<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Sebar Pandangan Unik tentang Perang di Ukraina lewat Medsos</title><description>Pemerintah China menyebarkan pandangan unik tentang perang di Ukraina lewat medsos.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos"/><item><title>China Sebar Pandangan Unik tentang Perang di Ukraina lewat Medsos</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 00:06 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos-s22nHsupMP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tampak beberapa orang berdiri dekat layar televisi yang menyiarkan berita invasi Rusia ke Ukraina.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/18/2566764/china-sebar-pandangan-unik-tentang-perang-di-ukraina-lewat-medsos-s22nHsupMP.jpg</image><title>Tampak beberapa orang berdiri dekat layar televisi yang menyiarkan berita invasi Rusia ke Ukraina.</title></images><description>PARA analis mengatakan, media yang dikendalikan oleh pemerintah China menempatkan volume konten di platform media sosial (medsos) populer untuk menyiarkan pesan-pesan unik pemerintah tentang perang Rusia di Ukraina kepada pengguna internet dari Barat. Menurut mereka, pembaca tidak selalu tahu asal konten-konten tersebut.

Kantor Berita resmi Xinhua, surat kabar berbahasa Inggris China Daily, dan situs berbahasa Inggris China Global Television Network (CGTN) setiap hari mengunggah beberapa pandangan China akan berita mengenai konflik di Ukraina di laman Facebook dan Twitter milik mereka. CGTN mengelola akun Facebook khusus untuk pemirsanya di Eropa, dan akun lain untuk Amerika.

Pesan-pesan itu berisi pandangan China tentang invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung hampir sebulan.China, sekutu Rusia, melalui berbagai outlet media pemerintah telah menyatakan sikap netralnya, membantah klaim bahwa negara itu mendukung Rusia dalam konflik tersebut, dan memuji upaya perdamaian melalui dialog.

BACA JUGA:Pemerintah Rusia Tegaskan Hanya Gunakan Senjata Nuklir jika Terancam

Banyak unggahan itu ditautkan ke tagar populer seperti #Ukraine atau #UkraineConflict.



&amp;ldquo;Duta Besar China untuk Amerika Serikat pada Minggu mengatakan, tuduhan bahwa negaranya memberi bantuan militer ke Rusia dalam konfliknya dengan #Ukraine adalah &amp;lsquo;disinformasi&amp;rsquo;,&amp;rdquo; China Daily mencatat dalam satu kalimat yang diunggah di Facebook pada Senin (21/3).

Apa yang dilakukan Beijing akan membuahkan hasil, ujar Danny Levinson, pakar teknologi dan keamanan siber yang berbasis di China. Pemerintah China memiliki atau memantau dengan cermat semua media berita di negara komunis itu, situasi yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada media sosial Barat.</description><content:encoded>PARA analis mengatakan, media yang dikendalikan oleh pemerintah China menempatkan volume konten di platform media sosial (medsos) populer untuk menyiarkan pesan-pesan unik pemerintah tentang perang Rusia di Ukraina kepada pengguna internet dari Barat. Menurut mereka, pembaca tidak selalu tahu asal konten-konten tersebut.

Kantor Berita resmi Xinhua, surat kabar berbahasa Inggris China Daily, dan situs berbahasa Inggris China Global Television Network (CGTN) setiap hari mengunggah beberapa pandangan China akan berita mengenai konflik di Ukraina di laman Facebook dan Twitter milik mereka. CGTN mengelola akun Facebook khusus untuk pemirsanya di Eropa, dan akun lain untuk Amerika.

Pesan-pesan itu berisi pandangan China tentang invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung hampir sebulan.China, sekutu Rusia, melalui berbagai outlet media pemerintah telah menyatakan sikap netralnya, membantah klaim bahwa negara itu mendukung Rusia dalam konflik tersebut, dan memuji upaya perdamaian melalui dialog.

BACA JUGA:Pemerintah Rusia Tegaskan Hanya Gunakan Senjata Nuklir jika Terancam

Banyak unggahan itu ditautkan ke tagar populer seperti #Ukraine atau #UkraineConflict.



&amp;ldquo;Duta Besar China untuk Amerika Serikat pada Minggu mengatakan, tuduhan bahwa negaranya memberi bantuan militer ke Rusia dalam konfliknya dengan #Ukraine adalah &amp;lsquo;disinformasi&amp;rsquo;,&amp;rdquo; China Daily mencatat dalam satu kalimat yang diunggah di Facebook pada Senin (21/3).

Apa yang dilakukan Beijing akan membuahkan hasil, ujar Danny Levinson, pakar teknologi dan keamanan siber yang berbasis di China. Pemerintah China memiliki atau memantau dengan cermat semua media berita di negara komunis itu, situasi yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada media sosial Barat.</content:encoded></item></channel></rss>
