<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Cium Tangan dan Nikahi Perempuan Satu Bus</title><description>Bahkan saat dikritik pun Gus Dur menanggapi dengan santai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus"/><item><title>Humor Gus Dur: Cium Tangan dan Nikahi Perempuan Satu Bus</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus</guid><pubDate>Senin 14 Maret 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/13/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus-QnC4C2ZPuA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/13/337/2560929/humor-gus-dur-cium-tangan-dan-nikahi-perempuan-satu-bus-QnC4C2ZPuA.jpg</image><title>KH. Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist.) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai seorang ulama, ternyata KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah mendapat kritik tajam dari sesama ulama. Namun, seperti ciri khasnya, Gus Dur menanggapi kritikan itu dengan gaya yang santai.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cerita Juru Catat Deplu Bingung Mau Nyatet Apa, Kok Bisa?

Presiden RI ke-4 pernah mendapat kritik dari seorang penceramah kondang televisi gara-gara rombongan satu bus ibu-ibu pengajian yang bersilaturahmi ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.
Pasalnya, rombongan ibu-ibu pengajian itu mencium tangan Gus Dur sebagai bentuk rasa hormat, yang oleh sang penceramah dianggap sebagai tindakan yang dilarang agama.
&quot;Itu ada ulama tapi kok bersalaman dengan perempuan, kan bukan muhrim. Mestinya dia memberikan pelajaran yang baik kepada umat,&quot; kata si penceramah sebagaimana dilansir dari nu.or.id.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kok Cuma Sedikit Saja Terjemahannya?

Gus Dur yang mendengar kritik itu dari seorang kerabatnya menanggapinya dengan tertawa.
Memangnya perempuan satu bus mau saya nikahi semua, hehehe,&quot; katanya.
&quot;Masa bersalaman saja nggak boleh, lagian saya kan tidak lihat satu-satu orang yang datang,&quot; lanjut Gus Dur dengan santai.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai seorang ulama, ternyata KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah mendapat kritik tajam dari sesama ulama. Namun, seperti ciri khasnya, Gus Dur menanggapi kritikan itu dengan gaya yang santai.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Cerita Juru Catat Deplu Bingung Mau Nyatet Apa, Kok Bisa?

Presiden RI ke-4 pernah mendapat kritik dari seorang penceramah kondang televisi gara-gara rombongan satu bus ibu-ibu pengajian yang bersilaturahmi ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.
Pasalnya, rombongan ibu-ibu pengajian itu mencium tangan Gus Dur sebagai bentuk rasa hormat, yang oleh sang penceramah dianggap sebagai tindakan yang dilarang agama.
&quot;Itu ada ulama tapi kok bersalaman dengan perempuan, kan bukan muhrim. Mestinya dia memberikan pelajaran yang baik kepada umat,&quot; kata si penceramah sebagaimana dilansir dari nu.or.id.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Kok Cuma Sedikit Saja Terjemahannya?

Gus Dur yang mendengar kritik itu dari seorang kerabatnya menanggapinya dengan tertawa.
Memangnya perempuan satu bus mau saya nikahi semua, hehehe,&quot; katanya.
&quot;Masa bersalaman saja nggak boleh, lagian saya kan tidak lihat satu-satu orang yang datang,&quot; lanjut Gus Dur dengan santai.
</content:encoded></item></channel></rss>
