<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Covid-19 Melandai, Wisma Atlet Berencana Hanya Pakai 1 Tower</title><description>Tower empat dan tujuh masih digunakan sebagai ruang isolasi sejak melonjaknya kasus Covid-19 di bulan Februari 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower"/><item><title>Covid-19 Melandai, Wisma Atlet Berencana Hanya Pakai 1 Tower</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower-zBNOaDNcBN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/337/2566814/covid-19-melandai-wisma-atlet-berencana-hanya-pakai-1-tower-zBNOaDNcBN.jpg</image><title>RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman mengatakan, tower yang digunakan bisa dapat berkurang menjadi satu dengan melandainya jumlah pasien. Kendati, ada penyesuaian sarana dan prasarana pada tower yang kosong.
&quot;Tidak menutup kemungkinan, kita terus mengecilkan hanya menjadi satu tower saja. Tetapi konsekuensinya beberapa peralatan yang tidak terpenuhi, akan diadakan dari tower satunya,&quot; kata Budiman, Rabu (23/3/2022).
Sebelumnya, tower empat dan tujuh masih digunakan sebagai ruang isolasi sejak melonjaknya kasus Covid-19 di bulan Februari 2022. Sekarang hanya menyisakan tower lima dan tower enam.
&quot;Dengan menurunnya Bed Of Ratio (BOR), tidak ada kebijakan atas prosedur yang diubah, yang jelas beberapa tower kita tutup untuk efisiensi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Pintu Masuk PPLN ke Indonesia Sesuai SE Satgas Covid-19
Ia menambahkan, sebagian besar operasional tower sekarang dilimpahkan pada tower lima dan enam. Inventaris yang tidak terpakai akan tersimpan di gudang. Agar suatu saat ketika kasus melonjak kembali, peralatan bisa tetap terpakai.
&quot;Konsentrasi di tower lima dan enam sekitar 896 orang. Sempat menyentuh 7 ribu orang, lalu turun menjadi 5 ribu orang.Tower lain peralatannya kita inventariskan ke gudang,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;2 Tahun RSDC Wisma Atlet, BNPB Harap Jadi Knowledge Sharing Indonesia Hadapi Covid-19</description><content:encoded>JAKARTA -  Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman mengatakan, tower yang digunakan bisa dapat berkurang menjadi satu dengan melandainya jumlah pasien. Kendati, ada penyesuaian sarana dan prasarana pada tower yang kosong.
&quot;Tidak menutup kemungkinan, kita terus mengecilkan hanya menjadi satu tower saja. Tetapi konsekuensinya beberapa peralatan yang tidak terpenuhi, akan diadakan dari tower satunya,&quot; kata Budiman, Rabu (23/3/2022).
Sebelumnya, tower empat dan tujuh masih digunakan sebagai ruang isolasi sejak melonjaknya kasus Covid-19 di bulan Februari 2022. Sekarang hanya menyisakan tower lima dan tower enam.
&quot;Dengan menurunnya Bed Of Ratio (BOR), tidak ada kebijakan atas prosedur yang diubah, yang jelas beberapa tower kita tutup untuk efisiensi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Pintu Masuk PPLN ke Indonesia Sesuai SE Satgas Covid-19
Ia menambahkan, sebagian besar operasional tower sekarang dilimpahkan pada tower lima dan enam. Inventaris yang tidak terpakai akan tersimpan di gudang. Agar suatu saat ketika kasus melonjak kembali, peralatan bisa tetap terpakai.
&quot;Konsentrasi di tower lima dan enam sekitar 896 orang. Sempat menyentuh 7 ribu orang, lalu turun menjadi 5 ribu orang.Tower lain peralatannya kita inventariskan ke gudang,&quot; pungkasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;2 Tahun RSDC Wisma Atlet, BNPB Harap Jadi Knowledge Sharing Indonesia Hadapi Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
