<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deretan Pemberontakan Pernah Terjadi di Rusia, Salah Satunya Chechnya!</title><description>Berikut ini adalah sejumlah pemberontakan yang pernah terjadi di Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya"/><item><title>Deretan Pemberontakan Pernah Terjadi di Rusia, Salah Satunya Chechnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2022 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/21/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya-pgrcZ1QgjO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dampak invansi Rusia ke Ukraina akibatkan bangunan rusak (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/21/337/2565254/deretan-pemberontakan-pernah-terjadi-di-rusia-salah-satunya-chechnya-pgrcZ1QgjO.jpg</image><title>Dampak invansi Rusia ke Ukraina akibatkan bangunan rusak (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pemberontakan pernah terjadi di Rusia. Pemberontakan tersebut disebabkan karena rakyat menginginkan revolusi, kebebasan, dan kemerdekaan, sehingga melakukan pembangkangan sipil hingga pecah pertempuran. Berikut ini adalah sejumlah pemberontakan yang pernah terjadi di Rusia.
&amp;bull;	Pemberontakan Chechnya
Chechnya merupakan salah satu negara yang mendukung upaya invasi Rusia di Ukraina. Namun jauh sebelum itu, Chechnya dan Rusia pernah terlibat perang. Bermula dari runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990-an, 100 etnis diberi hak untuk memiliki wilayah sendiri. Chechnya, yang saat itu termasuk dalam wilayah Rusia, memutuskan untuk mengumumkan kemerdekaan. Perang Chechnya Pertama terjadi dari tahun 1994 hingga 1996. Di akhir perang, Chechnya berhasil mendapatkan kemerdekaan secara de facto.
Rupanya, Rusia masih tak rela melepaskan Chechnya. Negara Beruang Merah itu kembali meluncurkan gencatan senjata ke wilayah Chechnya pada tahun 1999. Bahkan lebih parah, Rusia menduduki ibu kota Grozny dan melakukan penculikan kepada sejumlah pemuda Chenchen. Perang ini akhirnya tandas dengan tunduknya pemimpin pemberontakan Chenchen, Ahmad Kadyrov, yang kemudian menjalin kerja sama dengan Rusia. Relasi tersebut masih berlanjut hingga saat ini di bawah kepemimpinan sang putra, Ramzan Kadyrov.
Baca juga:&amp;nbsp;Apa Itu Senjata Hipersonik, dan Siapa Saja yang Memilikinya?
&amp;bull;	Pemberontakan Tambov
Pada era Soviet juga pernah terjadi pemberontakan di negara tersebut. Pemberontakan yang berlangsung antara tahun 1920 dan 1921 itu menjadi pemberontakan petani terbesar melawan rezim Bolshevik pada masa Perang Saudara Rusia. Tambov adalah sebuah kota di wilayah Rusia tengah. Pada masa itu, Tambov adalah kota yang subur dan kaya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kisah Kapten Andi Azis Diumumkan Pemberontak oleh Presiden Soekarno
Namun, kaum Bolshevik melarang perdagangan bebas yang kemudian membuat Tambov terperosok pada krisis dan kelaparan. Lebih dari 50.000 orang bersatu melawan Tentara Merah dan Tentara Putih serta menduduki sebagian besar wilayah Moskow. Sementara para tentara menggunakan gas beracun serta berbagai peralatan militer canggih untuk melawan pemberontak.&amp;bull; Pemberontakan Kronstadt
Para pelaut melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Soviet . Mereka melancarkan pemberontakan secara terbuka pada Maret 1921, yang jelas mengejutkan pemerintah Soviet karena para pelaut tersebut terkenal setia. Adanya pembatasan perdagangan bebas membuat wilayah Kronstadt mengalami kelaparan. Ribuan orang telah menjadi korban dan sekitar 8.000 pemberontak kabur ke Finlandia. Para tentara Soviet juga menangkap ribuan pemberontak lainnya untuk dieksekusi dan dihukum penjara.
&amp;bull; Pemberontakan Norilsk
Pemberontakan Norilsk adalah pemogokan besar yang dilakukan oleh para tahanan Gulag. Gulag sendiri merupakan badan pemerintah yang mengatur kerja paksa pada masa pemerintahan Soviet. Peristiwa ini terjadi di daerah Gorlag yakni di kamp Gorlag, tepatnya di wilayah Siberia, Norilsk. Ketika itu, tahun 1953, para tahanan mulai tersiksa dengan kekurangan jatah makan, yang tidak sesuai dengan jam kerja. Ditambah lagi, jam kerjae mereka sangat gila-gilaan. Pemberontakan tersebut berlangsung selama 70 hari, dengan menewaskan 150 pidana. Usai peristiwa berdarah tersebut, dilakukan penutupan terhadap kamp tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Serang Ukraina, Rusia Luncurkan Rudal Jelajah dari Dua Laut</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pemberontakan pernah terjadi di Rusia. Pemberontakan tersebut disebabkan karena rakyat menginginkan revolusi, kebebasan, dan kemerdekaan, sehingga melakukan pembangkangan sipil hingga pecah pertempuran. Berikut ini adalah sejumlah pemberontakan yang pernah terjadi di Rusia.
&amp;bull;	Pemberontakan Chechnya
Chechnya merupakan salah satu negara yang mendukung upaya invasi Rusia di Ukraina. Namun jauh sebelum itu, Chechnya dan Rusia pernah terlibat perang. Bermula dari runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990-an, 100 etnis diberi hak untuk memiliki wilayah sendiri. Chechnya, yang saat itu termasuk dalam wilayah Rusia, memutuskan untuk mengumumkan kemerdekaan. Perang Chechnya Pertama terjadi dari tahun 1994 hingga 1996. Di akhir perang, Chechnya berhasil mendapatkan kemerdekaan secara de facto.
Rupanya, Rusia masih tak rela melepaskan Chechnya. Negara Beruang Merah itu kembali meluncurkan gencatan senjata ke wilayah Chechnya pada tahun 1999. Bahkan lebih parah, Rusia menduduki ibu kota Grozny dan melakukan penculikan kepada sejumlah pemuda Chenchen. Perang ini akhirnya tandas dengan tunduknya pemimpin pemberontakan Chenchen, Ahmad Kadyrov, yang kemudian menjalin kerja sama dengan Rusia. Relasi tersebut masih berlanjut hingga saat ini di bawah kepemimpinan sang putra, Ramzan Kadyrov.
Baca juga:&amp;nbsp;Apa Itu Senjata Hipersonik, dan Siapa Saja yang Memilikinya?
&amp;bull;	Pemberontakan Tambov
Pada era Soviet juga pernah terjadi pemberontakan di negara tersebut. Pemberontakan yang berlangsung antara tahun 1920 dan 1921 itu menjadi pemberontakan petani terbesar melawan rezim Bolshevik pada masa Perang Saudara Rusia. Tambov adalah sebuah kota di wilayah Rusia tengah. Pada masa itu, Tambov adalah kota yang subur dan kaya.
Baca juga:&amp;nbsp;Kisah Kapten Andi Azis Diumumkan Pemberontak oleh Presiden Soekarno
Namun, kaum Bolshevik melarang perdagangan bebas yang kemudian membuat Tambov terperosok pada krisis dan kelaparan. Lebih dari 50.000 orang bersatu melawan Tentara Merah dan Tentara Putih serta menduduki sebagian besar wilayah Moskow. Sementara para tentara menggunakan gas beracun serta berbagai peralatan militer canggih untuk melawan pemberontak.&amp;bull; Pemberontakan Kronstadt
Para pelaut melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Soviet . Mereka melancarkan pemberontakan secara terbuka pada Maret 1921, yang jelas mengejutkan pemerintah Soviet karena para pelaut tersebut terkenal setia. Adanya pembatasan perdagangan bebas membuat wilayah Kronstadt mengalami kelaparan. Ribuan orang telah menjadi korban dan sekitar 8.000 pemberontak kabur ke Finlandia. Para tentara Soviet juga menangkap ribuan pemberontak lainnya untuk dieksekusi dan dihukum penjara.
&amp;bull; Pemberontakan Norilsk
Pemberontakan Norilsk adalah pemogokan besar yang dilakukan oleh para tahanan Gulag. Gulag sendiri merupakan badan pemerintah yang mengatur kerja paksa pada masa pemerintahan Soviet. Peristiwa ini terjadi di daerah Gorlag yakni di kamp Gorlag, tepatnya di wilayah Siberia, Norilsk. Ketika itu, tahun 1953, para tahanan mulai tersiksa dengan kekurangan jatah makan, yang tidak sesuai dengan jam kerja. Ditambah lagi, jam kerjae mereka sangat gila-gilaan. Pemberontakan tersebut berlangsung selama 70 hari, dengan menewaskan 150 pidana. Usai peristiwa berdarah tersebut, dilakukan penutupan terhadap kamp tersebut.
Baca juga:&amp;nbsp;Serang Ukraina, Rusia Luncurkan Rudal Jelajah dari Dua Laut</content:encoded></item></channel></rss>
