<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Terbitkan Rekomendasi Testing Rapid Antigen Mandiri, Ini Respons Satgas Covid-19</title><description>Alat rapid test telah banyak diperjual belikan di e-commerce Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19"/><item><title>WHO Terbitkan Rekomendasi Testing Rapid Antigen Mandiri, Ini Respons Satgas Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19-0QtWY4JCFW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/337/2563453/who-terbitkan-rekomendasi-testing-rapid-antigen-mandiri-ini-respons-satgas-covid-19-0QtWY4JCFW.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - World Health Organization (WHO) telah menerbitkan rekomendasi penggunaan rapid test antigen untuk Covid-19 secara mandiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Mengingat alat rapid test telah banyak diperjual belikan di e-commerce.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan proses melakukan testing khususnya dengan metode Swab membutuhkan kehati-hatian.

&amp;ldquo;Hal ini demi mencapai hasil yang akurat maupun mencegah terjadinya luka pada area tertentu misalnya pada saluran pernafasan,&amp;rdquo; katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Kamis (17/3/2022).

&amp;ldquo;Oleh karena itu sampai sekarang di Indonesia penerapannya masih dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:Covid-19 Melandai, Surabaya Akan Laksanakan 100 PTM

Wiku mengatakan pemerintah Indonesia sangat terbuka dengan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan aksesibilitas testing yang merata bagi masyarakat. &amp;ldquo;Diharapkan dengan situasi saat ini lebih banyak peneliti dan inovator di Indonesia yang berlomba menghasilkan alat skrining maupun diagnostik Covid-19 yang lebih mudah digunakan dan akurat,&amp;rdquo; tuturnya.

Terkait dengan alat Rapid Test Antigen yang beredar di masyarakat, Wiku meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih.&amp;ldquo;Pastikan alat yang dibeli terdaftar secara resmi izin edar dari Kementerian Kesehatan demi menjamin kualitas dan akurasinya dan dilakukan oleh orang yang terlatih dan profesional,&amp;rdquo; ujar Wiku.

&amp;ldquo;Jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri pastikan sudah cukup harus melakukannya. Dan pertimbangan pula pengelolaan limbah medis setelah menggunakannya,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA - World Health Organization (WHO) telah menerbitkan rekomendasi penggunaan rapid test antigen untuk Covid-19 secara mandiri.

Bagaimana dengan Indonesia? Mengingat alat rapid test telah banyak diperjual belikan di e-commerce.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan proses melakukan testing khususnya dengan metode Swab membutuhkan kehati-hatian.

&amp;ldquo;Hal ini demi mencapai hasil yang akurat maupun mencegah terjadinya luka pada area tertentu misalnya pada saluran pernafasan,&amp;rdquo; katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Kamis (17/3/2022).

&amp;ldquo;Oleh karena itu sampai sekarang di Indonesia penerapannya masih dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih,&amp;rdquo; imbuhnya.

BACA JUGA:Covid-19 Melandai, Surabaya Akan Laksanakan 100 PTM

Wiku mengatakan pemerintah Indonesia sangat terbuka dengan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan aksesibilitas testing yang merata bagi masyarakat. &amp;ldquo;Diharapkan dengan situasi saat ini lebih banyak peneliti dan inovator di Indonesia yang berlomba menghasilkan alat skrining maupun diagnostik Covid-19 yang lebih mudah digunakan dan akurat,&amp;rdquo; tuturnya.

Terkait dengan alat Rapid Test Antigen yang beredar di masyarakat, Wiku meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih.&amp;ldquo;Pastikan alat yang dibeli terdaftar secara resmi izin edar dari Kementerian Kesehatan demi menjamin kualitas dan akurasinya dan dilakukan oleh orang yang terlatih dan profesional,&amp;rdquo; ujar Wiku.

&amp;ldquo;Jika masyarakat memilih untuk melakukan testing mandiri pastikan sudah cukup harus melakukannya. Dan pertimbangan pula pengelolaan limbah medis setelah menggunakannya,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
