<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wisma Atlet Diharapkan Bisa Layani Korban Nuklir Biologi Kimia</title><description>Dengan berakhirnya pandemi menjadi endemi, ia menjelaskan nasib Wisma Atlet nantinya merupakan keputusan yang ada di tangan pemerintah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia"/><item><title>Wisma Atlet Diharapkan Bisa Layani Korban Nuklir Biologi Kimia</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 06:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Syahrial</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia-BMIvvFPcVF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/337/2566850/wisma-atlet-diharapkan-bisa-layani-korban-nuklir-biologi-kimia-BMIvvFPcVF.jpg</image><title>RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman berharap di masa depan, Indonesia siap terhadap ancaman akibat korban nuklir biologi kimia. Wisma Atlet bisa menjadi pelayanan korban nuklir.


&quot;Diharapkan ke depannya, rumah sakit ini bisa menjadi pelayanan korban-korban nuklir biologi kimia,&quot; kata Budiman kepada wartawan di Wisma Atlet, Jakarta Pusat Rabu (23/03.2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menkes Akui Ada Potensi Lonjakan Covid-19 Usai Lebaran
Ia menambahkan, konsekuensi yang terjadi di masa depan adanya tantangan perang antarnegara yang menggunakan pihak lain. Seperti Bom Nuklir dan bahan biologis lainnya. Perang yang terjadi sekarang bukan lagi memakai fisik seperti yang terjadi di masa lalu.

&quot;Ini bukan hanya soal fisik dan sebagainya. Bisa kita sebut dengan Proxy War (perang menggunakan pihak lain) yang juga menggunakan agen agen lain. Seperti apa ke depannya, kita harus selalu siap siaga,&quot; ujarnya.

Budiman juga menambahkan, ketika pandemi sudah menjadi endemi, maka penyakit tersebut sudah tidak menakutkan. &quot;Masyarakat sudah terbiasa,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Covid-19 Melandai, Wisma Atlet Berencana Hanya Pakai 1 Tower
Artinya, beberapa Profesional Kesehatan (Nakes) juga akan dipurnatugaskan seiring habisnya kontrak pada perjanjian awal. &quot;Ketika kasus turun, mereka yang berakhir kontraknya, akan dipurnatugaskan dari sini,&quot; ujarnya.

Dengan berakhirnya pandemi menjadi endemi, ia menjelaskan nasib Wisma Atlet nantinya merupakan keputusan yang ada di tangan pemerintah. Segala kemungkinan bisa terjadi nantinya. &quot;Virus saat ini masih belum jelas. Tetapi, kita tetap mempelajari dan punya rencana ke depannya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Mayjen TNI Budiman berharap di masa depan, Indonesia siap terhadap ancaman akibat korban nuklir biologi kimia. Wisma Atlet bisa menjadi pelayanan korban nuklir.


&quot;Diharapkan ke depannya, rumah sakit ini bisa menjadi pelayanan korban-korban nuklir biologi kimia,&quot; kata Budiman kepada wartawan di Wisma Atlet, Jakarta Pusat Rabu (23/03.2022).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Menkes Akui Ada Potensi Lonjakan Covid-19 Usai Lebaran
Ia menambahkan, konsekuensi yang terjadi di masa depan adanya tantangan perang antarnegara yang menggunakan pihak lain. Seperti Bom Nuklir dan bahan biologis lainnya. Perang yang terjadi sekarang bukan lagi memakai fisik seperti yang terjadi di masa lalu.

&quot;Ini bukan hanya soal fisik dan sebagainya. Bisa kita sebut dengan Proxy War (perang menggunakan pihak lain) yang juga menggunakan agen agen lain. Seperti apa ke depannya, kita harus selalu siap siaga,&quot; ujarnya.

Budiman juga menambahkan, ketika pandemi sudah menjadi endemi, maka penyakit tersebut sudah tidak menakutkan. &quot;Masyarakat sudah terbiasa,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Covid-19 Melandai, Wisma Atlet Berencana Hanya Pakai 1 Tower
Artinya, beberapa Profesional Kesehatan (Nakes) juga akan dipurnatugaskan seiring habisnya kontrak pada perjanjian awal. &quot;Ketika kasus turun, mereka yang berakhir kontraknya, akan dipurnatugaskan dari sini,&quot; ujarnya.

Dengan berakhirnya pandemi menjadi endemi, ia menjelaskan nasib Wisma Atlet nantinya merupakan keputusan yang ada di tangan pemerintah. Segala kemungkinan bisa terjadi nantinya. &quot;Virus saat ini masih belum jelas. Tetapi, kita tetap mempelajari dan punya rencana ke depannya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
