<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tiru Pawang Hujan Rara, Ibu dan Anak Ini Malah Tewas karena Gas Beracun</title><description>Aksi pawang hujan Rara Istiati Wulandari di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat ditiru seorang ibu dan anak di Tuban, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun"/><item><title>Tiru Pawang Hujan Rara, Ibu dan Anak Ini Malah Tewas karena Gas Beracun</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Pipit Wibawanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun-f7FJUaVRv6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/337/2567760/tiru-pawang-hujan-rara-ibu-dan-anak-ini-malah-tewas-karena-gas-beracun-f7FJUaVRv6.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>TUBAN - Aksi pawang hujan Rara Istiati Wulandari di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat ditiru seorang ibu dan anak di Tuban, Jawa Timur. Namun, sayang keduanya tewas mengenaskan karena gas beracun.

Kejadiannya bermula saat Marsih dan anaknya, Mariyanto menggelar ritual tolak hujan di kawasan kolam mata air keramat peninggalan Empu Supo di Tuban. Keduanya tiba-tiba terkapar lantaran menghirup gas berlerang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tiru Pawang Hujan Rara, Ibu dan Anak Tewas Mengenaskan di Petilasan Keramat Empu Supo&amp;nbsp;
Ritual tolak hujan dilakukan guna menghentikan hujan menjelang panen padi. Gas belerang yang mereka hirup bersumber dari dasar kolam pertapaan Empu Supo di masa Kerajaan Majapahit.

Saat kejadian, warga mendengar ada teriakan minta tolong dan langsung mencari sumber suara. Ternyata dari dalam kolam belerang.

&quot;Ceritanya ritual minta terang. Ibunya bakar-bakar di situ, anaknya pingsan. Ibunya mau nolong ikut jatuh sekalian. Itu keracunan, meninggal dua-duanya, orang-orang tahunya sudah jam delapan,&quot; kata Mariyem, warga Desa Dermawuharjo.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pria Tewas dalam Mobil, Rekaman CCTV Ungkap Korban Sempat Buang Paket Isi Sianida

Kapolsek Grabagan, Iptu Darwanto menduga kedua korban tewas akibat menghirup gas beracun. Bermula saat korban berkunjung ke petilasan Empu Supo untuk melakukan ritual agar saat pelaksanaan panen padi tidak turun hujan.

&amp;ldquo;Biasa dilakukan ritual oleh orang desa untuk minta hujan dan lain sebagainya,&amp;rdquo;ujar Iptu Darwanto

Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka setelah di lakukan visum luar. Kasus tersebut, kini masih dalam penyelidkan Polsek Grabagan.

Untuk proses penyelidikan dan mengantisipasi bertambahnya korban, kolam keramat Mpu Supo tersebut juga ditutup dan dipasang garis polisi.
</description><content:encoded>TUBAN - Aksi pawang hujan Rara Istiati Wulandari di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat ditiru seorang ibu dan anak di Tuban, Jawa Timur. Namun, sayang keduanya tewas mengenaskan karena gas beracun.

Kejadiannya bermula saat Marsih dan anaknya, Mariyanto menggelar ritual tolak hujan di kawasan kolam mata air keramat peninggalan Empu Supo di Tuban. Keduanya tiba-tiba terkapar lantaran menghirup gas berlerang.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tiru Pawang Hujan Rara, Ibu dan Anak Tewas Mengenaskan di Petilasan Keramat Empu Supo&amp;nbsp;
Ritual tolak hujan dilakukan guna menghentikan hujan menjelang panen padi. Gas belerang yang mereka hirup bersumber dari dasar kolam pertapaan Empu Supo di masa Kerajaan Majapahit.

Saat kejadian, warga mendengar ada teriakan minta tolong dan langsung mencari sumber suara. Ternyata dari dalam kolam belerang.

&quot;Ceritanya ritual minta terang. Ibunya bakar-bakar di situ, anaknya pingsan. Ibunya mau nolong ikut jatuh sekalian. Itu keracunan, meninggal dua-duanya, orang-orang tahunya sudah jam delapan,&quot; kata Mariyem, warga Desa Dermawuharjo.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pria Tewas dalam Mobil, Rekaman CCTV Ungkap Korban Sempat Buang Paket Isi Sianida

Kapolsek Grabagan, Iptu Darwanto menduga kedua korban tewas akibat menghirup gas beracun. Bermula saat korban berkunjung ke petilasan Empu Supo untuk melakukan ritual agar saat pelaksanaan panen padi tidak turun hujan.

&amp;ldquo;Biasa dilakukan ritual oleh orang desa untuk minta hujan dan lain sebagainya,&amp;rdquo;ujar Iptu Darwanto

Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka setelah di lakukan visum luar. Kasus tersebut, kini masih dalam penyelidkan Polsek Grabagan.

Untuk proses penyelidikan dan mengantisipasi bertambahnya korban, kolam keramat Mpu Supo tersebut juga ditutup dan dipasang garis polisi.
</content:encoded></item></channel></rss>
