<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun PSEL, Wali Kota Tangerang Sebut 2.200 Ton Sampah Akan Diolah Jadi Listrik per Hari</title><description>Pemerintah Kota Tangerang merencanakan pembuatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA tersebut.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari"/><item><title>Bangun PSEL, Wali Kota Tangerang Sebut 2.200 Ton Sampah Akan Diolah Jadi Listrik per Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari</guid><pubDate>Jum'at 11 Maret 2022 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari-MdQo4WHTtO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/338/2560241/bangun-psel-wali-kota-tangerang-sebut-2-200-ton-sampah-akan-diolah-jadi-listrik-per-hari-MdQo4WHTtO.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengungkapkan, keberadaan TPA Rawa Kucing yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan gerbang masuk ke Indonesia (dari luar negeri) harus ditangani dengan benar, agar tidak mengganggu dan memberikan citra yang kurang baik.

Untuk itu Pemerintah Kota Tangerang merencanakan pembuatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA tersebut.

&amp;ldquo;Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan yang diberikan, adanya keterbatasan-keterbatasan Pemerintah Daerah seperti sumber daya manusia, regulasi-regulasi yang tumpang tindih, maka kami butuh pendampingan secara continue oleh Pemerintah Pusat dalam menyelesaikan PSEL ini, seperti bantuan regulasi hingga bantuan pendanaan,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8xMC8xLzE0NTg3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Keberadaan PSEL pada kota besar di Indonesia seperti Kota Tangerang akan memberikan dampak positif dari perspektif pengurangan volume sampah yang selama ini semakin menggunung dan menempatkan banyak kota di Indonesia dalam situasi darurat sampah, hingga mengurangi kebutuhan lahan TPA, mengurangi dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta FABA (Fly Ash and Bottom Ash) yang dapat dimanfaatkan, melalui pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik.

BACA JUGA:Bangun PSEL untuk Tanggulangi Sampah, Pemkot Tangerang Minta Saran Pusat

PSEL Kota Tangerang akan berada di TPA Rawa Kucing yang hanya berjarak 1,3 km dari pagar Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Menimbang adanya ketentuan pembatasan ketinggian bangunan di seluruh wilayah administrasi Kota Tangerang yang termasuk dalam Kawasan Keselamatan dan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Soekarno Hatta, maka proyek ini akan dikembangkan pada dua lokasi yaitu di lokasi TPA Rawa Kucing dan Jatiuwung.

Untuk lokasi yang di TPA Rawa Kucing akan dibangun sistem pengolahan sampah yang menghasilkan Refused Derived Fuel (RDF) dan fasilitas pengolahan biologis Anaerobic Digester (AD) yang dilengkapi dengan unit pembangkit panas dan listrik dari biogas.

BACA JUGA:Atasi Problem Sampah, Ketua DPD RI Minta Daerah Bangun PSEL

Kapasitas pengolahan sampah di TPA Rawa Kucing mampu mencapai 2.200 ton per hari, dan berpotensi membangkitkan daya listrik sampai dengan 13,5 MW. Kemudian RDF yang dihasilkan di TPA Rawa Kucing digunakan sebagai bahan bakar dari pembangkit listrik thermal yang berada di lokasi kedua, yaitu Jatiuwung yang dapat membangkitkan tenaga listrik sampai dengan 25 MW.

Sementara itu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menekankan bahwa untuk mengatasi permasalahan sampah ini semua pihak harus kompak dan bekerjasama dengan baik untuk dapat membangun lingkungan yang berkelanjutan.

&amp;ldquo;Kita harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah  negara yang maju dan mampu mengelola sampahnya. Saya menitipkan agar  Pimpinan Daerah dan DPRD untuk bahu membahu untuk membuat rakyat  sejahtera dan dapat menikmati kebersihan,&amp;rdquo; tutup Menko Luhut.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  (Kemenkomarvest) berkomitmen terus mengakselerasi amanat Peraturan  Presiden (Perpres) No.35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan  Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi  Ramah Lingkungan (PSEL) yang berfokus kepada 12 Kota besar di Indonesia.

Diketahui,  Realisasi investasi bidang pengolahan sampah berteknologi  ramah lingkungan resmi terlaksana, antara PT. Oligo Infra Swarna  Nusantara (Oligo) dengan Pemerintah Kota Tangerang

Presiden Direktur PT Oligo Infra Swarna Nusantara, Jacques Assouline  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat  khususnya Kemenko Marvest, Pemkot Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang  yang telah mendukung proses pembahasan kerjasama investasi hingga  penandatangan ini dapat berjalan dengan lancar.

Penandatanganan PKS dilakukan antara Pemerintah Kota Tangerang yang  diwakili oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dan PT. Oligo Infra  Swarna Nusantara diwakili oleh serta Komisaris Utama Prof. Dr. Bambang  P. Brodjonegoro.

Jacques juga menjelaskan nilai investasi Oligo pada PSEL Kota  Tangerang yakni sebesar Rp 2,585 triliun atau USD 184,65 juta (Rp  14.500/USD). Nilai investasi ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia  telah berhasil menjadi negara yang ramah investor dan sekaligus  membuktikan komitmen Indonesia dalam peningkatan kualitas kesehatan  masyarakat melalui peningkatan tata kelola persampahan.

Sementara, Presiden Komisaris PT Oligo Infra Swarna Nusantara,  Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu  meninggalkan pengolahan sampah cara-cara tradisional.

&quot;Aktivitas ekonomi yang selama ini bersifat linier di mana limbahnya  tidak terurus dan menjadi beban perlu diberikan distrupsi produktif  dengan ekonomi sirkuler dimana limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi  akan diolah kembali sekaligus menjadi nilai tambah yang produktif  seperti energi&quot;, jelas Bambang.
</description><content:encoded>TANGERANG - Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah mengungkapkan, keberadaan TPA Rawa Kucing yang dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan gerbang masuk ke Indonesia (dari luar negeri) harus ditangani dengan benar, agar tidak mengganggu dan memberikan citra yang kurang baik.

Untuk itu Pemerintah Kota Tangerang merencanakan pembuatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sekitar TPA tersebut.

&amp;ldquo;Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan yang diberikan, adanya keterbatasan-keterbatasan Pemerintah Daerah seperti sumber daya manusia, regulasi-regulasi yang tumpang tindih, maka kami butuh pendampingan secara continue oleh Pemerintah Pusat dalam menyelesaikan PSEL ini, seperti bantuan regulasi hingga bantuan pendanaan,&amp;rdquo; jelasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8xMC8xLzE0NTg3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Keberadaan PSEL pada kota besar di Indonesia seperti Kota Tangerang akan memberikan dampak positif dari perspektif pengurangan volume sampah yang selama ini semakin menggunung dan menempatkan banyak kota di Indonesia dalam situasi darurat sampah, hingga mengurangi kebutuhan lahan TPA, mengurangi dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta FABA (Fly Ash and Bottom Ash) yang dapat dimanfaatkan, melalui pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik.

BACA JUGA:Bangun PSEL untuk Tanggulangi Sampah, Pemkot Tangerang Minta Saran Pusat

PSEL Kota Tangerang akan berada di TPA Rawa Kucing yang hanya berjarak 1,3 km dari pagar Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Menimbang adanya ketentuan pembatasan ketinggian bangunan di seluruh wilayah administrasi Kota Tangerang yang termasuk dalam Kawasan Keselamatan dan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Soekarno Hatta, maka proyek ini akan dikembangkan pada dua lokasi yaitu di lokasi TPA Rawa Kucing dan Jatiuwung.

Untuk lokasi yang di TPA Rawa Kucing akan dibangun sistem pengolahan sampah yang menghasilkan Refused Derived Fuel (RDF) dan fasilitas pengolahan biologis Anaerobic Digester (AD) yang dilengkapi dengan unit pembangkit panas dan listrik dari biogas.

BACA JUGA:Atasi Problem Sampah, Ketua DPD RI Minta Daerah Bangun PSEL

Kapasitas pengolahan sampah di TPA Rawa Kucing mampu mencapai 2.200 ton per hari, dan berpotensi membangkitkan daya listrik sampai dengan 13,5 MW. Kemudian RDF yang dihasilkan di TPA Rawa Kucing digunakan sebagai bahan bakar dari pembangkit listrik thermal yang berada di lokasi kedua, yaitu Jatiuwung yang dapat membangkitkan tenaga listrik sampai dengan 25 MW.

Sementara itu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menekankan bahwa untuk mengatasi permasalahan sampah ini semua pihak harus kompak dan bekerjasama dengan baik untuk dapat membangun lingkungan yang berkelanjutan.

&amp;ldquo;Kita harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah  negara yang maju dan mampu mengelola sampahnya. Saya menitipkan agar  Pimpinan Daerah dan DPRD untuk bahu membahu untuk membuat rakyat  sejahtera dan dapat menikmati kebersihan,&amp;rdquo; tutup Menko Luhut.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  (Kemenkomarvest) berkomitmen terus mengakselerasi amanat Peraturan  Presiden (Perpres) No.35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan  Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi  Ramah Lingkungan (PSEL) yang berfokus kepada 12 Kota besar di Indonesia.

Diketahui,  Realisasi investasi bidang pengolahan sampah berteknologi  ramah lingkungan resmi terlaksana, antara PT. Oligo Infra Swarna  Nusantara (Oligo) dengan Pemerintah Kota Tangerang

Presiden Direktur PT Oligo Infra Swarna Nusantara, Jacques Assouline  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat  khususnya Kemenko Marvest, Pemkot Tangerang, dan DPRD Kota Tangerang  yang telah mendukung proses pembahasan kerjasama investasi hingga  penandatangan ini dapat berjalan dengan lancar.

Penandatanganan PKS dilakukan antara Pemerintah Kota Tangerang yang  diwakili oleh Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah dan PT. Oligo Infra  Swarna Nusantara diwakili oleh serta Komisaris Utama Prof. Dr. Bambang  P. Brodjonegoro.

Jacques juga menjelaskan nilai investasi Oligo pada PSEL Kota  Tangerang yakni sebesar Rp 2,585 triliun atau USD 184,65 juta (Rp  14.500/USD). Nilai investasi ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia  telah berhasil menjadi negara yang ramah investor dan sekaligus  membuktikan komitmen Indonesia dalam peningkatan kualitas kesehatan  masyarakat melalui peningkatan tata kelola persampahan.

Sementara, Presiden Komisaris PT Oligo Infra Swarna Nusantara,  Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu  meninggalkan pengolahan sampah cara-cara tradisional.

&quot;Aktivitas ekonomi yang selama ini bersifat linier di mana limbahnya  tidak terurus dan menjadi beban perlu diberikan distrupsi produktif  dengan ekonomi sirkuler dimana limbah yang muncul dari kegiatan ekonomi  akan diolah kembali sekaligus menjadi nilai tambah yang produktif  seperti energi&quot;, jelas Bambang.
</content:encoded></item></channel></rss>
