<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Sanksi Internasional, Warga Rusia Mulai Rasakan Kesulitan Pangan</title><description>Video yang menunjukkan pembeli Rusia yang berebutan mengambil bungkusan gula di supermarket, menjadi viral.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan"/><item><title>Dampak Sanksi Internasional, Warga Rusia Mulai Rasakan Kesulitan Pangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan-gakEwrlUpj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Rusia antre ATM pasca sanksi dari internasional (Foto: AP/VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/18/2566839/dampak-sanksi-internasional-warga-rusia-mulai-rasakan-kesulitan-pangan-gakEwrlUpj.jpg</image><title>Warga Rusia antre ATM pasca sanksi dari internasional (Foto: AP/VOA)</title></images><description>MOSKOW &amp;mdash; Rusia merasakan akibat dari sanksi negara-negara Barat dan tindakan keras yang dilakukan pemerintah setelah empat minggu mengirim pasukan ke Ukraina.

Berikut beberapa contoh barang sehari-hari yang tidak lagi bisa didapat dengan mudah oleh orang Rusia.

Video yang menunjukkan pembeli Rusia yang berebutan mengambil bungkusan gula di supermarket, menjadi viral. Harga gula meningkat tajam dan toko-toko memberlakukan pembatasan jumlah gula yang dapat dibeli untuk setiap pembeli.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rusia Invasi Ukraina, Ini 4 Hal Utama yang Disoroti Inggris
Pada masa gejolak ekonomi, orang Rusia yang lebih tua, teringat akan kekurangan pangan awal 1990-an. Mereka secara naluri menggunakan gula yang biasa untuk membuat selai dan pengawet lainnya, juga untuk sorgum yang populer di negara itu.

Rusia telah membatasi ekspor gula dan biji-bijian dan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa produk makanan penting itu tidak akan habis.

Barang lain yang harganya melonjak dan menghilang dari rak-rak toko adalah kertas untuk mesin cetak. Media lokal melaporkan, harga eceran naik dua atau tiga kali lipat dan kotak-kotak kertas itu dijual kembali secara daring dengan harga lebih mahal.
Baca Juga:&amp;nbsp;NATO Akan Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Eropa timur, Peringatkan Rusia Tidak Gunakan Senjata Nuklir
Ini terjadi karena beberapa pabrik kertas menangguhkan produksinya, seperti merek terkenal, Svetocopy, di wilayah Saint Petersburg di barat laut negara itu. Alasannya, industri kertas Rusia menggunakan natrium klorat sebagai bahan pemutih dan mengimpor sebagian besar bahan ini dari luar negeri.

Dalam hal perjalanan, kelas menengah Rusia terbiasa melakukan penerbangan tetap ke Eropa dan tempat lain, tetapi kini kebiasaan itu berakhir karena sanksi terberat dari negara-negara Barat yang menutup wilayah udara mereka untuk maskapai Rusia.
Penerbangan internasional dari Rusia kini sangat jarang. Penerbangan domestik sebagian besar beralih ke pesawat buatan Rusia seperti Sukhoi Superjet.
Jerman Tolak Boikot Pasokan Energi Rusia

Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Selasa 22 Maret kembali menolak seruan untuk memboikot pasokan energi Rusia setelah serangan di Ukraina.

&quot;Posisi Jerman atas boikot energi itu tetap tidak berubah,&quot; kata Scholz pada pengarahan di Berlin bersama Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola.

Scholz mengatakan, sanksi yang dijatuhkan pada Rusia memukul ekonominya. Pada saat yang sama, sanksi dirancang agar dapat ditoleransi bagi mereka yang memberlakukannya, termasuk dalam jangka panjang, katanya.

Dia menambahkan, negara-negara lain di Eropa bahkan lebih bergantung pada minyak, batu bara, dan gas Rusia daripada Jerman.

Negara-negara Eropa membayar Rusia ratusan juta dolar setiap hari untuk membeli bahan bakar fosil.</description><content:encoded>MOSKOW &amp;mdash; Rusia merasakan akibat dari sanksi negara-negara Barat dan tindakan keras yang dilakukan pemerintah setelah empat minggu mengirim pasukan ke Ukraina.

Berikut beberapa contoh barang sehari-hari yang tidak lagi bisa didapat dengan mudah oleh orang Rusia.

Video yang menunjukkan pembeli Rusia yang berebutan mengambil bungkusan gula di supermarket, menjadi viral. Harga gula meningkat tajam dan toko-toko memberlakukan pembatasan jumlah gula yang dapat dibeli untuk setiap pembeli.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Rusia Invasi Ukraina, Ini 4 Hal Utama yang Disoroti Inggris
Pada masa gejolak ekonomi, orang Rusia yang lebih tua, teringat akan kekurangan pangan awal 1990-an. Mereka secara naluri menggunakan gula yang biasa untuk membuat selai dan pengawet lainnya, juga untuk sorgum yang populer di negara itu.

Rusia telah membatasi ekspor gula dan biji-bijian dan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa produk makanan penting itu tidak akan habis.

Barang lain yang harganya melonjak dan menghilang dari rak-rak toko adalah kertas untuk mesin cetak. Media lokal melaporkan, harga eceran naik dua atau tiga kali lipat dan kotak-kotak kertas itu dijual kembali secara daring dengan harga lebih mahal.
Baca Juga:&amp;nbsp;NATO Akan Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Eropa timur, Peringatkan Rusia Tidak Gunakan Senjata Nuklir
Ini terjadi karena beberapa pabrik kertas menangguhkan produksinya, seperti merek terkenal, Svetocopy, di wilayah Saint Petersburg di barat laut negara itu. Alasannya, industri kertas Rusia menggunakan natrium klorat sebagai bahan pemutih dan mengimpor sebagian besar bahan ini dari luar negeri.

Dalam hal perjalanan, kelas menengah Rusia terbiasa melakukan penerbangan tetap ke Eropa dan tempat lain, tetapi kini kebiasaan itu berakhir karena sanksi terberat dari negara-negara Barat yang menutup wilayah udara mereka untuk maskapai Rusia.
Penerbangan internasional dari Rusia kini sangat jarang. Penerbangan domestik sebagian besar beralih ke pesawat buatan Rusia seperti Sukhoi Superjet.
Jerman Tolak Boikot Pasokan Energi Rusia

Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Selasa 22 Maret kembali menolak seruan untuk memboikot pasokan energi Rusia setelah serangan di Ukraina.

&quot;Posisi Jerman atas boikot energi itu tetap tidak berubah,&quot; kata Scholz pada pengarahan di Berlin bersama Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola.

Scholz mengatakan, sanksi yang dijatuhkan pada Rusia memukul ekonominya. Pada saat yang sama, sanksi dirancang agar dapat ditoleransi bagi mereka yang memberlakukannya, termasuk dalam jangka panjang, katanya.

Dia menambahkan, negara-negara lain di Eropa bahkan lebih bergantung pada minyak, batu bara, dan gas Rusia daripada Jerman.

Negara-negara Eropa membayar Rusia ratusan juta dolar setiap hari untuk membeli bahan bakar fosil.</content:encoded></item></channel></rss>
