<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oknum Guru Agama SD Cabuli Dua Siswinya, Modusnya Bikin Geleng-Geleng Kepala</title><description>Orangtua korbanpun melaporkan sang guru ke polisi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala"/><item><title>Oknum Guru Agama SD Cabuli Dua Siswinya, Modusnya Bikin Geleng-Geleng Kepala</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2022 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Fernando H Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala-VbtwCs1kf2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/340/2566447/oknum-guru-agama-sd-cabuli-dua-siswinya-modusnya-bikin-geleng-geleng-kepala-VbtwCs1kf2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>TAPANULI UTARA - Oknum guru agama berinisial SH berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di salahsatu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, diduga mencabuli siswinya. Orangtua korbanpun melaporkan sang guru ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menerangkan, orangtua siswi (korban) berinisial MH melaporkan sang guru ke Polres Taput, Jumat 18 Maret 2022.

Walpon Baringbing menjelaskan, KAL (korban) menceritakan kepada ibunya, bahwa sekitar Desember 2021, gurunya bernisial SH memeluk korban dan memegang payu darahnya dengan alasan agar semakin besar. Setelah itu korban diberikan uang Rp 2 ribu untuk jajan.

BACA JUGA:Usut Pencabulan Bayi, Polisi Periksa 5 Saksi Termasuk Kakek Tiri yang Dicurigai


&quot;Kejadian tersebut terjadi di ruang kelas IV, saat korban di suruh oleh gurunya membawa teh manis atau disaat tidak ada orang lain di kelas,&quot;ungkap Walpon Baringbing kepada Mei nanti kita mau tau , Rabu (23/3/2022).

Karena takut sama gurunya, sebut Walpon Baringbing, korban tidak memberitahukan kepada  orangtuanya saat itu. Namun pada Jumat 18 Maret 2022, korban  menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya.

Setelah penuturan cerita korban, ujar Walpon Baringbing, orangtua korban berinisial MH melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Sekolah.


&quot;Jumat sore 18 Maret 2022, guru agama  tersebut bersama Kepala  Sekolah mendatangi orangtua korban dirumahnya untuk minta maaf. Namun  seluruh keluarga korban tidak terima dan akhirnya orangtua korban  melapor ke Polres Taput,&quot; kata Walpon Baringbing.

Setelah kita menerima pengaduan, beber Walpon Baringbing, terkuak  bahwa korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh gurunya terhadap  siswinya bukan hanya satu orang. Ada dua korban, yaitu SRS (12), siswi  di sekolah yang sama.

&quot;Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.   Korban dan orangtuanya sudah kita periksa. Selanjutnya saksi-saksi lain  juga akan kita periksa. Setelah itu, terlapor akan segera kita panggil  untuk dimintai keterangan,&quot; pungkas Walpon Baringbing.</description><content:encoded>TAPANULI UTARA - Oknum guru agama berinisial SH berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di salahsatu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, diduga mencabuli siswinya. Orangtua korbanpun melaporkan sang guru ke polisi.

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menerangkan, orangtua siswi (korban) berinisial MH melaporkan sang guru ke Polres Taput, Jumat 18 Maret 2022.

Walpon Baringbing menjelaskan, KAL (korban) menceritakan kepada ibunya, bahwa sekitar Desember 2021, gurunya bernisial SH memeluk korban dan memegang payu darahnya dengan alasan agar semakin besar. Setelah itu korban diberikan uang Rp 2 ribu untuk jajan.

BACA JUGA:Usut Pencabulan Bayi, Polisi Periksa 5 Saksi Termasuk Kakek Tiri yang Dicurigai


&quot;Kejadian tersebut terjadi di ruang kelas IV, saat korban di suruh oleh gurunya membawa teh manis atau disaat tidak ada orang lain di kelas,&quot;ungkap Walpon Baringbing kepada Mei nanti kita mau tau , Rabu (23/3/2022).

Karena takut sama gurunya, sebut Walpon Baringbing, korban tidak memberitahukan kepada  orangtuanya saat itu. Namun pada Jumat 18 Maret 2022, korban  menceritakan peristiwa tersebut kepada ibunya.

Setelah penuturan cerita korban, ujar Walpon Baringbing, orangtua korban berinisial MH melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Sekolah.


&quot;Jumat sore 18 Maret 2022, guru agama  tersebut bersama Kepala  Sekolah mendatangi orangtua korban dirumahnya untuk minta maaf. Namun  seluruh keluarga korban tidak terima dan akhirnya orangtua korban  melapor ke Polres Taput,&quot; kata Walpon Baringbing.

Setelah kita menerima pengaduan, beber Walpon Baringbing, terkuak  bahwa korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh gurunya terhadap  siswinya bukan hanya satu orang. Ada dua korban, yaitu SRS (12), siswi  di sekolah yang sama.

&quot;Saat ini kita sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.   Korban dan orangtuanya sudah kita periksa. Selanjutnya saksi-saksi lain  juga akan kita periksa. Setelah itu, terlapor akan segera kita panggil  untuk dimintai keterangan,&quot; pungkas Walpon Baringbing.</content:encoded></item></channel></rss>
