<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK ke Istri Pejabat DKI: Curigai jika Suami Bawa Uang di Luar Gaji</title><description>Alexander Marwata meminta istri para pejabat Pemprov DKI agar mencurigai suami jika membawa uang tunai di luar gaji dan tunjangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji"/><item><title>KPK ke Istri Pejabat DKI: Curigai jika Suami Bawa Uang di Luar Gaji</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji-FFjilBrR9X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Foto: M Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/337/2563234/kpk-ke-istri-pejabat-dki-curigai-jika-suami-bawa-uang-di-luar-gaji-FFjilBrR9X.jpg</image><title>Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Foto: M Refi Sandi)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata meminta istri para pejabat di lingkungan Pemprov DKI agar mencurigai suami jika membawa uang tunai di luar gaji dan tunjangan yang ditransfer melalui rekening.

Alex sapaan akrabnya mengungkapkan hal tersebut usai membuka acara bimbingan teknis (bimtek) program keluarga berintegritas Provinsi DKI Jakarta dengan mengusung tema 'mewujudkan keluarga antikorupsi melalui penanaman nilai-nilai integritas'. Adapun bimtek ditujukan kepada para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

&quot;Sehingga, ketika ada membawa uang tunai yang dianggap mencurigakan, itu juga ada yang mengingatkan ini uang apa? gaji kan ditransfer? Nah harus dijelaskan. Sepanjang bisa dijelaskan dari mana sumber awalnya, oke, tidak masalah,&quot; kata Alex kepada wartawan di Gedung G Kawasan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;KPK: Ada Eks Pejabat Eselon III Pemprov DKI Jakarta Cairkan Cek Rp35 Miliar Usai Pensiun
Kemudian, Alex membeberkan cara KPK guna mencegah penyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri atau korupsi di lingkungan Pemprov DKI. Adapun langkah yang diupayakan membangun budaya integritas dari lingkup paling kecil yaitu keluarga.

&quot;Bagaimana KPK mencegah terjadinya penyimpangan tersebut, salah satunya membangun budaya integritas di lingkup keluarga sebagai lingkup paling kecil. Contohnya harus ada kerja sama antara suami istri,&quot; katanya.

&quot;Yang jelas, penghasilan atau gaji ASN Pemprov DKI saya kira pasti semua lewat transfer. Artinya, transferan kan. Istri atau pasangan harus tahu berapa sih penghasilan yang diterima suami atau istri saya di Pemprov DKI. Transparan saja, namanya keluarga kan harus terbuka,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;KPK ke ASN Pemprov DKI: Mau Punya Rumah Mewah Jadi Pengusaha!
Alex menyebut perilaku koruptif merupakan godaan tinggi dilatarbelakangi masalah ekonomi. &quot;Perilaku koruptif itu kan godaan paling tinggi kalau menyangkut ekonomi, apalagi kalau sudah menyangkut untuk hidup secara mewah,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Alex mengatakan jika ingin memiliki rumah hingga mobil mewah jangan menjadi ASN. Ia menyarankan agar memilih bekerja sebagai pengusaha.

&quot;Hanya sekarang pengendaliannya di diri masing-masing. kalau mimpinya ingin rumah yang mewah naik mobil mewah, ya jangan jadi pegawai, jangan bekerja sebagai ASN, jadilah pengusaha,&quot; ucap Alex.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata meminta istri para pejabat di lingkungan Pemprov DKI agar mencurigai suami jika membawa uang tunai di luar gaji dan tunjangan yang ditransfer melalui rekening.

Alex sapaan akrabnya mengungkapkan hal tersebut usai membuka acara bimbingan teknis (bimtek) program keluarga berintegritas Provinsi DKI Jakarta dengan mengusung tema 'mewujudkan keluarga antikorupsi melalui penanaman nilai-nilai integritas'. Adapun bimtek ditujukan kepada para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

&quot;Sehingga, ketika ada membawa uang tunai yang dianggap mencurigakan, itu juga ada yang mengingatkan ini uang apa? gaji kan ditransfer? Nah harus dijelaskan. Sepanjang bisa dijelaskan dari mana sumber awalnya, oke, tidak masalah,&quot; kata Alex kepada wartawan di Gedung G Kawasan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;KPK: Ada Eks Pejabat Eselon III Pemprov DKI Jakarta Cairkan Cek Rp35 Miliar Usai Pensiun
Kemudian, Alex membeberkan cara KPK guna mencegah penyalahgunaan jabatan untuk memperkaya diri atau korupsi di lingkungan Pemprov DKI. Adapun langkah yang diupayakan membangun budaya integritas dari lingkup paling kecil yaitu keluarga.

&quot;Bagaimana KPK mencegah terjadinya penyimpangan tersebut, salah satunya membangun budaya integritas di lingkup keluarga sebagai lingkup paling kecil. Contohnya harus ada kerja sama antara suami istri,&quot; katanya.

&quot;Yang jelas, penghasilan atau gaji ASN Pemprov DKI saya kira pasti semua lewat transfer. Artinya, transferan kan. Istri atau pasangan harus tahu berapa sih penghasilan yang diterima suami atau istri saya di Pemprov DKI. Transparan saja, namanya keluarga kan harus terbuka,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;KPK ke ASN Pemprov DKI: Mau Punya Rumah Mewah Jadi Pengusaha!
Alex menyebut perilaku koruptif merupakan godaan tinggi dilatarbelakangi masalah ekonomi. &quot;Perilaku koruptif itu kan godaan paling tinggi kalau menyangkut ekonomi, apalagi kalau sudah menyangkut untuk hidup secara mewah,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Alex mengatakan jika ingin memiliki rumah hingga mobil mewah jangan menjadi ASN. Ia menyarankan agar memilih bekerja sebagai pengusaha.

&quot;Hanya sekarang pengendaliannya di diri masing-masing. kalau mimpinya ingin rumah yang mewah naik mobil mewah, ya jangan jadi pegawai, jangan bekerja sebagai ASN, jadilah pengusaha,&quot; ucap Alex.</content:encoded></item></channel></rss>
