<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPR RI Sebut Parlemen Berperan dalam Penanganan Pandemi Covid-19</title><description>Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyebut parlemen turut berperan dalam kedaruratan medis.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19"/><item><title>Ketua DPR RI Sebut Parlemen Berperan dalam Penanganan Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2022 15:37 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19-v1JCe1zKcx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/22/337/2565892/ketua-dpr-ri-sebut-parlemen-berperan-dalam-penanganan-pandemi-covid-19-v1JCe1zKcx.jpg</image><title>Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyebut parlemen turut berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hal ini menyusul pandemi virus corona (Covid-19) yang merebak di seluruh dunia.

&amp;ldquo;Saat pandemi atau bencana melanda, semua orang berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pandemi membuat kita menyadari peran anggota parlemen dalam kedaruratan medis,&amp;rdquo; kata Puan saat memberikan sambutan dalam Diskusi Panel WHO yang digelar di sela-sela 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Selasa (22/3/2022).


Politikus PDIP itu menyebut, anggota parlemen memiliki kekuatan untuk mencapai kesiapan saat terjadinya kedaruratan medis. Menurutnya, masyarakat dan organisasi dapat bekerja sama dan beradaptasi untuk mencapai ketahanan nasional.

&amp;ldquo;Melalui peran kunci yang memungkinkan dari legislasi, penganggaran, pengawasan, dan perwakilan,&amp;rdquo; ucapnya.

Puan menyebut, pandemi Covid-19 turut mengungkapkan kelemahan dan kurangnya kesiapan dunia. Karena itu, parlemen harus mengambil peran utama dalam mempromosikan kesiapsiagaan darurat kesehatan.


&amp;ldquo;Saat kita dihadapkan dengan ancaman, risiko dan kerentanan, kita menyadari urgensi untuk pendekatan semua bahaya, multisektoral, dan terkoordinasi untuk kesiapsiagaan darurat kesehatan,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Sekarang adalah waktu yang paling tepat bagi kita untuk meningkatkan kepemimpinan politik kita,&amp;rdquo; sambungnya.

Dalam sidang tersebut, mantan Menko PMK itu mengajak anggota parlemen dunia untuk membangun peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait kesehatan nasional secara komprehensif dan proporsional. Perundang-undangan yang dibentuk, lanjut dia, juga harus memperhatikan responsif gender, dan sensitif terhadap kelompok rentan.

BACA JUGA:Sidang Ke-144 IPU, Puan Dorong Parlemen Internasional Tolak Unilateralisme

&amp;ldquo;Kita harus bekerja sama dengan pemerintah kita untuk memastikan kebijakan dan infrastruktur yang memadai dalam berbagai masalah,&amp;rdquo; tutur Puan.

Menurutnya, melandanya Covid-19 di dunia melipatgandakan tantangan kompleks dan memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi yang telah ada sebelumnya. Bahkan, keadaan darurat ini disebutnya telah melampui apa yang pernah terjadi pada seabad kebelakang.

&amp;ldquo;Covid-19 terus menjadi krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial yang besar. Ketika virus menyebar ke seluruh wilayah, efek skala penuh dari pandemi dan tindakan penahanan terkait, sedang berlangsung,&amp;rdquo; sebutnya.



Puan pun menegaskan, pandemi Covid-19 global hanya dapat dikelola melalui sinergi antara respons seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat. Puan menyebut, hasil kerja bersama suatu bangsa lah yang bisa membangun ketahanan kesehatan masyarakat.

&amp;ldquo;Memperkuat dan memelihara kesiapsiagaan sistem respons, dan memprioritaskan investasi sumber daya di masa depan,&amp;rdquo; tuturnya.


&amp;ldquo;Karena kita menyadari pandemi sebagai masalah yang terlalu besar skala dan konsekuensinya, solidaritas antar bangsa adalah kunci pemulihan menuju masa depan pascapandemi yang berkelanjutan dan adil,&amp;rdquo; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyebut parlemen turut berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hal ini menyusul pandemi virus corona (Covid-19) yang merebak di seluruh dunia.

&amp;ldquo;Saat pandemi atau bencana melanda, semua orang berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pandemi membuat kita menyadari peran anggota parlemen dalam kedaruratan medis,&amp;rdquo; kata Puan saat memberikan sambutan dalam Diskusi Panel WHO yang digelar di sela-sela 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Selasa (22/3/2022).


Politikus PDIP itu menyebut, anggota parlemen memiliki kekuatan untuk mencapai kesiapan saat terjadinya kedaruratan medis. Menurutnya, masyarakat dan organisasi dapat bekerja sama dan beradaptasi untuk mencapai ketahanan nasional.

&amp;ldquo;Melalui peran kunci yang memungkinkan dari legislasi, penganggaran, pengawasan, dan perwakilan,&amp;rdquo; ucapnya.

Puan menyebut, pandemi Covid-19 turut mengungkapkan kelemahan dan kurangnya kesiapan dunia. Karena itu, parlemen harus mengambil peran utama dalam mempromosikan kesiapsiagaan darurat kesehatan.


&amp;ldquo;Saat kita dihadapkan dengan ancaman, risiko dan kerentanan, kita menyadari urgensi untuk pendekatan semua bahaya, multisektoral, dan terkoordinasi untuk kesiapsiagaan darurat kesehatan,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Sekarang adalah waktu yang paling tepat bagi kita untuk meningkatkan kepemimpinan politik kita,&amp;rdquo; sambungnya.

Dalam sidang tersebut, mantan Menko PMK itu mengajak anggota parlemen dunia untuk membangun peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait kesehatan nasional secara komprehensif dan proporsional. Perundang-undangan yang dibentuk, lanjut dia, juga harus memperhatikan responsif gender, dan sensitif terhadap kelompok rentan.

BACA JUGA:Sidang Ke-144 IPU, Puan Dorong Parlemen Internasional Tolak Unilateralisme

&amp;ldquo;Kita harus bekerja sama dengan pemerintah kita untuk memastikan kebijakan dan infrastruktur yang memadai dalam berbagai masalah,&amp;rdquo; tutur Puan.

Menurutnya, melandanya Covid-19 di dunia melipatgandakan tantangan kompleks dan memperburuk kesenjangan sosial dan ekonomi yang telah ada sebelumnya. Bahkan, keadaan darurat ini disebutnya telah melampui apa yang pernah terjadi pada seabad kebelakang.

&amp;ldquo;Covid-19 terus menjadi krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial yang besar. Ketika virus menyebar ke seluruh wilayah, efek skala penuh dari pandemi dan tindakan penahanan terkait, sedang berlangsung,&amp;rdquo; sebutnya.



Puan pun menegaskan, pandemi Covid-19 global hanya dapat dikelola melalui sinergi antara respons seluruh pemerintah dan seluruh masyarakat. Puan menyebut, hasil kerja bersama suatu bangsa lah yang bisa membangun ketahanan kesehatan masyarakat.

&amp;ldquo;Memperkuat dan memelihara kesiapsiagaan sistem respons, dan memprioritaskan investasi sumber daya di masa depan,&amp;rdquo; tuturnya.


&amp;ldquo;Karena kita menyadari pandemi sebagai masalah yang terlalu besar skala dan konsekuensinya, solidaritas antar bangsa adalah kunci pemulihan menuju masa depan pascapandemi yang berkelanjutan dan adil,&amp;rdquo; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
