<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Sebut Jakarta Jadi Pusat Talenta Start Up</title><description>Anies menyebut DKI Jakarta menjadi pusat talenta start up.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up"/><item><title>Anies Sebut Jakarta Jadi Pusat Talenta Start Up</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up-HHIk8wgitj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/338/2567255/anies-sebut-jakarta-jadi-pusat-talenta-start-up-HHIk8wgitj.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto : MNC Portal)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, sebagian besar talenta start up yang ada di Indonesia bermuara di Ibu Kota. Tidak hanya sebagai pengguna (user), tapi juga pembuat (creator).

Hal ini dikatakan Anies dapat terwujud dengan infrastruktur digital yang memadai dan diharapkan bisa mendorong warga terbiasa dengan transformasi digital.

&quot;Di Jakarta sudah memiliki infrastruktur digital, dan kalau menurut data nya 97 persen rumah memiliki telefon genggam, 94 persen telah mengakses internet. Jadi seluruh warga DKI Jakarta terhubung dengan internet. Kami menyiapkan WiFi di semua tempat,&quot; ujar Anies dalam webinar &amp;rdquo;Accelerating Digital Transformation In Local Government&amp;rdquo; rangkaian dari March Festival Road to Digital Innovation Awards 2022 yang diselenggarakan MNC Portal, Kamis (24/3/2022).

Ia mengungkapkan talenta digital berpusat di Jakarta. Hal tersebut terlihat, sebanyak 43 persen dari total 990 start up berada di Jakarta. Sehingga DKI Jakarta menjadi tempat berkumpulnya talenta start up.

Jakarta, kata Anies, juga merupakan provinsi dengan daya saing digital tertinggi nasional di 2022 dengan skor indeks East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2022 sebesar 73 dari 100. DKI Jakarta juga menjadi kota nomor 8 peringkat terbaik di dunia sebagai pusat ekosistem perusahaan digital.

&quot;Jadi society-nya sendiri itu merupakan masyarakat bukan saja hanya sebagai pengguna tapi juga creator. Jadi sebagai sebuah ekosistem itu cukup lengkap,&quot; ucap Anies.

BACA JUGA:Transformasi Digital Ala Anies Baswedan: Ada 14.700 Titik WiFi Gratis di Jakarta

Ia menjelaskan, dengan kondisi ekosistem digital mumpuni tersebut maka aktivitas digital warga DKI Jakarta dalam pelayanan publik juga semakin meningkat.

&quot;Poin saya adalah ketika infrastruktur digital ada, masyarakat ada, lalu yang disebut dengan digital world tumbuh. Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Jakarta secara digital meningkat 5 kali lipat dalam dua tahun terakhir tepatnya 4,8 kali lipat. Jadi orang membayar PBB yang dibayar semua warga DKI itu ada kenaikan lima kali lipat,&quot; tuturnya.

Kondisi pandemi Covid-19 dikatakan Anies tidak hanya memaksa pihaknya di pemerintahan untuk mempersiapkan infrastruktur maupun pelayanan digital lebih baik.

&quot;Tapi warga Jakarta juga kini lebih terlatih melakukan segalanya serba digital mulai dari pemesanan makanan sampai mengurus PBB serba digital. Yang dahulunya belum. Ada hikmah dari pandemi Covid-19 dua tahun kemarin membuat kita di Jakarta lebih baik dalam transformasi digital,&quot; kata Anies.
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, sebagian besar talenta start up yang ada di Indonesia bermuara di Ibu Kota. Tidak hanya sebagai pengguna (user), tapi juga pembuat (creator).

Hal ini dikatakan Anies dapat terwujud dengan infrastruktur digital yang memadai dan diharapkan bisa mendorong warga terbiasa dengan transformasi digital.

&quot;Di Jakarta sudah memiliki infrastruktur digital, dan kalau menurut data nya 97 persen rumah memiliki telefon genggam, 94 persen telah mengakses internet. Jadi seluruh warga DKI Jakarta terhubung dengan internet. Kami menyiapkan WiFi di semua tempat,&quot; ujar Anies dalam webinar &amp;rdquo;Accelerating Digital Transformation In Local Government&amp;rdquo; rangkaian dari March Festival Road to Digital Innovation Awards 2022 yang diselenggarakan MNC Portal, Kamis (24/3/2022).

Ia mengungkapkan talenta digital berpusat di Jakarta. Hal tersebut terlihat, sebanyak 43 persen dari total 990 start up berada di Jakarta. Sehingga DKI Jakarta menjadi tempat berkumpulnya talenta start up.

Jakarta, kata Anies, juga merupakan provinsi dengan daya saing digital tertinggi nasional di 2022 dengan skor indeks East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2022 sebesar 73 dari 100. DKI Jakarta juga menjadi kota nomor 8 peringkat terbaik di dunia sebagai pusat ekosistem perusahaan digital.

&quot;Jadi society-nya sendiri itu merupakan masyarakat bukan saja hanya sebagai pengguna tapi juga creator. Jadi sebagai sebuah ekosistem itu cukup lengkap,&quot; ucap Anies.

BACA JUGA:Transformasi Digital Ala Anies Baswedan: Ada 14.700 Titik WiFi Gratis di Jakarta

Ia menjelaskan, dengan kondisi ekosistem digital mumpuni tersebut maka aktivitas digital warga DKI Jakarta dalam pelayanan publik juga semakin meningkat.

&quot;Poin saya adalah ketika infrastruktur digital ada, masyarakat ada, lalu yang disebut dengan digital world tumbuh. Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Jakarta secara digital meningkat 5 kali lipat dalam dua tahun terakhir tepatnya 4,8 kali lipat. Jadi orang membayar PBB yang dibayar semua warga DKI itu ada kenaikan lima kali lipat,&quot; tuturnya.

Kondisi pandemi Covid-19 dikatakan Anies tidak hanya memaksa pihaknya di pemerintahan untuk mempersiapkan infrastruktur maupun pelayanan digital lebih baik.

&quot;Tapi warga Jakarta juga kini lebih terlatih melakukan segalanya serba digital mulai dari pemesanan makanan sampai mengurus PBB serba digital. Yang dahulunya belum. Ada hikmah dari pandemi Covid-19 dua tahun kemarin membuat kita di Jakarta lebih baik dalam transformasi digital,&quot; kata Anies.
</content:encoded></item></channel></rss>
