<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Terawan Agus Putranto, Dokter 'Cuci Otak' Penggagas Vaksin Nusantara yang Kini Diberhentikan IDI</title><description>Kiprah Terawan di dunia kesehatan sudah tak diragukan lagi, terlebih lewa metode 'cuci otak' yang jadi trademarknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi"/><item><title>Profil Terawan Agus Putranto, Dokter 'Cuci Otak' Penggagas Vaksin Nusantara yang Kini Diberhentikan IDI</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi</guid><pubDate>Sabtu 26 Maret 2022 05:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi-XH3Fw41tQl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Terawan Agus Putranto. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/26/337/2568079/profil-terawan-agus-putranto-dokter-cuci-otak-penggagas-vaksin-nusantara-yang-kini-diberhentikan-idi-XH3Fw41tQl.jpeg</image><title>Terawan Agus Putranto. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemberhentian itu diputuskan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI yang keputusannya dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat 25 Maret 2022.

Keputusan itu begitu mengejutkan. Hingga saat ini Okezone masih berusaha meminta keterangan dari pihak IDI terkait alasan diberhentikannya keanggotaan Terawan di IDI.

Kiprah Terawan di dunia kesehatan sudah tak diragukan lagi. Terkenal sebagai dokter &amp;lsquo;cuci otak&amp;rsquo;, Terawan lantas diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri kesehatan pada 23 Oktober 2019. Sayang, Terawan terkena reshuffle pada 23 Desember 2020.

Profil Terawan Agus Putranto

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) lahir pada 5 Agustus 1964. Sebelum jadi menteri, Terawan seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.

Terawan menjadi dokter militer pertama yang menjabat Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat (1978&amp;ndash;1988) dan orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Breaking News: IDI Resmi Berhentikan dr Terawan dari Keanggotaan
Ia merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan kemudian masuk TNI AD. Dia ditugaskan ke beberapa daerah termasuk Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana medis/kesehatan militer.

Terawan juga pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan pada tahun 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD tahun 2015.Di RSPAD Gatot Subroto, Dokter Terawan Agus Putranto punya banyak pasien cuci otak dari berbagai kalangan. Lewat inovasinya Digital Substraction Angiogram (DSA), banyak pasien stroke atau penyakit gangguan saraf sembuh diterapi Dokter Terawan Agus Putranto. Termasuk dari kalangan pejabat, seperti Jusuf Kalla hingga Aburizal Bakrie yang pernah diterapi dengan metode DSA.

Tahun 1990, Dokter Terawan Agus Putranto lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Lalu dia mendalami bidang Radiologi, mendalami studi spesialis di Universitas Airlangga. untuk menunjang pelayanan dan menambah keilmuannya, Dokter Terawan Agus Putranto menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013. Di sela menimba ilmu di dunia medis Dokter Terawan Agus Putranto juga.

Sejak tahun 2015, Dokter Terawan Agus Putranto menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Ilmunya di dunia medis pun mumpuni, sampai dia juga ditunjuk sebagai dokter kepresidenan. Ketika Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura, Dokter Terawan Agus pun ikut turun tangan.

Setelah tak lagi jadi menteri, Terawan mengembangkan Vaksin Nusantara. Vaksin Nusantara disebut aman bagi orang-orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Penggunaan sel dendritik sebenarnya bukan hal baru di bidang kedokteran.

</description><content:encoded>JAKARTA - Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K) diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemberhentian itu diputuskan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI yang keputusannya dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat 25 Maret 2022.

Keputusan itu begitu mengejutkan. Hingga saat ini Okezone masih berusaha meminta keterangan dari pihak IDI terkait alasan diberhentikannya keanggotaan Terawan di IDI.

Kiprah Terawan di dunia kesehatan sudah tak diragukan lagi. Terkenal sebagai dokter &amp;lsquo;cuci otak&amp;rsquo;, Terawan lantas diangkat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri kesehatan pada 23 Oktober 2019. Sayang, Terawan terkena reshuffle pada 23 Desember 2020.

Profil Terawan Agus Putranto

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) lahir pada 5 Agustus 1964. Sebelum jadi menteri, Terawan seorang dokter militer yang juga menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto dan Ketua Tim Dokter Kepresidenan.

Terawan menjadi dokter militer pertama yang menjabat Menkes sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat (1978&amp;ndash;1988) dan orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Breaking News: IDI Resmi Berhentikan dr Terawan dari Keanggotaan
Ia merupakan lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan kemudian masuk TNI AD. Dia ditugaskan ke beberapa daerah termasuk Lombok, Bali, dan Jakarta untuk mengemban tugas sebagai pelaksana medis/kesehatan militer.

Terawan juga pernah menjabat sebagai Tim Dokter Kepresidenan pada tahun 2009 dan pernah menjabat sebagai Kepala RSPAD tahun 2015.Di RSPAD Gatot Subroto, Dokter Terawan Agus Putranto punya banyak pasien cuci otak dari berbagai kalangan. Lewat inovasinya Digital Substraction Angiogram (DSA), banyak pasien stroke atau penyakit gangguan saraf sembuh diterapi Dokter Terawan Agus Putranto. Termasuk dari kalangan pejabat, seperti Jusuf Kalla hingga Aburizal Bakrie yang pernah diterapi dengan metode DSA.

Tahun 1990, Dokter Terawan Agus Putranto lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Lalu dia mendalami bidang Radiologi, mendalami studi spesialis di Universitas Airlangga. untuk menunjang pelayanan dan menambah keilmuannya, Dokter Terawan Agus Putranto menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar dan lulus pada 2013. Di sela menimba ilmu di dunia medis Dokter Terawan Agus Putranto juga.

Sejak tahun 2015, Dokter Terawan Agus Putranto menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Ilmunya di dunia medis pun mumpuni, sampai dia juga ditunjuk sebagai dokter kepresidenan. Ketika Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura, Dokter Terawan Agus pun ikut turun tangan.

Setelah tak lagi jadi menteri, Terawan mengembangkan Vaksin Nusantara. Vaksin Nusantara disebut aman bagi orang-orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Penggunaan sel dendritik sebenarnya bukan hal baru di bidang kedokteran.

</content:encoded></item></channel></rss>
