<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perajin Keris Paling Terkenal, Ada Empu Gandring yang Tewas di Tangan Ken Arok</title><description>Keris merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia. Keberadaannya sudah ada pada zaman kerajaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok"/><item><title>Perajin Keris Paling Terkenal, Ada Empu Gandring yang Tewas di Tangan Ken Arok</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok</guid><pubDate>Sabtu 12 Maret 2022 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Alexandra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok-RriMHSDmhX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2560110/perajin-keris-paling-terkenal-ada-empu-gandring-yang-tewas-di-tangan-ken-arok-RriMHSDmhX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>KERIS merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia. Keberadaannya sudah ada pada zaman kerajaan. Hingga saat ini keris masih dibuat para perajin keris yang sering disebut empu. Beberapa empu ini ada yang menghasilkan keris legendaris. Berikut merupakan perajin-perajin keris yang terkenal.
1, Empu Gandring
Empu Gandring merupakan pembuat keris terkenal pada zaman kerajaan dahulu. Ia berasal dari desa Lulumbang atau Palumbangan, Kecamatan Doko, Blitar. Ia adalah sahabat Bango Samparan, ayah angkat Ken Arok.
Mpu Gandring sering diceritakan dalam kitab Paraton. Ketika itu Ken Arok memesan keris dengan jangka waktu dua belas bulan, namun keris itu berhasil diselesaikan Empu Gandring sebelum tenggat berakhir. Ken Arok justru menikam Empu Gandring dengan keris tersebut.
Sebelum meninggal, Empu Gandring lantas membuat kutukan bahwa tujuh keturunan Ken Arok akan tewas dengan keris tersebut.
Alasan utama Ken Arok memesan keris tersebut ialah agar bisa membunuh Tunggul Ametung,  mempersunting Ken Dedes dan menguasai Tumapel saat itu. Keris buatan Empu Gandring tersebut lantas menewaskan beberapa petinggi Kerajaan Singasari. Contohnya ialah Ken Arok, Anusapati, dan Tohjaya. Keris buatan Empu Gandring itu konon memiliki kemampuan supranatural.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8xMy81LzEwMTI0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;2. Empu Supodriyo
Empu Supodriyo merupakan ahli keris Kerajaan Majapahit yang hidup  sekitar abad ke-15. Empu Supodriyo adalah suami Dewi Rasawulan, adik  Sunan Kalijaga. Sebelum menikah dengan Dewi Rasawulan, ia menganut agama  Hindu dan berpindah ke agama Islam setelah berbicara dengan Sunan  Kalijaga.
Sebuah legenda mengisahkan Sunan Kalijaga meminta tolong untuk  dibuatkan keris conten sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih  kambing). Lalu ia diberikan calon besi dengan ukuran sebesar biji asam  jawa.
Saat diberikan besi tersebut, Empu Supo kaget karena ternyata sangat  berat dan tak seimbang dengan besar wujudnya. Sunan Kalijaga pun  mengatakan bahwa besar besi tersebut seperti gunung. Besi itu pun  langsung dikerjakan oleh Empu Supo sehingga jadilah keris.
Sunan Kalijaga sangat kagum dan perasaannya tersentuh saat melihat  keris itu selesai dibuat. Awalnya besi tersebut ingin dibuat pegangan  lebai namun malah menghasilkan keris Jawa asli Majapahit dengan luk tiga  belas. Keris itu kemudian dinamai Kyai Sengkelat karena kerisnya  berwarna merah.
Empu Supo pun diberikan lagi besi sebesar kemiri dan olehnya dibuat  sebilah keris yang mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Sunan  Kalijaga menamai keris itu Kyai Carubuk.3, Empu  Sungkowo Harumbrojo
Empu Sungkowo merupakan generasi ke-17 dari Empu Supodriyo, perajin   keris dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Empu Sungkowo merupakan   perajin keris terkenal di Yogyakarta. Keris buatan putra Empu Djeno   Harumbrojo ini pun dimiliki oleh Sultan Hamengkubuwono IX.
Untuk menjadi seorang empu, tidak bisa jika hanya mengandalkan garis   keturunan. Sungkowo pun menekuni profesi sebagai perajin keris agar   memperoleh gelar empu sejak 1995. Sebelum menekuni menjadi perajin   keris, ia sempat bekerja di balai batik. Bengkel kerisnya terletak di   Dusun Gatak, Sleman.
Ia juga dulu sering membantu Empu Djeno, ayahnya, saat membuat keris.   Saat itu, ia bertugas sebagai panjak atau asistem pembantu empu.   Tugasnya ialah menempa besi panas, mengatur bara api, dan membantu   proses pengikiran keris. Ia mendapatkan banyak bimbingan selama menjadi   panjak. Setelah Empu Djeno meninggal, ia meneruskan warisan ayahnya   untuk membuat sejumlah keris.
Peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam membuat keris ialah kikir,   palu berbagai macam ukuran, pencapit besi, gergaji, dan peralatan   menempa. Dalam proses pembuatan keris, Empu Sungkowo melakukannya secara   tradisional. Selain harus melalui 53 tahapan, untuk menghasilkan satu   buah keris Empu Sungkowo memerlukan waktu 30 sampai 40 hari.
Saat pembuatannya pun terdapat sejumlah pantangan yang harus dilakukan seperti berpuasa dan ritual-ritual tertentu. (kha)</description><content:encoded>KERIS merupakan salah satu senjata tradisional Indonesia. Keberadaannya sudah ada pada zaman kerajaan. Hingga saat ini keris masih dibuat para perajin keris yang sering disebut empu. Beberapa empu ini ada yang menghasilkan keris legendaris. Berikut merupakan perajin-perajin keris yang terkenal.
1, Empu Gandring
Empu Gandring merupakan pembuat keris terkenal pada zaman kerajaan dahulu. Ia berasal dari desa Lulumbang atau Palumbangan, Kecamatan Doko, Blitar. Ia adalah sahabat Bango Samparan, ayah angkat Ken Arok.
Mpu Gandring sering diceritakan dalam kitab Paraton. Ketika itu Ken Arok memesan keris dengan jangka waktu dua belas bulan, namun keris itu berhasil diselesaikan Empu Gandring sebelum tenggat berakhir. Ken Arok justru menikam Empu Gandring dengan keris tersebut.
Sebelum meninggal, Empu Gandring lantas membuat kutukan bahwa tujuh keturunan Ken Arok akan tewas dengan keris tersebut.
Alasan utama Ken Arok memesan keris tersebut ialah agar bisa membunuh Tunggul Ametung,  mempersunting Ken Dedes dan menguasai Tumapel saat itu. Keris buatan Empu Gandring tersebut lantas menewaskan beberapa petinggi Kerajaan Singasari. Contohnya ialah Ken Arok, Anusapati, dan Tohjaya. Keris buatan Empu Gandring itu konon memiliki kemampuan supranatural.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8xMy81LzEwMTI0NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;2. Empu Supodriyo
Empu Supodriyo merupakan ahli keris Kerajaan Majapahit yang hidup  sekitar abad ke-15. Empu Supodriyo adalah suami Dewi Rasawulan, adik  Sunan Kalijaga. Sebelum menikah dengan Dewi Rasawulan, ia menganut agama  Hindu dan berpindah ke agama Islam setelah berbicara dengan Sunan  Kalijaga.
Sebuah legenda mengisahkan Sunan Kalijaga meminta tolong untuk  dibuatkan keris conten sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih  kambing). Lalu ia diberikan calon besi dengan ukuran sebesar biji asam  jawa.
Saat diberikan besi tersebut, Empu Supo kaget karena ternyata sangat  berat dan tak seimbang dengan besar wujudnya. Sunan Kalijaga pun  mengatakan bahwa besar besi tersebut seperti gunung. Besi itu pun  langsung dikerjakan oleh Empu Supo sehingga jadilah keris.
Sunan Kalijaga sangat kagum dan perasaannya tersentuh saat melihat  keris itu selesai dibuat. Awalnya besi tersebut ingin dibuat pegangan  lebai namun malah menghasilkan keris Jawa asli Majapahit dengan luk tiga  belas. Keris itu kemudian dinamai Kyai Sengkelat karena kerisnya  berwarna merah.
Empu Supo pun diberikan lagi besi sebesar kemiri dan olehnya dibuat  sebilah keris yang mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Sunan  Kalijaga menamai keris itu Kyai Carubuk.3, Empu  Sungkowo Harumbrojo
Empu Sungkowo merupakan generasi ke-17 dari Empu Supodriyo, perajin   keris dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Empu Sungkowo merupakan   perajin keris terkenal di Yogyakarta. Keris buatan putra Empu Djeno   Harumbrojo ini pun dimiliki oleh Sultan Hamengkubuwono IX.
Untuk menjadi seorang empu, tidak bisa jika hanya mengandalkan garis   keturunan. Sungkowo pun menekuni profesi sebagai perajin keris agar   memperoleh gelar empu sejak 1995. Sebelum menekuni menjadi perajin   keris, ia sempat bekerja di balai batik. Bengkel kerisnya terletak di   Dusun Gatak, Sleman.
Ia juga dulu sering membantu Empu Djeno, ayahnya, saat membuat keris.   Saat itu, ia bertugas sebagai panjak atau asistem pembantu empu.   Tugasnya ialah menempa besi panas, mengatur bara api, dan membantu   proses pengikiran keris. Ia mendapatkan banyak bimbingan selama menjadi   panjak. Setelah Empu Djeno meninggal, ia meneruskan warisan ayahnya   untuk membuat sejumlah keris.
Peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam membuat keris ialah kikir,   palu berbagai macam ukuran, pencapit besi, gergaji, dan peralatan   menempa. Dalam proses pembuatan keris, Empu Sungkowo melakukannya secara   tradisional. Selain harus melalui 53 tahapan, untuk menghasilkan satu   buah keris Empu Sungkowo memerlukan waktu 30 sampai 40 hari.
Saat pembuatannya pun terdapat sejumlah pantangan yang harus dilakukan seperti berpuasa dan ritual-ritual tertentu. (kha)</content:encoded></item></channel></rss>
