<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dalam Sepekan, Indonesia Diguncang 13 Kali Gempa Signifikan dan Dirasakan</title><description>Daryono mengatakan dari 13 aktivitas gempa terkini, perlu memang mewaspadai sumber gempa megathrust</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan"/><item><title>Dalam Sepekan, Indonesia Diguncang 13 Kali Gempa Signifikan dan Dirasakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2022 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan-i76CcqFapX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/16/337/2562731/dalam-sepekan-indonesia-diguncang-13-kali-gempa-signifikan-dan-dirasakan-i76CcqFapX.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat lebih dari 13 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

&amp;ldquo;Dari 13 gempa sepekan terakhir, sebagian besar (10 gempa) terjadi karena dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Hanya 2 kejadian gempa saja yang berasosiasi dengan aktivitas subduksi lempeng seperti halnya Gempa Selatan Jabar (M5,3) pada 16 Maret 2022 dan Gempa Siberut (M6,7) pada 14 Maret 2022,&amp;rdquo; kata Daryono dikutip dari laman media sosial pribadinya, Rabu (16/3/2022).

Daryono mengatakan dari 13 aktivitas gempa terkini, perlu memang mewaspadai sumber gempa megathrust tetapi tidak sampai mengabaikan sumber gempa sesar aktif yang lokasinya dekat dengan pemukiman masyarakat.

BACA JUGA:Sumber Gempa Sukabumi Hari Ini Berdekatan dengan Gempa M7,3 Tahun 2009 Lalu


Selain itu, Daryono mengatakan bahwa rentetan gempa sepekan terakhir bukan karena saling picu satu gempa dengan yang lain dan tidak ada kaitan antara satu gempa dengan yang lain. &amp;ldquo;Jika gempa yang terjadi lokasi dan waktunya berdekatan bukan berarti gempa tersebut saling picu tetapi karena memang sumber gempa kita sangat banyak,&amp;rdquo; katanya.

Daryono juga mengatakan bahwa peningkatan aktivitas gempa sepekan  terakhir ini merupakan hal yang wajar. &amp;ldquo;Karena sumber gempa kita memang  banyak dan sangat aktif, kita tetap tenang dan waspada, tidak perlu  panik.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Patut disyukuri rentetan 13 gempa dirasakan dalam sepekan terakhir  ini kekuatannya relatif kecil sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan  korban jiwa,&amp;rdquo; tegasnya.

Daryono mengatakan potensi gempa dan tsunami akan selalu ada di  wilayah Indonesia dan kapan terjadinya tidak dapat diprediksi, sehingga  upaya mitigasi tetap harus disiapkan. &amp;ldquo;Rentetan gempa sepekan terakhir  merupakan bagian dari proses alam, yang sebenarnya dapat diantisipasi  dan dikurangi risikonya.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan dalam sepekan terakhir di wilayah Indonesia terjadi aktivitas gempa signifikan dan dirasakan masyarakat lebih dari 13 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

&amp;ldquo;Dari 13 gempa sepekan terakhir, sebagian besar (10 gempa) terjadi karena dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Hanya 2 kejadian gempa saja yang berasosiasi dengan aktivitas subduksi lempeng seperti halnya Gempa Selatan Jabar (M5,3) pada 16 Maret 2022 dan Gempa Siberut (M6,7) pada 14 Maret 2022,&amp;rdquo; kata Daryono dikutip dari laman media sosial pribadinya, Rabu (16/3/2022).

Daryono mengatakan dari 13 aktivitas gempa terkini, perlu memang mewaspadai sumber gempa megathrust tetapi tidak sampai mengabaikan sumber gempa sesar aktif yang lokasinya dekat dengan pemukiman masyarakat.

BACA JUGA:Sumber Gempa Sukabumi Hari Ini Berdekatan dengan Gempa M7,3 Tahun 2009 Lalu


Selain itu, Daryono mengatakan bahwa rentetan gempa sepekan terakhir bukan karena saling picu satu gempa dengan yang lain dan tidak ada kaitan antara satu gempa dengan yang lain. &amp;ldquo;Jika gempa yang terjadi lokasi dan waktunya berdekatan bukan berarti gempa tersebut saling picu tetapi karena memang sumber gempa kita sangat banyak,&amp;rdquo; katanya.

Daryono juga mengatakan bahwa peningkatan aktivitas gempa sepekan  terakhir ini merupakan hal yang wajar. &amp;ldquo;Karena sumber gempa kita memang  banyak dan sangat aktif, kita tetap tenang dan waspada, tidak perlu  panik.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Patut disyukuri rentetan 13 gempa dirasakan dalam sepekan terakhir  ini kekuatannya relatif kecil sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan  korban jiwa,&amp;rdquo; tegasnya.

Daryono mengatakan potensi gempa dan tsunami akan selalu ada di  wilayah Indonesia dan kapan terjadinya tidak dapat diprediksi, sehingga  upaya mitigasi tetap harus disiapkan. &amp;ldquo;Rentetan gempa sepekan terakhir  merupakan bagian dari proses alam, yang sebenarnya dapat diantisipasi  dan dikurangi risikonya.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
