<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenderal Dudung: Kalau Ada yang Ceramahnya Sudah Miring, Jangan Diundang!   </title><description>Dudung meminta jajarannya untuk mencari penceramah yang nasionalismenya tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang"/><item><title>Jenderal Dudung: Kalau Ada yang Ceramahnya Sudah Miring, Jangan Diundang!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang</guid><pubDate>Senin 14 Maret 2022 20:27 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang-P9R4t1eBoA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Dudung Abdurachman. (Foto: Riezky Maulana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/14/337/2561567/jenderal-dudung-kalau-ada-yang-ceramahnya-sudah-miring-jangan-diundang-P9R4t1eBoA.jpeg</image><title>Jenderal Dudung Abdurachman. (Foto: Riezky Maulana)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berpesan, jangan sampai TNI AD memanggil sosok penceramah yang terpapar radikalisme. Dudung meminta jajarannya untuk mencari penceramah yang nasionalismenya tinggi.&amp;nbsp;

&quot;Kalau&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;ceramahnya&amp;nbsp;sudah&amp;nbsp;miring,&amp;nbsp;kalau&amp;nbsp;ceramahnya,&amp;nbsp;udah&amp;nbsp;mengarah pada pemberian pemahaman yang&amp;nbsp;sudah&amp;nbsp;di luar ayat suci Alquran, di luar ajaran dan ketentuan agama Islam.&amp;nbsp;Sudah&amp;nbsp;jangan diundang, justru harus diwaspadai,&quot; kata Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (14/3/2022).&amp;nbsp;

Dudung juga meminta jajaran Kodam Jaya, mulai dari Komandan Kodim hingga Komandan Korem untuk berani dalam mengambil keputusan. Terutama, keberanian terkait hal yang berupaya memecah belah bangsa.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Bikin Baper Jenderal Dudung, Mantan Tukang Gorengan Cium Kaki Ibu Usai Lulus Pendidikan TNI AD
Salah satu medium yang dinilai sebagai pemecah belah bangsa dan disinggung Dudung adalah baliho bernada provokatif.&amp;nbsp;

&quot;Kodam Jaya harus tampil, harus berani Dandim Danrem harus berani terhadap perkembangan situasi yang menonjol. Jangan sampai baliho masih bergelimpangan,&quot; ucapnya.Jika ada hal tersebut masih muncul maka Dudung meminta untuk langsung tindak tegas saja. Tentunya, tetap berkoordinasi dengan kepolisian maupun pemerintah daerah.&amp;nbsp;

&quot;Pokok muncul tindak saja, enggak usah takut. Kerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah.&amp;nbsp;Kalau&amp;nbsp;ada orang yang mencoba menggangu kesatuan dan persatuan bangsa jangan pernah ragu,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berpesan, jangan sampai TNI AD memanggil sosok penceramah yang terpapar radikalisme. Dudung meminta jajarannya untuk mencari penceramah yang nasionalismenya tinggi.&amp;nbsp;

&quot;Kalau&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;ceramahnya&amp;nbsp;sudah&amp;nbsp;miring,&amp;nbsp;kalau&amp;nbsp;ceramahnya,&amp;nbsp;udah&amp;nbsp;mengarah pada pemberian pemahaman yang&amp;nbsp;sudah&amp;nbsp;di luar ayat suci Alquran, di luar ajaran dan ketentuan agama Islam.&amp;nbsp;Sudah&amp;nbsp;jangan diundang, justru harus diwaspadai,&quot; kata Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (14/3/2022).&amp;nbsp;

Dudung juga meminta jajaran Kodam Jaya, mulai dari Komandan Kodim hingga Komandan Korem untuk berani dalam mengambil keputusan. Terutama, keberanian terkait hal yang berupaya memecah belah bangsa.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Bikin Baper Jenderal Dudung, Mantan Tukang Gorengan Cium Kaki Ibu Usai Lulus Pendidikan TNI AD
Salah satu medium yang dinilai sebagai pemecah belah bangsa dan disinggung Dudung adalah baliho bernada provokatif.&amp;nbsp;

&quot;Kodam Jaya harus tampil, harus berani Dandim Danrem harus berani terhadap perkembangan situasi yang menonjol. Jangan sampai baliho masih bergelimpangan,&quot; ucapnya.Jika ada hal tersebut masih muncul maka Dudung meminta untuk langsung tindak tegas saja. Tentunya, tetap berkoordinasi dengan kepolisian maupun pemerintah daerah.&amp;nbsp;

&quot;Pokok muncul tindak saja, enggak usah takut. Kerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah.&amp;nbsp;Kalau&amp;nbsp;ada orang yang mencoba menggangu kesatuan dan persatuan bangsa jangan pernah ragu,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
