<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Gayatri di Balik Kepemimpinan Tribhuwana Raja Majapahit</title><description>Konon masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi hanya berlangsung sampai sang ibunda meninggal pada tahun 1350.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit"/><item><title>Sosok Gayatri di Balik Kepemimpinan Tribhuwana Raja Majapahit</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit</guid><pubDate>Jum'at 11 Maret 2022 07:26 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit-an24zUlSh7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2559827/sosok-gayatri-di-balik-kepemimpinan-tribhuwana-raja-majapahit-an24zUlSh7.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi raja perempuan pertama di Kerajaan Majapahit. Tribhuwana Wijayatunggadewi merupakan anak dari Raden Wijaya atau Dyah Wiajaya, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit.
Semasa menjabat sebagai raja Majapahit Tribhuwana Wijayatunggadewi bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani, hal ini sesuai pada catatan sejarah di Prasasti Berumbung. Dikutip dari buku &quot;Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa&quot; dari Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, raja perempuan pertama ini naik tahta setelah menggantikan Jayanagara.
Konon masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi hanya berlangsung sampai sang ibunda meninggal pada tahun 1350. Informasi ini membuat kesan adanya pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi hanya sebagai wakil dari Gayatri yang menolak naik tahta menjadi raja, dan memilih menjadi pendeta Buddha.
Pada kitab Kakawin Negarakertagama disebutkan semasa menjalankan pemerintahannya di Majapahit (1328 - 1350), Tribhuwana Wijayatunggadewi didampingi oleh Kertawardhana. Sementara di Serat Pararaton disebutkan, bahwa awal pemerintahan Tribhuwana didampingi oleh Patih Amangkubhumi Arya Tadah.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Istri Raja Majapahit Raden Wijaya, Gayatri Perekrut Gajah Mada
Pada tahun 1251 Saka, Arya Tadah sakit hingga merasa sudah tidak mampu lagi mengemban tugasnya sebagai patih amangkubhumi. Arya Tadah pun memohon kepada Tribhuwana Wijayatunggadewi agar melepaskan jabatannya sebagai Patih Amangkubhumi.
Baca juga:&amp;nbsp;Saat Gajah Mada Menolak Diberi Jabatan Strategis di Kerajaan MajapahitTetapi karena belum menemukan orang yang tepat, permintaan Arya Tadah ditolak oleh sang raja. Namun Tribhuwana akhirnya mengabulkan permohonan itu manakala Arya Tadah kembali menyebut satu nama yang menjadi kandidat penggantinya, yakni Gajah Mada.
Nama Gajah Mada sendiri muncul usai berjasa besar menyelamatkan Jayanagara dan keluarga Majapahit dari pemberontakan yang digagas Ra Kuti, hingga akhirnya Tribhuwana naik menjadi raja di Majapahit.
Baca juga:&amp;nbsp;Jabatan Mahapatih Majapahit Diemban Beberapa Orang Sepeninggal Gajah Mada</description><content:encoded>JAKARTA - Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi raja perempuan pertama di Kerajaan Majapahit. Tribhuwana Wijayatunggadewi merupakan anak dari Raden Wijaya atau Dyah Wiajaya, pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit.
Semasa menjabat sebagai raja Majapahit Tribhuwana Wijayatunggadewi bergelar Sri Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani, hal ini sesuai pada catatan sejarah di Prasasti Berumbung. Dikutip dari buku &quot;Perempuan - Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa&quot; dari Krishna Bayu Adji dan Sri Wintala Achmad, raja perempuan pertama ini naik tahta setelah menggantikan Jayanagara.
Konon masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi hanya berlangsung sampai sang ibunda meninggal pada tahun 1350. Informasi ini membuat kesan adanya pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi hanya sebagai wakil dari Gayatri yang menolak naik tahta menjadi raja, dan memilih menjadi pendeta Buddha.
Pada kitab Kakawin Negarakertagama disebutkan semasa menjalankan pemerintahannya di Majapahit (1328 - 1350), Tribhuwana Wijayatunggadewi didampingi oleh Kertawardhana. Sementara di Serat Pararaton disebutkan, bahwa awal pemerintahan Tribhuwana didampingi oleh Patih Amangkubhumi Arya Tadah.
Baca juga:&amp;nbsp;4 Istri Raja Majapahit Raden Wijaya, Gayatri Perekrut Gajah Mada
Pada tahun 1251 Saka, Arya Tadah sakit hingga merasa sudah tidak mampu lagi mengemban tugasnya sebagai patih amangkubhumi. Arya Tadah pun memohon kepada Tribhuwana Wijayatunggadewi agar melepaskan jabatannya sebagai Patih Amangkubhumi.
Baca juga:&amp;nbsp;Saat Gajah Mada Menolak Diberi Jabatan Strategis di Kerajaan MajapahitTetapi karena belum menemukan orang yang tepat, permintaan Arya Tadah ditolak oleh sang raja. Namun Tribhuwana akhirnya mengabulkan permohonan itu manakala Arya Tadah kembali menyebut satu nama yang menjadi kandidat penggantinya, yakni Gajah Mada.
Nama Gajah Mada sendiri muncul usai berjasa besar menyelamatkan Jayanagara dan keluarga Majapahit dari pemberontakan yang digagas Ra Kuti, hingga akhirnya Tribhuwana naik menjadi raja di Majapahit.
Baca juga:&amp;nbsp;Jabatan Mahapatih Majapahit Diemban Beberapa Orang Sepeninggal Gajah Mada</content:encoded></item></channel></rss>
