<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Webinar Perindo, Mahasiswa Ungkap Pandangan terkait Perang Rusia-Ukraina</title><description>Reza Alfian yang menjadi salah satu pembicara dalam Webinar Perindo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina"/><item><title>Webinar Perindo, Mahasiswa Ungkap Pandangan terkait Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Jum'at 18 Maret 2022 18:41 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina-ccRwzR9Sqn.png" expression="full" type="image/jpeg">Reza Alfia. (Foto: Webinar Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/18/337/2564093/webinar-perindo-mahasiswa-ungkap-pandangan-terkait-perang-rusia-ukraina-ccRwzR9Sqn.png</image><title>Reza Alfia. (Foto: Webinar Perindo)</title></images><description>JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali menggelar webinar mingguan bertajuk &amp;lsquo;Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Indonesia&amp;rsquo;, pada Jumat (18/3/2022).&amp;nbsp;

Webinar menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Ketua DPP Partai Perindo Bidan Hankam Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, pengamat internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam dan mahasiswa Reza Alfian.&amp;nbsp;

Reza Alfian yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, banyak netizen yang mendukung Rusia adalah dampak dari ketidakadilan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).&amp;nbsp;

&quot;Warganet yang mendukung agresi militer Rusia ke Ukraina, itu saya lihat sebagai momentum bagi hasrat masyarakat Indonesia yang melihat ketidakadilan di PBB,&quot; ujar Alfian.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Webinar Perindo: Pengamat Internasional Sebut Isu Identitas Rawan Timbulkan Konflik
Menurut Reza, ketidakadilan tersebut dilihat dari sikap PBB yang hanya melihat konflik yang terjadi di benua biru, tetapi seakan-akan tidak menghiraukan konflik yang terjadi di Negara Timur Tengah.&amp;nbsp;

&quot;Ketidakadilan PBB selama ini yang menyikapi Amerika Serikat terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah baik itu di Palestine, Irak dan negara-negara terkait,&amp;rdquo; ucap dia.

Lanjutnya, keganasan PBB pada saat ini berbeda dengan sebelum adanya konflik Rusia dan Ukraina. Menurutnya, kebijakan yang diberikan kepada negara-negara yang melakukan invasi di Timur Tengah tidak semenakutkan sanksi Rusia.&amp;nbsp;&quot;Karena memang PBB dulu tidak terlalu ganas seperti apa yang dilakukan sekarang. Di mana Dewan Keamanan yang secara terus menerus memberikan sanksi langsung terhadap Rusia,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Diketahui Indonesia bersama 140 negara lainnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB tentang invasi Rusia ke Ukraina. Resolusi tersebut di antaranya menuntut penarikan penuh pasukan Rusia dari wilayah Ukraina tanpa syarat.

&quot;Ini merupakan amanat konstitusi sebagaimana Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, dan perdamaian abadi,&quot; kata Susaningtya Nefo Handayani Kertopati MSi dalam webinar Partai Perindo, Jumat (18/3/2022).

</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali menggelar webinar mingguan bertajuk &amp;lsquo;Dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap Indonesia&amp;rsquo;, pada Jumat (18/3/2022).&amp;nbsp;

Webinar menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Ketua DPP Partai Perindo Bidan Hankam Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, pengamat internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam dan mahasiswa Reza Alfian.&amp;nbsp;

Reza Alfian yang menjadi salah satu pembicara mengatakan, banyak netizen yang mendukung Rusia adalah dampak dari ketidakadilan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).&amp;nbsp;

&quot;Warganet yang mendukung agresi militer Rusia ke Ukraina, itu saya lihat sebagai momentum bagi hasrat masyarakat Indonesia yang melihat ketidakadilan di PBB,&quot; ujar Alfian.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Webinar Perindo: Pengamat Internasional Sebut Isu Identitas Rawan Timbulkan Konflik
Menurut Reza, ketidakadilan tersebut dilihat dari sikap PBB yang hanya melihat konflik yang terjadi di benua biru, tetapi seakan-akan tidak menghiraukan konflik yang terjadi di Negara Timur Tengah.&amp;nbsp;

&quot;Ketidakadilan PBB selama ini yang menyikapi Amerika Serikat terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah baik itu di Palestine, Irak dan negara-negara terkait,&amp;rdquo; ucap dia.

Lanjutnya, keganasan PBB pada saat ini berbeda dengan sebelum adanya konflik Rusia dan Ukraina. Menurutnya, kebijakan yang diberikan kepada negara-negara yang melakukan invasi di Timur Tengah tidak semenakutkan sanksi Rusia.&amp;nbsp;&quot;Karena memang PBB dulu tidak terlalu ganas seperti apa yang dilakukan sekarang. Di mana Dewan Keamanan yang secara terus menerus memberikan sanksi langsung terhadap Rusia,&quot; ucapnya.&amp;nbsp;

Diketahui Indonesia bersama 140 negara lainnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB tentang invasi Rusia ke Ukraina. Resolusi tersebut di antaranya menuntut penarikan penuh pasukan Rusia dari wilayah Ukraina tanpa syarat.

&quot;Ini merupakan amanat konstitusi sebagaimana Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, dan perdamaian abadi,&quot; kata Susaningtya Nefo Handayani Kertopati MSi dalam webinar Partai Perindo, Jumat (18/3/2022).

</content:encoded></item></channel></rss>
