<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko PMK: Stunting Bikin Indonesia Sulit Memanen Bonus Demografi</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi"/><item><title>Menko PMK: Stunting Bikin Indonesia Sulit Memanen Bonus Demografi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi-f0nDfQMQi4.png" expression="full" type="image/jpeg">Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto : MPI/Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/337/2567776/menko-pmk-stunting-bikin-indonesia-sulit-memanen-bonus-demografi-f0nDfQMQi4.png</image><title>Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto : MPI/Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan akibat stunting Indonesia akan sulit memanen bonus demografi di tahun 2030-2035.

&amp;ldquo;Stunting menghambat tumbuh kembang fisik dan non-fisik anak. Akibat stunting, anak yang terlahir akan sulit menjadi generasi unggul dan Indonesia akan sulit memanen bonus demografi di tahun 2030-2035,&amp;rdquo; tulis Muhadjir lewat akun media sosial pribadinya, Jumat (25/3/2022).

Bahkan, kata Muhadjir, hampir semua anak yang alami stunting berada ditengah keluarga miskin, bahkan kebanyakan miskin ekstrim.

Muhadjir pun menceritakan kondisi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu dimana 1 dari 2 anak mengalami stunting.

&amp;ldquo;Prevalensi stunting di kabupaten Timor Tengah Selatan 2021 mencapai 48,3% atau hampir 1 dari 2 anak mengalami kekerdilan,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

BACA JUGA:Soal Stunting, Jokowi: Target Kita di Bawah 14% pada 2024

Muhadjir juga memposting foto ketika dirinya dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menggendong anak stunting dari Kabupaten Timor Tengah Selatan.

&amp;ldquo;Rabu lalu (23/3/2022), saya dan Pak Hasto (Kepala BKKBN) meninjau keluarga yang memiliki anak alami stunting. Foto diatas, kami gendong 2 anak bersaudara. Saya gendong anak stunting usia 6 tahun dan yang Pak Hasto gendong adiknya 3 tahun sehat,&amp;rdquo; tulisnya.Karena itu, Muhadjir menegaskan pemerintah bekerja keras menurunkan angka stunting dari bumi Indonesia dengan target 14% pada 2024. Pemerintah juga mengajak semua pihak berkolaborasi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

&amp;ldquo;Semoga Indonesia mampu melahirkan anak-anak yang sehat dan unggul, yang kelak akan mewujudkan Indonesia Maju, Indonesia Emas. Aamiin YRA...&amp;rdquo; ungkap Muhadjir.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan akibat stunting Indonesia akan sulit memanen bonus demografi di tahun 2030-2035.

&amp;ldquo;Stunting menghambat tumbuh kembang fisik dan non-fisik anak. Akibat stunting, anak yang terlahir akan sulit menjadi generasi unggul dan Indonesia akan sulit memanen bonus demografi di tahun 2030-2035,&amp;rdquo; tulis Muhadjir lewat akun media sosial pribadinya, Jumat (25/3/2022).

Bahkan, kata Muhadjir, hampir semua anak yang alami stunting berada ditengah keluarga miskin, bahkan kebanyakan miskin ekstrim.

Muhadjir pun menceritakan kondisi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu dimana 1 dari 2 anak mengalami stunting.

&amp;ldquo;Prevalensi stunting di kabupaten Timor Tengah Selatan 2021 mencapai 48,3% atau hampir 1 dari 2 anak mengalami kekerdilan,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

BACA JUGA:Soal Stunting, Jokowi: Target Kita di Bawah 14% pada 2024

Muhadjir juga memposting foto ketika dirinya dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menggendong anak stunting dari Kabupaten Timor Tengah Selatan.

&amp;ldquo;Rabu lalu (23/3/2022), saya dan Pak Hasto (Kepala BKKBN) meninjau keluarga yang memiliki anak alami stunting. Foto diatas, kami gendong 2 anak bersaudara. Saya gendong anak stunting usia 6 tahun dan yang Pak Hasto gendong adiknya 3 tahun sehat,&amp;rdquo; tulisnya.Karena itu, Muhadjir menegaskan pemerintah bekerja keras menurunkan angka stunting dari bumi Indonesia dengan target 14% pada 2024. Pemerintah juga mengajak semua pihak berkolaborasi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

&amp;ldquo;Semoga Indonesia mampu melahirkan anak-anak yang sehat dan unggul, yang kelak akan mewujudkan Indonesia Maju, Indonesia Emas. Aamiin YRA...&amp;rdquo; ungkap Muhadjir.</content:encoded></item></channel></rss>
