<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Kritik Pengeluaran Pertahanan Barat yang Terus Melonjak saat Perang Rusia-Ukraina, Sebut Kegilaan</title><description>Dia mengatakan tanggapan sebenarnya bukanlah lebih banyak senjata dan lebih banyak sanksi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan"/><item><title>Paus Kritik Pengeluaran Pertahanan Barat yang Terus Melonjak saat Perang Rusia-Ukraina, Sebut Kegilaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan-kd4bmCmfNi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/18/2567720/paus-kritik-pengeluaran-pertahanan-barat-yang-terus-melonjak-saat-perang-rusia-ukraina-sebut-kegilaan-kd4bmCmfNi.jpg</image><title>Paus Fransiskus (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN - Paus Fransiskus pada Kamis (24/3) mengritik peningkatan pengeluaran pertahanan negara-negara Barat setelah invasi Rusia ke Ukraina sebagai &quot;kegilaan&quot; dan mengatakan cara baru harus ditemukan untuk menyeimbangkan kekuatan dunia.

Berbicara kepada koalisi kelompok perempuan, Paus mengatakan konflik di Ukraina adalah produk dari &quot;logika lama kekuasaan yang masih mendominasi apa yang disebut geopolitik&quot;.
Dia mengatakan tanggapan sebenarnya bukanlah lebih banyak senjata dan lebih banyak sanksi.
&quot;Saya merasa malu ketika saya membaca bahwa sekelompok negara telah berkomitmen untuk menghabiskan 2 persen dari dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk memperoleh senjata sebagai tanggapan atas apa yang terjadi sekarang. Kegilaan,&quot; terangnya.

NATO memiliki target 2 persen dari PDB negara anggota untuk dibelanjakan untuk pertahanan. Banyak yang gagal dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat Amerika Serikat (AS) kesal.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Fransiskus Kunjungi Anak-Anak Korban Perang Rusia-Ukraina
Tetapi Jerman mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan secara tajam meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi lebih dari 2 persen dari PDB-nya dalam perubahan kebijakan yang didorong oleh invasi Rusia.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Angkat Bicara tentang Perang Nuklir dan Hari KiamatPrancis, salah satu kekuatan militer terbesar di Eropa, telah mengatakan akan mencapai target pengeluaran 2 persen NATO yang dicita-citakan AS tahun ini. Negara-negara Eropa lainnya juga telah memutuskan untuk meningkatkan pengeluaran dengan berbagai tingkatan. Italia berada di tengah-tengah perdebatan politik yang panas atas usulan kenaikan.



Paus mengatakan bahwa yang dibutuhkan adalah &quot;cara yang berbeda untuk mengatur dunia yang terglobalisasi, bukan dengan menunjukkan gigi Anda, seperti yang dilakukan sekarang, tetapi cara yang berbeda untuk membingkai hubungan internasional.&quot;



Dia tidak memberikan saran tentang bagaimana hal itu bisa dilakukan. Sejak perang dimulai, Paus secara implisit mengkritik Moskow, mengutuk apa yang disebutnya &quot;agresi yang tidak dapat dibenarkan&quot; dan mencela &quot;kekejaman&quot;, tetapi ia tidak menyebut nama Rusia.

</description><content:encoded>VATIKAN - Paus Fransiskus pada Kamis (24/3) mengritik peningkatan pengeluaran pertahanan negara-negara Barat setelah invasi Rusia ke Ukraina sebagai &quot;kegilaan&quot; dan mengatakan cara baru harus ditemukan untuk menyeimbangkan kekuatan dunia.

Berbicara kepada koalisi kelompok perempuan, Paus mengatakan konflik di Ukraina adalah produk dari &quot;logika lama kekuasaan yang masih mendominasi apa yang disebut geopolitik&quot;.
Dia mengatakan tanggapan sebenarnya bukanlah lebih banyak senjata dan lebih banyak sanksi.
&quot;Saya merasa malu ketika saya membaca bahwa sekelompok negara telah berkomitmen untuk menghabiskan 2 persen dari dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk memperoleh senjata sebagai tanggapan atas apa yang terjadi sekarang. Kegilaan,&quot; terangnya.

NATO memiliki target 2 persen dari PDB negara anggota untuk dibelanjakan untuk pertahanan. Banyak yang gagal dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat Amerika Serikat (AS) kesal.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Fransiskus Kunjungi Anak-Anak Korban Perang Rusia-Ukraina
Tetapi Jerman mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan secara tajam meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi lebih dari 2 persen dari PDB-nya dalam perubahan kebijakan yang didorong oleh invasi Rusia.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Paus Angkat Bicara tentang Perang Nuklir dan Hari KiamatPrancis, salah satu kekuatan militer terbesar di Eropa, telah mengatakan akan mencapai target pengeluaran 2 persen NATO yang dicita-citakan AS tahun ini. Negara-negara Eropa lainnya juga telah memutuskan untuk meningkatkan pengeluaran dengan berbagai tingkatan. Italia berada di tengah-tengah perdebatan politik yang panas atas usulan kenaikan.



Paus mengatakan bahwa yang dibutuhkan adalah &quot;cara yang berbeda untuk mengatur dunia yang terglobalisasi, bukan dengan menunjukkan gigi Anda, seperti yang dilakukan sekarang, tetapi cara yang berbeda untuk membingkai hubungan internasional.&quot;



Dia tidak memberikan saran tentang bagaimana hal itu bisa dilakukan. Sejak perang dimulai, Paus secara implisit mengkritik Moskow, mengutuk apa yang disebutnya &quot;agresi yang tidak dapat dibenarkan&quot; dan mencela &quot;kekejaman&quot;, tetapi ia tidak menyebut nama Rusia.

</content:encoded></item></channel></rss>
