<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Webinar Perindo: Pengamat Internasional Sebut Isu Identitas Rawan Timbulkan Konflik</title><description>Hal tersebut bisa terjadi bila isu identitas tiba-tiba muncul dan menguat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik"/><item><title>Webinar Perindo: Pengamat Internasional Sebut Isu Identitas Rawan Timbulkan Konflik</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik</guid><pubDate>Jum'at 18 Maret 2022 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik-0Va1H39wsh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akhmad Khoirul Umam. (Foto: Webinar Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/18/337/2564072/webinar-perindo-pengamat-internasional-sebut-isu-identitas-rawan-timbulkan-konflik-0Va1H39wsh.jpg</image><title>Akhmad Khoirul Umam. (Foto: Webinar Perindo)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Pengamat&amp;nbsp;Internasional&amp;nbsp;Universitas Paramadina Dr. Ahmad Khoirul Umam menilai,&amp;nbsp;konflik&amp;nbsp;yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa saja terjadi di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi bila&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tiba-tiba muncul dan menguat.&amp;nbsp;

Ahmad mengatakan,&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;terdiri dari beberapa unsur yang menyangkut harkat diri manusia. Budaya, agama serta ras merupakan bagian dari&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tersebut.&amp;nbsp;

&quot;Dalam teori&amp;nbsp;internasional&amp;nbsp;bahwa&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;itu bentuknya bisa&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;kebudayaan,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;ras,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;agama,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;sejarah dan banyak lagi,&quot; ujar Ahmad dalam&amp;nbsp;Webinar&amp;nbsp;Partai&amp;nbsp;Perindo, Jumat (18/3/2022).&amp;nbsp;

Menurut Ahmad, Indonesia merupakan negara dengan berbagai&amp;nbsp;identitas. Konflik bisa terjadi kika tidak bisa menjaga keseimbangan&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Catat! Ini Pelajaran yang Didapat Indonesia dari Invasi Rusia ke Ukraina
&quot;Ketika semua itu sudah ada dan tidak dijaga dengan baik itu&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;menimbulkan&amp;nbsp;konflik,&quot; jelasnya.

Hal itulah yang ditunjukkan Rusia dan Ukraina. Keduanya berdiri dalam satu latar belakang&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;yang sama, namun terpecah belah oleh panasnya&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;politik.&amp;nbsp;

&quot;Rusia dan Ukraina memiliki garis&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;yang sama dan jika ini tidak di-backup dengan diplomasi yang memadai, maka hal itu&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;memunculkan ekonomi politik yang menyinggung kepada&amp;nbsp;identitas,&quot; tutur Ahmad.&amp;nbsp;Ahmad menilai, Indonesia yang memiliki jenis latar belakang yang berbeda serta kaya&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;budaya, harus terus menjaga keseimbangan&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;di masyarakat. Terutama, harus terus menjunjung Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.&amp;nbsp;

Webinar&amp;nbsp;yang menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Ketua DPP Partai&amp;nbsp;Perindo&amp;nbsp;Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati,&amp;nbsp;pengamat&amp;nbsp;internasional&amp;nbsp;Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam dan mahasiswa Reza Alfian. Webinar diikuti lebih dari 1.000 peserta mulai dari pengurus, kader dan anggota DPRD dari Partai&amp;nbsp;Perindo, simpatisan dan masyarakat umum.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Pengamat&amp;nbsp;Internasional&amp;nbsp;Universitas Paramadina Dr. Ahmad Khoirul Umam menilai,&amp;nbsp;konflik&amp;nbsp;yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa saja terjadi di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi bila&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tiba-tiba muncul dan menguat.&amp;nbsp;

Ahmad mengatakan,&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;terdiri dari beberapa unsur yang menyangkut harkat diri manusia. Budaya, agama serta ras merupakan bagian dari&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tersebut.&amp;nbsp;

&quot;Dalam teori&amp;nbsp;internasional&amp;nbsp;bahwa&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;itu bentuknya bisa&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;kebudayaan,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;ras,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;agama,&amp;nbsp;isu&amp;nbsp;sejarah dan banyak lagi,&quot; ujar Ahmad dalam&amp;nbsp;Webinar&amp;nbsp;Partai&amp;nbsp;Perindo, Jumat (18/3/2022).&amp;nbsp;

Menurut Ahmad, Indonesia merupakan negara dengan berbagai&amp;nbsp;identitas. Konflik bisa terjadi kika tidak bisa menjaga keseimbangan&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Catat! Ini Pelajaran yang Didapat Indonesia dari Invasi Rusia ke Ukraina
&quot;Ketika semua itu sudah ada dan tidak dijaga dengan baik itu&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;menimbulkan&amp;nbsp;konflik,&quot; jelasnya.

Hal itulah yang ditunjukkan Rusia dan Ukraina. Keduanya berdiri dalam satu latar belakang&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;yang sama, namun terpecah belah oleh panasnya&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;politik.&amp;nbsp;

&quot;Rusia dan Ukraina memiliki garis&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;yang sama dan jika ini tidak di-backup dengan diplomasi yang memadai, maka hal itu&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;memunculkan ekonomi politik yang menyinggung kepada&amp;nbsp;identitas,&quot; tutur Ahmad.&amp;nbsp;Ahmad menilai, Indonesia yang memiliki jenis latar belakang yang berbeda serta kaya&amp;nbsp;akan&amp;nbsp;budaya, harus terus menjaga keseimbangan&amp;nbsp;identitas&amp;nbsp;di masyarakat. Terutama, harus terus menjunjung Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.&amp;nbsp;

Webinar&amp;nbsp;yang menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Ketua DPP Partai&amp;nbsp;Perindo&amp;nbsp;Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati,&amp;nbsp;pengamat&amp;nbsp;internasional&amp;nbsp;Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam dan mahasiswa Reza Alfian. Webinar diikuti lebih dari 1.000 peserta mulai dari pengurus, kader dan anggota DPRD dari Partai&amp;nbsp;Perindo, simpatisan dan masyarakat umum.</content:encoded></item></channel></rss>
