<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Energoatom: Rusia Ingin Ambil Alih dan Kendali Penuh PLTN Zaporizhzhia yang Dikuasai Ukraina</title><description>PLTN itu sekarang milik Rosatom, perusahaan nuklir negara Rusia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina"/><item><title>Energoatom: Rusia Ingin Ambil Alih dan Kendali Penuh PLTN Zaporizhzhia yang Dikuasai Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina</guid><pubDate>Sabtu 12 Maret 2022 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina-teJTH8UXhb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTN Zaporizhzhia di Ukraina (Foto:reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/12/18/2560552/energoatom-rusia-ingin-ambil-alih-dan-kendali-penuh-pltn-zaporizhzhia-yang-dikuasai-ukraina-teJTH8UXhb.jpg</image><title>PLTN Zaporizhzhia di Ukraina (Foto:reuters)</title></images><description>UKRAINA &amp;ndash; Kepala perusahaan nuklir negara Ukraina, Energoatom, mengatakan para pejabat Rusia telah mencoba untuk masuk dan mengambil kendali penuh dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Kepala Energoatom, Petro Kotin, mengatakan pasukan Rusia telah memberi tahu staf Ukraina di pabrik itu bahwa PLTN itu sekarang milik Rosatom, perusahaan nuklir negara Rusia.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Kotin mengatakan 10 pejabat dari Rosatom - termasuk dua insinyur senior - tidak berhasil memasuki pabrik dan mengambil kendali operasi.
&quot;Di wilayah pembangkit ada sekitar 500 tentara Rusia dengan senjata otomatis staf kami berada dalam kondisi psikologis yang sangat buruk,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pembangkit Nuklir Terbakar, Menlu Ukraina: Rusia Menembak dari Semua Sisi 
Kotin mengatakan pada Jumat (11/3)  bahwa bahan radioaktif di pembangkit nuklir Chernobyl masih disimpan dengan aman di gudang, tetapi memperingatkan bahwa pembangkit itu tetap terputus dari sistem pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Baca juga:&amp;nbsp;PLTN Zaporizhzhia Dikuasai Pasukan Rusia, Kebakaran Sudah Padam </description><content:encoded>UKRAINA &amp;ndash; Kepala perusahaan nuklir negara Ukraina, Energoatom, mengatakan para pejabat Rusia telah mencoba untuk masuk dan mengambil kendali penuh dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Kepala Energoatom, Petro Kotin, mengatakan pasukan Rusia telah memberi tahu staf Ukraina di pabrik itu bahwa PLTN itu sekarang milik Rosatom, perusahaan nuklir negara Rusia.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Kotin mengatakan 10 pejabat dari Rosatom - termasuk dua insinyur senior - tidak berhasil memasuki pabrik dan mengambil kendali operasi.
&quot;Di wilayah pembangkit ada sekitar 500 tentara Rusia dengan senjata otomatis staf kami berada dalam kondisi psikologis yang sangat buruk,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pembangkit Nuklir Terbakar, Menlu Ukraina: Rusia Menembak dari Semua Sisi 
Kotin mengatakan pada Jumat (11/3)  bahwa bahan radioaktif di pembangkit nuklir Chernobyl masih disimpan dengan aman di gudang, tetapi memperingatkan bahwa pembangkit itu tetap terputus dari sistem pemantauan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Baca juga:&amp;nbsp;PLTN Zaporizhzhia Dikuasai Pasukan Rusia, Kebakaran Sudah Padam </content:encoded></item></channel></rss>
