<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral 25 PMI Jadi Korban Human Trafficking, Hidup Terkatung-katung di Turki</title><description>Ke-25 pekerja migran asal Buleleng itu berangkat ke Turki November 2021 lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki"/><item><title>Viral 25 PMI Jadi Korban Human Trafficking, Hidup Terkatung-katung di Turki</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/12/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki</guid><pubDate>Sabtu 12 Maret 2022 02:44 WIB</pubDate><dc:creator>Mohamad Chusna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki-LscanLy6KJ.png" expression="full" type="image/jpeg">25 PMI jadi korban human trafficking di Turki. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/11/337/2560332/viral-25-pmi-jadi-korban-human-trafficking-hidup-terkatung-katung-di-turki-LscanLy6KJ.png</image><title>25 PMI jadi korban human trafficking di Turki. (Foto: Istimewa)</title></images><description>DENPASAR - Polda Bali menyelidiki laporan dugaan 25 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang kini terkatung-katung di Turki. Mereka diduga menjadi korban kejahatan human trafficking.&amp;nbsp;

&quot;Korban melalui kuasa hukumnya sudah membuat laporan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,&quot; kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Surawan, Jumat (11/3/2022).&amp;nbsp;

Ke-25 pekerja migran asal Buleleng itu berangkat ke Turki November 2021 lalu. Setiap orang mengeluarkan biaya Rp25 juta yang dibayarkan kepada agen yang saat ini masih didalami polisi.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Jadi Korban Perdagangan Manusia, 4 Gadis Sukabumi Dijual Muncikari ke Papua
Kecurigaan bermula saat mereka diberangkatkan dengan visa kunjungan wisata, bukan visa kerja. Sesampainya di Turki mereka tidak dipekerjakan sebagai house keeping sebagaimana perjanjian.&amp;nbsp;

Mereka juga tidak ditempatkan di apartemen untuk tempat tinggal, melainkan di sebuah mess. Di mess itu, mereka juga harus tidur bergantian karena terbatasnya jumlah tempat tidur.&amp;nbsp;

Hingga kini mereka masih berada di Turki. Mereka kemudian memposting video yang isinya minta segera dipulangkan ke Bali. Video itu sempat viral di sejumlah akun media sosial di Bali.&amp;nbsp;


</description><content:encoded>DENPASAR - Polda Bali menyelidiki laporan dugaan 25 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang kini terkatung-katung di Turki. Mereka diduga menjadi korban kejahatan human trafficking.&amp;nbsp;

&quot;Korban melalui kuasa hukumnya sudah membuat laporan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan,&quot; kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Surawan, Jumat (11/3/2022).&amp;nbsp;

Ke-25 pekerja migran asal Buleleng itu berangkat ke Turki November 2021 lalu. Setiap orang mengeluarkan biaya Rp25 juta yang dibayarkan kepada agen yang saat ini masih didalami polisi.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Jadi Korban Perdagangan Manusia, 4 Gadis Sukabumi Dijual Muncikari ke Papua
Kecurigaan bermula saat mereka diberangkatkan dengan visa kunjungan wisata, bukan visa kerja. Sesampainya di Turki mereka tidak dipekerjakan sebagai house keeping sebagaimana perjanjian.&amp;nbsp;

Mereka juga tidak ditempatkan di apartemen untuk tempat tinggal, melainkan di sebuah mess. Di mess itu, mereka juga harus tidur bergantian karena terbatasnya jumlah tempat tidur.&amp;nbsp;

Hingga kini mereka masih berada di Turki. Mereka kemudian memposting video yang isinya minta segera dipulangkan ke Bali. Video itu sempat viral di sejumlah akun media sosial di Bali.&amp;nbsp;


</content:encoded></item></channel></rss>
