<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1.477 Pasien Covid-18 Meninggal saat Omicron, Dinkes DKI: 50% Belum Vaksinasi Lengkap</title><description>Selama periode 1 November 2021 hingga 16 Maret 2022 atau sejak kemunculan varian Omicron sebanyak 1.477 pasien Covid-19&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap"/><item><title>1.477 Pasien Covid-18 Meninggal saat Omicron, Dinkes DKI: 50% Belum Vaksinasi Lengkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap-dK8YaUrgis.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/338/2563417/1-477-pasien-covid-18-meninggal-saat-omicron-dinkes-dki-50-belum-vaksinasi-lengkap-dK8YaUrgis.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, selama periode 1 November 2021 hingga 16 Maret 2022 atau sejak kemunculan varian Omicron sebanyak 1.477 pasien Covid-19 di Jakarta meninggal.

Dwi menyebut sebanyak 50% dari jumlah pasien Covid-19 tersebut belum menjalani vaksinasi dosis lengkap.

&quot;Itu kita analisis dari 1.477 kasus meninggal periode 1 November (2021) sampai 16 Maret (2022), nah ternyata 50 persen itu belum vaksin atau vaksin baru satu dosis, jadi belum lengkap,&quot; kata Dwi saat dihubungi, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Berpotensi Bikin Kasus Covid-19 Naik Lagi. Puan : Waspadai Omicron BA.2&amp;nbsp;
Kemudian, Dwi merinci terdapat 44 persen pasien Covid-19 yang meninggal belum vaksinasi lengkap baik dosis 1,2, dan 3 (booster).

&quot;44 persen belum vaksin, 6 persen baru dosis 1, 36 persen dosis 2, yang udah booster 3 persen, yang tidak ada data 12 persen,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Satgas : Indonesia Berhasil Lewati Puncak Omicron Berkat Upaya Keras MasyarakatDwi juga membeberkan kematian kasus Covid-19 dengan pasien yang sudah vaksinasi lengkap banyak didominasi oleh lanjut usia (lansia).

&quot;Kelompok orang yang meninggal ternyata lebih tinggi presentasenya pada kelompok pasien lanjut usia,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengimbau masyarakat yang memiliki komorbid agar segera melakukan vaksinasi. Tak hanya itu, Dwi juga meminta pasien komorbid serius dalam menjalani pengobatan.

&quot;Kepada orang yang punya komorbid harus diingatkan terus bahwa mereka harus vaksinasi dan kalau memang sudah booster,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, selama periode 1 November 2021 hingga 16 Maret 2022 atau sejak kemunculan varian Omicron sebanyak 1.477 pasien Covid-19 di Jakarta meninggal.

Dwi menyebut sebanyak 50% dari jumlah pasien Covid-19 tersebut belum menjalani vaksinasi dosis lengkap.

&quot;Itu kita analisis dari 1.477 kasus meninggal periode 1 November (2021) sampai 16 Maret (2022), nah ternyata 50 persen itu belum vaksin atau vaksin baru satu dosis, jadi belum lengkap,&quot; kata Dwi saat dihubungi, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Berpotensi Bikin Kasus Covid-19 Naik Lagi. Puan : Waspadai Omicron BA.2&amp;nbsp;
Kemudian, Dwi merinci terdapat 44 persen pasien Covid-19 yang meninggal belum vaksinasi lengkap baik dosis 1,2, dan 3 (booster).

&quot;44 persen belum vaksin, 6 persen baru dosis 1, 36 persen dosis 2, yang udah booster 3 persen, yang tidak ada data 12 persen,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Satgas : Indonesia Berhasil Lewati Puncak Omicron Berkat Upaya Keras MasyarakatDwi juga membeberkan kematian kasus Covid-19 dengan pasien yang sudah vaksinasi lengkap banyak didominasi oleh lanjut usia (lansia).

&quot;Kelompok orang yang meninggal ternyata lebih tinggi presentasenya pada kelompok pasien lanjut usia,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut, Dwi mengimbau masyarakat yang memiliki komorbid agar segera melakukan vaksinasi. Tak hanya itu, Dwi juga meminta pasien komorbid serius dalam menjalani pengobatan.

&quot;Kepada orang yang punya komorbid harus diingatkan terus bahwa mereka harus vaksinasi dan kalau memang sudah booster,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
