<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Jadi Medan Tarik-Menarik antara Rusia-AS Terkait Ukraina</title><description>Hikmahanto melihat hal ini terjadi menjelang penyelenggaraan KTT G20 mendatang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina"/><item><title>Indonesia Jadi Medan Tarik-Menarik antara Rusia-AS Terkait Ukraina</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina-LjjPGCmncc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Ukraina bergerak keluar dari Kota Irpin di luar Kiev, 12 Maret 2022. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/18/2567210/indonesia-jadi-medan-tarik-menarik-antara-rusia-as-terkait-ukraina-LjjPGCmncc.jpg</image><title>Tentara Ukraina bergerak keluar dari Kota Irpin di luar Kiev, 12 Maret 2022. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan Indonesia menjadi medan tarik-menarik dalam konflik Rusia dengan Amerika Serikat (AS) terkait situasi di Ukraina.
&amp;ldquo;Indonesia pun menjadi medan tarik menarik bagi konflik Rusia dengan AS dan sekutunya mengingat Indonesia akan menyelenggarakan KTT G20 bulan November mendatang,&amp;rdquo; ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/3/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;NATO Khawatir Kegagalan Invasi Rusia di Ukraina Membuat Putin Lebih Berbahaya

AS dan sekutunya minta kepada Indonesia sebagai Presiden G20 untuk mempertimbangkan keanggotaan Rusia, kata dia.
&amp;ldquo;Australia mengancam tidak akan hadir dalam KTT bila Rusia hadir. Sementara Dubes Rusia mengkonfirmasi kehadiran Presiden Putin di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Indonesia, melalui Kemlu, harus segera bertindak agar KTT G20 sukses dan memastikan semua kepala pemerintahan dan kepala negara hadir, menurut Hikmahanto.
&amp;ldquo;Ada tiga langkah yang harus dilakukan. Pertama, Kemlu harus turun menjadi juru damai atas konflik yang terjadi di Ukraina dan saat ini meluas antara AS dengan sekutunya dan Rusia,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Sebar Pandangan Unik tentang Perang di Ukraina lewat Medsos

Ia mengatakan Kemlu bisa meminta perwakilan Indonesia di AS dan negara-negara sekutunya untuk mengidentifikasi apa yang diminta terhadap Rusia.
Sementara itu, perwakilan Indonesia di Rusia menjalankan langkah yang sama, kata Hikmahanto.
&amp;ldquo;Selanjutnya, Menlu, berdasarkan masukan dari perwakilan Indonesia, merumuskan solusi yang tepat untuk ditawarkan baik ke AS dan sekutunya dan ke Rusia,&amp;rdquo; kata dia.Langkah kedua, Hikmahanto menyebutkan, adalah menteri luar negeri RI atau utusan khusus harus melakukan shuttle diplomacy atau diplomasi ulang alik untuk membicarakan solusi yang ditawarkan oleh Indonesia.
&amp;ldquo;Langkah terakhir, bila diperlukan Menlu dapat meminta Presiden untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Putin dan Presiden Joe Biden agar konflik segera diakhiri demi kemanusiaan dan keselamatan serta perekonomian dunia,&amp;rdquo; kata Hikmahanto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMi8xLzE0NTU5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia mencatat bahwa serangan Rusia ke Ukraina tidak kunjung usai dan gencatan senjata masih belum berhasil.
Pascapengenaan sanksi ekonomi oleh AS dan sekutu-sekutunya, konflik semakin meluas tidak hanya antara Rusia dan Ukraina tetapi antara Rusia dengan AS dan sekutunya, kata dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan Indonesia menjadi medan tarik-menarik dalam konflik Rusia dengan Amerika Serikat (AS) terkait situasi di Ukraina.
&amp;ldquo;Indonesia pun menjadi medan tarik menarik bagi konflik Rusia dengan AS dan sekutunya mengingat Indonesia akan menyelenggarakan KTT G20 bulan November mendatang,&amp;rdquo; ujar Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/3/2022).
BACA JUGA:&amp;nbsp;NATO Khawatir Kegagalan Invasi Rusia di Ukraina Membuat Putin Lebih Berbahaya

AS dan sekutunya minta kepada Indonesia sebagai Presiden G20 untuk mempertimbangkan keanggotaan Rusia, kata dia.
&amp;ldquo;Australia mengancam tidak akan hadir dalam KTT bila Rusia hadir. Sementara Dubes Rusia mengkonfirmasi kehadiran Presiden Putin di Indonesia,&amp;rdquo; katanya.
Indonesia, melalui Kemlu, harus segera bertindak agar KTT G20 sukses dan memastikan semua kepala pemerintahan dan kepala negara hadir, menurut Hikmahanto.
&amp;ldquo;Ada tiga langkah yang harus dilakukan. Pertama, Kemlu harus turun menjadi juru damai atas konflik yang terjadi di Ukraina dan saat ini meluas antara AS dengan sekutunya dan Rusia,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Sebar Pandangan Unik tentang Perang di Ukraina lewat Medsos

Ia mengatakan Kemlu bisa meminta perwakilan Indonesia di AS dan negara-negara sekutunya untuk mengidentifikasi apa yang diminta terhadap Rusia.
Sementara itu, perwakilan Indonesia di Rusia menjalankan langkah yang sama, kata Hikmahanto.
&amp;ldquo;Selanjutnya, Menlu, berdasarkan masukan dari perwakilan Indonesia, merumuskan solusi yang tepat untuk ditawarkan baik ke AS dan sekutunya dan ke Rusia,&amp;rdquo; kata dia.Langkah kedua, Hikmahanto menyebutkan, adalah menteri luar negeri RI atau utusan khusus harus melakukan shuttle diplomacy atau diplomasi ulang alik untuk membicarakan solusi yang ditawarkan oleh Indonesia.
&amp;ldquo;Langkah terakhir, bila diperlukan Menlu dapat meminta Presiden untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Putin dan Presiden Joe Biden agar konflik segera diakhiri demi kemanusiaan dan keselamatan serta perekonomian dunia,&amp;rdquo; kata Hikmahanto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8wMi8xLzE0NTU5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia mencatat bahwa serangan Rusia ke Ukraina tidak kunjung usai dan gencatan senjata masih belum berhasil.
Pascapengenaan sanksi ekonomi oleh AS dan sekutu-sekutunya, konflik semakin meluas tidak hanya antara Rusia dan Ukraina tetapi antara Rusia dengan AS dan sekutunya, kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
