<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom RS Bersalin di Mariupol Ukraina, Rusia Klaim Jadi Benteng Kelompok Ekstremis</title><description>Pejabat-pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin itu telah direbut oleh kelompok ekstremis Ukraina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis"/><item><title>Bom RS Bersalin di Mariupol Ukraina, Rusia Klaim Jadi Benteng Kelompok Ekstremis</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 11:45 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis-6a0Ltor0tv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah sakit di Ukraina yang dibom Rusia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/18/2561804/bom-rs-bersalin-di-mariupol-ukraina-rusia-klaim-jadi-benteng-kelompok-ekstremis-6a0Ltor0tv.jpg</image><title>Rumah sakit di Ukraina yang dibom Rusia. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pejabat-pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin itu telah direbut oleh kelompok ekstremis Ukraina dan digunakan sebagai benteng mereka.

Mereka juga mengatakan tidak ada pasien atau petugas medis yang berada di dalam rumah sakit itu.

Duta Besar Rusia Untuk PBB dan Kedutaan Besar Rusia di London bahkan mengatakan foto-foto Associated Press itu sebagai &amp;ldquo;bohong&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;palsu.&amp;rdquo;

BACA JUGA:Serangan Rusia di RS Bersalin Mariupol Tewaskan Seorang Wanita Hamil dan Bayinya


BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berakhir Paling Lambat Mei 2022&amp;nbsp;

Sejumlah wartawan AP yang telah melaporkan dari kota Mariupol yang diblokir sejak awal perang itu, mendokumentasikan serangan tersebut dan melihat langsung para korban serta kerusakan yang ditimbulkan.

Mereka mengambil foto dan video ketika sejumlah ibu hamil yang berlumuran darah melarikan diri dari bangsal rumah sakit yang dibom, sementara para petugas medis berteriak dan anak-anak menangis.

Tim AP pada Jumat (11/3) dan Sabtu (12/3) melacak sebagian korban yang dialihkan ke rumah sakit lain di pinggiran Mariupol. Selama lebih dari satu minggu kota pelabuhan di Sungai Azov itu tidak memiliki pasokan makanan, air bersih, listirk atau pemanas. Listrik dari generator darurat disiapkan untuk kamar operasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pejabat-pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin itu telah direbut oleh kelompok ekstremis Ukraina dan digunakan sebagai benteng mereka.

Mereka juga mengatakan tidak ada pasien atau petugas medis yang berada di dalam rumah sakit itu.

Duta Besar Rusia Untuk PBB dan Kedutaan Besar Rusia di London bahkan mengatakan foto-foto Associated Press itu sebagai &amp;ldquo;bohong&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;palsu.&amp;rdquo;

BACA JUGA:Serangan Rusia di RS Bersalin Mariupol Tewaskan Seorang Wanita Hamil dan Bayinya


BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berakhir Paling Lambat Mei 2022&amp;nbsp;

Sejumlah wartawan AP yang telah melaporkan dari kota Mariupol yang diblokir sejak awal perang itu, mendokumentasikan serangan tersebut dan melihat langsung para korban serta kerusakan yang ditimbulkan.

Mereka mengambil foto dan video ketika sejumlah ibu hamil yang berlumuran darah melarikan diri dari bangsal rumah sakit yang dibom, sementara para petugas medis berteriak dan anak-anak menangis.

Tim AP pada Jumat (11/3) dan Sabtu (12/3) melacak sebagian korban yang dialihkan ke rumah sakit lain di pinggiran Mariupol. Selama lebih dari satu minggu kota pelabuhan di Sungai Azov itu tidak memiliki pasokan makanan, air bersih, listirk atau pemanas. Listrik dari generator darurat disiapkan untuk kamar operasi.</content:encoded></item></channel></rss>
