<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima Perang Era Kerajaan Nusantara Paling Disegani, dari Pati Unus hingga Gajah Mada</title><description>PADA masa kerajaan, perang merupakan hal yang sering dilakukan untuk merebut kekuasaan kerajaan maupun wilayah lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada"/><item><title>Panglima Perang Era Kerajaan Nusantara Paling Disegani, dari Pati Unus hingga Gajah Mada</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2022 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Maria Alexandra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada-YIH1o9ygbj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/337/2562005/panglima-perang-era-kerajaan-nusantara-paling-disegani-dari-pati-unus-hingga-gajah-mada-YIH1o9ygbj.jpg</image><title>Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Ist)</title></images><description>PADA masa kerajaan, perang merupakan hal yang sering dilakukan untuk merebut kekuasaan kerajaan maupun wilayah lain. Untuk menjalankan misinya itu, kerajaan memiliki panglima perang.

Panglima perang berfungsi membuat strategi perang dan mengontrol pasukan militer. Berikut ini merupakan panglima perang pada zaman kerajaan di Nusantara yang paling disegani.

1. Laksamana Mpu Nala

Mpu Nala merupakan panglima perang Kerajaan Majapahit. Ia dikenal pula sebagai Rakryan Tumenggung. Mpu Nala diangkat menjadi panglima oleh Raja Tribhuwana Tunggadewi. Nama Mpu Nala tercatat dalam kitab Negarakertagama. Dikisahkan bahwa ia merupakan panglima perang yang berjuang di wilayah perairan.

Ia berhasil membangun ratusan kapal tangguh dan memiliki pasukan yang gagah. Hal ini merupakan salah satu bentuk untuk bisa mewujudkan Sumpah Palapa.

Kapal-kapal perang itu diisi dengan meriam Cet Bang dan sangat disegani. Kapal perang itu disebut sebagai Jung Jawa. Selain tercatat dalam kitab Negarakertagama, nama Mpu Nala juga tercatat pada Prasasti Prapancapura, Prasasti Batur, Prasasti Bendosari, Prasasti Palungan, dan Prasasti Sekar.

2. Datu Banua Lima

Datua Banua Lima merupakan gelar untuk lima panglima kerajaan Tanjungpuri yang terkenal akan kesaktiannya dan ditakuti kerajaan lain, pada abad ke-14 Masehi. Ketika Laksamana Nala datang ke sini, Datu Banua Lima dengan sigap dan berani langsung menghadang.

Menurut hikayat Datu Banua Lima, panglima pertama dari lima panglima tersebut bergelar Panglima Alai. Panglima Alai merupakan seseorang yang ahli politik dan strategi.

Panglima kedua ialah Tabalog, yang terkenal akan kegagahan dan keberaniannya. Ketiga, Panglima Balangan yang memiliki paras rupawan dan suka menuntut ilmu kanuragan. Sosok keempat dan kelima Datu Banua Lima merupakan si kembar yang bergelar Panglima Hamandit dan Panglima Tapin.

Si kembar ini terkenal keras dan suka berkelahi. Kerajaan Tanjungpuri pernah membantu Kerajaan Nan Sarunai saat kerajaan Nan Sarunai diserang Kerajaan Majapahit. Hingga akhirnya terjajadi peperangan besar antara Majapahit dengan Kerajaan Nan Sarunai yang dibantu oleh pasukan Tanjungpuri.

3. Pati Unus

Pati Unus merupakan panglima perang dari Kerajaan Demak. Sejak usia  17 tahun, ia sudah memimpin perlawanan terhadap bangsa Portugis di  Malaka. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang didirikan  oleh Raden Patah pada tahun 1500.

Semasa menjadi panglima perang, salah satu peran penting Pati Unus  adalah memimpin misi besar yakni melakukan penyerbuan ke Malaka untuk  melawan Portugis. Ia juga dengan berani menutup akses Portugis hingga  membuat Portugis kehabisan bahan pangan.

Akibat aksinya yang berani itu, Parti Unus akhirnya dijuluki sebagai  Pangeran Sabrang Lor. Setelah menjadi panglima perang pun ia menjadi  raja, menggantikan Raden Patah yang wafat.

4. Gajah Mada

Gajah Mada merupakan seorang mahapatih hebat dalam Kerajaan  Majapahit. Ia mengawali karier politiknya saat berhasil menaklukan  pemberontakan Ra Kuti. Gajah Mada terkenal akan Sumpah Palapa yang  dibuatnya.

Sumpah tersebut berisikan tentang keinginannya menaklukkan  wilayah-wilayah Nusantara sebagai daerah kekuasaan Majapahit. Dengan  sumpahnya itu, ia berhasil menyatukan hampir keseluruhan Nusantara.

Pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, Gajah Mada sudah  melakukan berbagai invasi untuk menaklukkan Nusantara. Dan pada masa  pemerintahan Hayam Wuruk, ia semakin gencar menaklukan wilayah di timur,  seperti Sasak, Bantayan, Luwu, dan Buton. Ia juga memiliki andil dalam  Perang Bubat yang menewaskan para petinggi Kerajaan Sunda.

Gajah Mada memiliki strategi perang di antaranya ialah Garuda Nglayang, Sapit Urang, Cakra Byuha, dan Emprit Neba.
</description><content:encoded>PADA masa kerajaan, perang merupakan hal yang sering dilakukan untuk merebut kekuasaan kerajaan maupun wilayah lain. Untuk menjalankan misinya itu, kerajaan memiliki panglima perang.

Panglima perang berfungsi membuat strategi perang dan mengontrol pasukan militer. Berikut ini merupakan panglima perang pada zaman kerajaan di Nusantara yang paling disegani.

1. Laksamana Mpu Nala

Mpu Nala merupakan panglima perang Kerajaan Majapahit. Ia dikenal pula sebagai Rakryan Tumenggung. Mpu Nala diangkat menjadi panglima oleh Raja Tribhuwana Tunggadewi. Nama Mpu Nala tercatat dalam kitab Negarakertagama. Dikisahkan bahwa ia merupakan panglima perang yang berjuang di wilayah perairan.

Ia berhasil membangun ratusan kapal tangguh dan memiliki pasukan yang gagah. Hal ini merupakan salah satu bentuk untuk bisa mewujudkan Sumpah Palapa.

Kapal-kapal perang itu diisi dengan meriam Cet Bang dan sangat disegani. Kapal perang itu disebut sebagai Jung Jawa. Selain tercatat dalam kitab Negarakertagama, nama Mpu Nala juga tercatat pada Prasasti Prapancapura, Prasasti Batur, Prasasti Bendosari, Prasasti Palungan, dan Prasasti Sekar.

2. Datu Banua Lima

Datua Banua Lima merupakan gelar untuk lima panglima kerajaan Tanjungpuri yang terkenal akan kesaktiannya dan ditakuti kerajaan lain, pada abad ke-14 Masehi. Ketika Laksamana Nala datang ke sini, Datu Banua Lima dengan sigap dan berani langsung menghadang.

Menurut hikayat Datu Banua Lima, panglima pertama dari lima panglima tersebut bergelar Panglima Alai. Panglima Alai merupakan seseorang yang ahli politik dan strategi.

Panglima kedua ialah Tabalog, yang terkenal akan kegagahan dan keberaniannya. Ketiga, Panglima Balangan yang memiliki paras rupawan dan suka menuntut ilmu kanuragan. Sosok keempat dan kelima Datu Banua Lima merupakan si kembar yang bergelar Panglima Hamandit dan Panglima Tapin.

Si kembar ini terkenal keras dan suka berkelahi. Kerajaan Tanjungpuri pernah membantu Kerajaan Nan Sarunai saat kerajaan Nan Sarunai diserang Kerajaan Majapahit. Hingga akhirnya terjajadi peperangan besar antara Majapahit dengan Kerajaan Nan Sarunai yang dibantu oleh pasukan Tanjungpuri.

3. Pati Unus

Pati Unus merupakan panglima perang dari Kerajaan Demak. Sejak usia  17 tahun, ia sudah memimpin perlawanan terhadap bangsa Portugis di  Malaka. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang didirikan  oleh Raden Patah pada tahun 1500.

Semasa menjadi panglima perang, salah satu peran penting Pati Unus  adalah memimpin misi besar yakni melakukan penyerbuan ke Malaka untuk  melawan Portugis. Ia juga dengan berani menutup akses Portugis hingga  membuat Portugis kehabisan bahan pangan.

Akibat aksinya yang berani itu, Parti Unus akhirnya dijuluki sebagai  Pangeran Sabrang Lor. Setelah menjadi panglima perang pun ia menjadi  raja, menggantikan Raden Patah yang wafat.

4. Gajah Mada

Gajah Mada merupakan seorang mahapatih hebat dalam Kerajaan  Majapahit. Ia mengawali karier politiknya saat berhasil menaklukan  pemberontakan Ra Kuti. Gajah Mada terkenal akan Sumpah Palapa yang  dibuatnya.

Sumpah tersebut berisikan tentang keinginannya menaklukkan  wilayah-wilayah Nusantara sebagai daerah kekuasaan Majapahit. Dengan  sumpahnya itu, ia berhasil menyatukan hampir keseluruhan Nusantara.

Pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, Gajah Mada sudah  melakukan berbagai invasi untuk menaklukkan Nusantara. Dan pada masa  pemerintahan Hayam Wuruk, ia semakin gencar menaklukan wilayah di timur,  seperti Sasak, Bantayan, Luwu, dan Buton. Ia juga memiliki andil dalam  Perang Bubat yang menewaskan para petinggi Kerajaan Sunda.

Gajah Mada memiliki strategi perang di antaranya ialah Garuda Nglayang, Sapit Urang, Cakra Byuha, dan Emprit Neba.
</content:encoded></item></channel></rss>
