encoded>KAPOLRI ke-5 RI, Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso gemar memelihara binatang. Di rumah Hoegeng pun terdapat beberapa hewan peliharaan, mulai dari burung, ayam, hingga monyet, bahkan orang utan atau siamang.

Ada cerita lucu yang terjadi antara Hoegeng dengan salah satu peliharaannya itu. Orang utan yang merupakan pemberian sejumlah orang, yang telah diurus dan dirawat seperti anaknya sendiri itu, rupanya pernah membuat ulah. Atas ulahnya, Hoegeng, yang merupakan sang pemilik berpura-pura sebagai monyet.

Suatu saat, salah satu dari tiga orang utan milik Hoegeng itu lepas dan memasuki pekarangan rumah tetangganya. Pengurus rumah tangganya yang melihat hal tersebut lantas mengejar orang utan ke rumah tetangganya itu. Mungkin merasa panik atau ingin mengajak bermain, orang utan tersebut malah naik ke atas genteng milik tetangganya itu. Saat dipanggil-panggil, orang utan itu juga tidak turun-turun.

Akhirnya, karena bingung, pengurus rumah tangga Hoegeng pun pulang ke rumah. Ia segera melaporkan hal tersebut kepada Hoegeng.

Mendengar hal tersebut, Hoegeng turun tangan. Ia segera menuju ke rumah tetangganya. Ia bermaksud naik ke genteng untuk menangkap orang utan miliknya itu. Tentunya setelah meminta izin kepada sang pemilik rumah. Setelah izin telah ia dapatkan, Hoegeng segera memanjat. Sesampainya ia di atas genteng rumah tetangganya itu, ia segera memanggil-manggil orang utan tersebut agar menghampirinya.

BACA JUGA:Hoegeng Namai Orangutan Peliharaannya Soedomo, Alasannya Bikin Kaget

Seolah tidak peduli dengan keberadaan sang pemilik, orang utan tersebut tetap diam bergeming. Namun, Hoegeng tidak menyerah sampai di situ. Ia kembali mengatur strategi.

Hoegeng tiba-tiba berpura-pura menjadi monyet, dengan menirukan gaya dan suara monyet. Ia berpikir mungkin orang utan tersebut akan menganggap dirinya sebagai &amp;lsquo;saudara&amp;rsquo;-nya.

Benar saja, orang utan tersebut akhirnya tiba-tiba mau mendekat dan meminta untuk dipeluk. Akhirnya cara Hoegeng berhasil. Ia segera memeluk dan membawa orang utan miliknya tersebut untuk turun dari atas genteng rumah tetangganya.

Jika dipikir-pikir kejadian tersebut sangatlah lucu. Hoegeng yang dikenal sebagai pejabat penting negara dan merupakan salah satu tokoh kepolisian Indonesia, terpaksa berpura-pura menjadi monyet demi orang utan miliknya, yang telah ia anggap sebagai anak sendiri itu.

Sumber: Buku Hoegeng Polisi dan Menteri karya Suhartono
</content:encoded></item></channel></rss>
