<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konvoi Moge Tewaskan Bocah Kembar, Netizen: Kapan Mereka Bisa Hargai Nyawa Manusia?</title><description>Kekesalan warga atas insiden kecelakaan lalulintas yang menewaskan anak kembar di Pangandaran dilampiaskan melalui medsos</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia"/><item><title>Konvoi Moge Tewaskan Bocah Kembar, Netizen: Kapan Mereka Bisa Hargai Nyawa Manusia?</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia</guid><pubDate>Minggu 13 Maret 2022 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Maarif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia-oL9gdLdsjJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/13/337/2560881/konvoi-moge-tewaskan-bocah-kembar-netizen-kapan-mereka-bisa-hargai-nyawa-manusia-oL9gdLdsjJ.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>PANGANDARAN - Kekesalan warga Kabupaten Pangandaran atas insiden kecelakaan lalulintas yang menewaskan anak kembar di Pangandaran dilampiaskan melalui postingan disejumlah media sosial.
Berdasarkan pantauan, sejak kecelakaan tersebut terjadi, pada Sabtu (12/3/2022) siang, nampak pengguna media sosial asal warga Pangandaran melakukan postingan dengan pandangan negatif kepada pengguna Motor Gede.
Salah satu acount media sosial facebook menyebutkan dalam postingan &quot;Kapan Motor Gede Bisa Menghargai Nyawa Manusia,&quot; postingan itu pun direspon oleh beberpa pengguna Facebook.
BACA JUGA:Ketika Konvoi Motor Gede Tewaskan Bocah Kembar di Pangandaran
Data yang diperoleh dilapangan, kecelakaan lalulintas itu terjadi di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran tepatnya Dusun Kedungpalungpung RT 001/004 Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran pada pukul 13.00 WIB.
Warga setempat Pendi (50) menerangkan, motor Harley Davidson Nomor Polisi B 6227 HOG dikendarai oleh Agus Wandri kelahiran Padang (17/08/1970) warga Jalan Gadobangkong RT 03/01 Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Sedangkan motor Harley Davidson D 1993 NA dikendarai Angga Permana Putra kelahiran Bandung (26/06/1982) warga Jalan Gunung Batu Batu RT 02/11 Kecamatan Cimahi Utar, Kota Cimahi.&quot;Motor Harley Davidson itu konvoi dari arah Kota Banjar menuju Kabupaten Pangandaran,&quot; kata Pendi.
Sesampainya dilokasi kejadian, kondisi motor Harley Davidson dalam kecepatan tinggi menabrak penyebrang jalan bernama Hasan dan Husen yang merupakan anak kembar.
&quot;Hasan dan Husen langsung meninggal dunia ditempat karena luka yang dialami sangat parah,&quot; jelas Pendi.
Kejadian itu sempat jadi perhatian pengguna jalan dan mengakibatkan kemacetan.
&quot;Kejadian tersebut akibat kelalaian pengendara motor mengendarakan kendaraan dalam kecepatan tinggi,&quot; tegas Pendi.
Korban Husen Firdaus dan Hasan Firdaus merupakan anak kembar kelahiran (29/10/2013) pelajar yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.</description><content:encoded>PANGANDARAN - Kekesalan warga Kabupaten Pangandaran atas insiden kecelakaan lalulintas yang menewaskan anak kembar di Pangandaran dilampiaskan melalui postingan disejumlah media sosial.
Berdasarkan pantauan, sejak kecelakaan tersebut terjadi, pada Sabtu (12/3/2022) siang, nampak pengguna media sosial asal warga Pangandaran melakukan postingan dengan pandangan negatif kepada pengguna Motor Gede.
Salah satu acount media sosial facebook menyebutkan dalam postingan &quot;Kapan Motor Gede Bisa Menghargai Nyawa Manusia,&quot; postingan itu pun direspon oleh beberpa pengguna Facebook.
BACA JUGA:Ketika Konvoi Motor Gede Tewaskan Bocah Kembar di Pangandaran
Data yang diperoleh dilapangan, kecelakaan lalulintas itu terjadi di Jalan Raya Kalipucang-Pangandaran tepatnya Dusun Kedungpalungpung RT 001/004 Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran pada pukul 13.00 WIB.
Warga setempat Pendi (50) menerangkan, motor Harley Davidson Nomor Polisi B 6227 HOG dikendarai oleh Agus Wandri kelahiran Padang (17/08/1970) warga Jalan Gadobangkong RT 03/01 Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Sedangkan motor Harley Davidson D 1993 NA dikendarai Angga Permana Putra kelahiran Bandung (26/06/1982) warga Jalan Gunung Batu Batu RT 02/11 Kecamatan Cimahi Utar, Kota Cimahi.&quot;Motor Harley Davidson itu konvoi dari arah Kota Banjar menuju Kabupaten Pangandaran,&quot; kata Pendi.
Sesampainya dilokasi kejadian, kondisi motor Harley Davidson dalam kecepatan tinggi menabrak penyebrang jalan bernama Hasan dan Husen yang merupakan anak kembar.
&quot;Hasan dan Husen langsung meninggal dunia ditempat karena luka yang dialami sangat parah,&quot; jelas Pendi.
Kejadian itu sempat jadi perhatian pengguna jalan dan mengakibatkan kemacetan.
&quot;Kejadian tersebut akibat kelalaian pengendara motor mengendarakan kendaraan dalam kecepatan tinggi,&quot; tegas Pendi.
Korban Husen Firdaus dan Hasan Firdaus merupakan anak kembar kelahiran (29/10/2013) pelajar yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.</content:encoded></item></channel></rss>
