<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepulauan Solomon Benarkan Gelar Negosiasi Keamanan dengan China</title><description>Negosiasi keamanan ini telah menimbulkan keprihatinan dari negara-negara di kawasan, terutama Australia dan Selandia Baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china"/><item><title>Kepulauan Solomon Benarkan Gelar Negosiasi Keamanan dengan China</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china-d8kawTAvGe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon Jeremiah Manele berbincang dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, China, 21 September 2019. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/18/2569608/kepulauan-solomon-benarkan-gelar-negosiasi-keamanan-dengan-china-d8kawTAvGe.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon Jeremiah Manele berbincang dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing, China, 21 September 2019. (Foto: Reuters)</title></images><description>SYDNEY - Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan reaksi terhadap negosiasi keamanan negaranya dengan China &quot;sangat menghina&quot;. Ini merupakan komentar pertama Sogavare tentang usulan perjanjian keamanan dengan Beijing.
Pada Selasa (29/3/2022) Sogavare mengatakan kepada parlemen bahwa dokumen keamanan yang bocor dengan China adalah rancangan dan dia tidak akan memberikan rincian tentang isi dari kesepakatan yang diusulkan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Diam-Diam Negosiasi Kesepakatan Keamanan Rahasia di Pasifik Selatan
&quot;Kami tidak ditekan dengan cara apa pun oleh teman-teman baru kami dan tidak ada niat apa pun untuk meminta China membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon,&quot; katanya.
Dia menambahkan, Kepulauan Solomon sebelumnya telah meminta Australia untuk membangun pangkalan angkatan laut dan ditolak, karena Australia mengatakan tidak pantas mengingat program pertahanannya dengan Papua Nugini.
&quot;Kami tidak berniat, Ketua Dewan, untuk terlibat dalam perebutan kekuasaan geopolitik,&quot; katanya, seraya menambahkan bahwa negara kepulauan Pasifik itu tidak akan &quot;berpihak&quot;.
Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan tentang potensi pakta keamanan antara pulau Pasifik itu dan China yang dapat mengarah ke pangkalan militer.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Massa Jarah Toko dan Bakar Gedung Parlemen, Kepulauan Solomon Berlakukan Lockdown 36 Jam
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinta Ardern mengatakan pada Senin (28/3/2022) bahwa kemungkinan pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan China itu memiliki &quot;potensi militerisasi kawasan&quot;.
Sogavare mengatakan dia telah bertukar pesan teks dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang masalah ini dan juga telah menulis surat kepadanya pada Selasa pagi.</description><content:encoded>SYDNEY - Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan reaksi terhadap negosiasi keamanan negaranya dengan China &quot;sangat menghina&quot;. Ini merupakan komentar pertama Sogavare tentang usulan perjanjian keamanan dengan Beijing.
Pada Selasa (29/3/2022) Sogavare mengatakan kepada parlemen bahwa dokumen keamanan yang bocor dengan China adalah rancangan dan dia tidak akan memberikan rincian tentang isi dari kesepakatan yang diusulkan.
BACA JUGA:&amp;nbsp;China Diam-Diam Negosiasi Kesepakatan Keamanan Rahasia di Pasifik Selatan
&quot;Kami tidak ditekan dengan cara apa pun oleh teman-teman baru kami dan tidak ada niat apa pun untuk meminta China membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon,&quot; katanya.
Dia menambahkan, Kepulauan Solomon sebelumnya telah meminta Australia untuk membangun pangkalan angkatan laut dan ditolak, karena Australia mengatakan tidak pantas mengingat program pertahanannya dengan Papua Nugini.
&quot;Kami tidak berniat, Ketua Dewan, untuk terlibat dalam perebutan kekuasaan geopolitik,&quot; katanya, seraya menambahkan bahwa negara kepulauan Pasifik itu tidak akan &quot;berpihak&quot;.
Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinan tentang potensi pakta keamanan antara pulau Pasifik itu dan China yang dapat mengarah ke pangkalan militer.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Massa Jarah Toko dan Bakar Gedung Parlemen, Kepulauan Solomon Berlakukan Lockdown 36 Jam
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinta Ardern mengatakan pada Senin (28/3/2022) bahwa kemungkinan pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan China itu memiliki &quot;potensi militerisasi kawasan&quot;.
Sogavare mengatakan dia telah bertukar pesan teks dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang masalah ini dan juga telah menulis surat kepadanya pada Selasa pagi.</content:encoded></item></channel></rss>
