<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Kirim Pesan untuk Tentara Bayaran di Ukraina: Tidak Ada Belas Kasihan</title><description>Ukraina sebelumnya mengklaim hingga 16.000 tentara asing telah mendaftarkan diri untuk membantu melawan Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan"/><item><title>Rusia Kirim Pesan untuk Tentara Bayaran di Ukraina: Tidak Ada Belas Kasihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 06:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan-qierks8rqZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/18/2561647/rusia-kirim-pesan-untuk-tentara-bayaran-di-ukraina-tidak-ada-belas-kasihan-qierks8rqZ.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Rusia memberikan pesan mengerikan kepada para tentara bayaran asing di Ukraina dan negara-negara yang mengizinkan warganya ikut berperang di sana. Pesan ini disampaikan sehari setelah melancarkan serangan ke pangakalan militer Ukraina yang diklaim Moskow menewaskan 180 tentara bayaran asing.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Serang Pangkalan Militer Ukraina, Rusia Klaim Tewaskan 180 Tentara Bayaran Asing
&quot;Semua lokasi tentara bayaran asing di Ukraina diketahui oleh kami,&quot; kata Juru Bicara militer Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan pada Senin (14/3/2022). &quot;Saya ingin memperingatkan Anda lagi - tidak akan ada belas kasihan bagi tentara bayaran, di mana pun mereka berada di wilayah Ukraina.&quot;
Diwartakan RT, Konashenkov mengatakan sejumlah pemerintah Barat telah mendorong warganya untuk berperang melawan pasukan Rusia sebagai tentara bayaran, menambahkan bahwa semua tanggung jawab lebih lanjut atas kematian warga asing kategori ini di Ukraina terletak pada kepemimpinan negara-negara tersebut.
&amp;ldquo;Serangan yang ditargetkan akan berlanjut,&amp;rdquo; kata Konashenkov, secara khusus mengacu pada serangan rudal jelajah pada Minggu (13/3/2022) di pangkalan militer di Yavoriv dan Starichi di dekatnya di Ukraina barat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bisnis Tentara Swasta Meningkat Selama Perang Rusia-Ukraina, Bayarannya Fantastis
Moskow mengklaim bahwa rangkaian tembakan rudalnya telah menghancurkan fasilitas yang digunakan oleh &quot;Legiun Internasional Ukraina&quot; dan menewaskan hingga 180 tentara bayaran asing.
Para pejabat Kiev mengatakan bahwa 35 orang tewas dan 130 terluka dalam serangan terhadap Pusat Internasional untuk Penjagaan Perdamaian dan Keamanan, nama resmi pangkalan militer di dekat Yavoriv. Pangkalan itu telah digunakan selama bertahun-tahun oleh personel NATO untuk melatih pasukan Ukraina.Sementara pihak berwenang Ukraina bersikeras bahwa tidak ada pejuang asing yang tewas dalam serangan itu, beberapa media Inggris telah melaporkan bahwa tiga mantan pasukan khusus Inggris tewas di Yavoriv, dan &quot;lebih banyak lagi yang tewas di dalam lokasi daripada yang diklaim&quot;.



Laporan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh London. Sementara itu, Washington bersikeras tidak ada &amp;ldquo;pasukan Amerika Serikat (AS), kontraktor, atau pekerja pemerintah sipil&amp;rdquo; di Yavoriv.</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Rusia memberikan pesan mengerikan kepada para tentara bayaran asing di Ukraina dan negara-negara yang mengizinkan warganya ikut berperang di sana. Pesan ini disampaikan sehari setelah melancarkan serangan ke pangakalan militer Ukraina yang diklaim Moskow menewaskan 180 tentara bayaran asing.
&amp;nbsp;BACA JUGA:&amp;nbsp;Serang Pangkalan Militer Ukraina, Rusia Klaim Tewaskan 180 Tentara Bayaran Asing
&quot;Semua lokasi tentara bayaran asing di Ukraina diketahui oleh kami,&quot; kata Juru Bicara militer Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan pada Senin (14/3/2022). &quot;Saya ingin memperingatkan Anda lagi - tidak akan ada belas kasihan bagi tentara bayaran, di mana pun mereka berada di wilayah Ukraina.&quot;
Diwartakan RT, Konashenkov mengatakan sejumlah pemerintah Barat telah mendorong warganya untuk berperang melawan pasukan Rusia sebagai tentara bayaran, menambahkan bahwa semua tanggung jawab lebih lanjut atas kematian warga asing kategori ini di Ukraina terletak pada kepemimpinan negara-negara tersebut.
&amp;ldquo;Serangan yang ditargetkan akan berlanjut,&amp;rdquo; kata Konashenkov, secara khusus mengacu pada serangan rudal jelajah pada Minggu (13/3/2022) di pangkalan militer di Yavoriv dan Starichi di dekatnya di Ukraina barat.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Bisnis Tentara Swasta Meningkat Selama Perang Rusia-Ukraina, Bayarannya Fantastis
Moskow mengklaim bahwa rangkaian tembakan rudalnya telah menghancurkan fasilitas yang digunakan oleh &quot;Legiun Internasional Ukraina&quot; dan menewaskan hingga 180 tentara bayaran asing.
Para pejabat Kiev mengatakan bahwa 35 orang tewas dan 130 terluka dalam serangan terhadap Pusat Internasional untuk Penjagaan Perdamaian dan Keamanan, nama resmi pangkalan militer di dekat Yavoriv. Pangkalan itu telah digunakan selama bertahun-tahun oleh personel NATO untuk melatih pasukan Ukraina.Sementara pihak berwenang Ukraina bersikeras bahwa tidak ada pejuang asing yang tewas dalam serangan itu, beberapa media Inggris telah melaporkan bahwa tiga mantan pasukan khusus Inggris tewas di Yavoriv, dan &quot;lebih banyak lagi yang tewas di dalam lokasi daripada yang diklaim&quot;.



Laporan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh London. Sementara itu, Washington bersikeras tidak ada &amp;ldquo;pasukan Amerika Serikat (AS), kontraktor, atau pekerja pemerintah sipil&amp;rdquo; di Yavoriv.</content:encoded></item></channel></rss>
