<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Video: Pohon Beringin Keramat Tumbang, Tunggu Ritual Adat Sebelum Dievakuasi</title><description>Evakuasi pohon keramat dan sakral tersebut pun harus menunggu ritual adat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-sebelum-dievakuasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-sebelum-dievakuasi"/><item><title>Video: Pohon Beringin Keramat Tumbang, Tunggu Ritual Adat Sebelum Dievakuasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-sebelum-dievakuasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-sebelum-dievakuasi</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Jufri Tonapa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-untuk-boleh-dievakuasi-mq8Z2Su4bl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pohon beringn keramat tumbang baru boleh dievakuasi setelah digelar ritual adat (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/340/2569738/video-pohon-beringin-keramat-tumbang-tunggu-ritual-adat-untuk-boleh-dievakuasi-mq8Z2Su4bl.jpg</image><title>Pohon beringn keramat tumbang baru boleh dievakuasi setelah digelar ritual adat (Foto : iNews)</title></images><description>TANA TORAJA - Pohon beringin besar yang dikeramatkan warga tumbang dan menutup badan jalan, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Evakuasi pohon keramat dan sakral tersebut pun harus menunggu ritual adat.
Lokasi tumbangnya pohon keramat itu di Kelurahan Tarongko, Kecamatan Makale, Tana Toraja. Pohon beringin yang tumbang melintang dan menghalangi Jalan Poros Kelurahan, sehingga kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa melintas.
Diketahui pohon besar tersebut dianggap keramat dan sakral. Warga sekitar mempercayai pohon beringin besar tersebut berpenghuni, juga sering digunakan untuk melakukan ritual kepercayaan animisme. Sehingga batang, dahan, dan rantingnya belum dipotong dan dievakuasi.
Warga sekitar belum mengizinkan para petugas untuk mengevakuasi pohon besat yang menutup badan jalanlantaran evakuasi dapat dilakukan setelah tokoh adat datang dan melaksanakan ritual adat bersama warga sekitar.
&quot;Kita tunggu tokoh adat datang untuk lakukan ritual,&quot; ujar salah satu warga Margareta.

BACA JUGA:Hujan Es Melanda Sleman, Pohon Bertumbangan dan Bangunan Rusak
Sementara itu, warga dan petugas menaruh kayu dan memasang rambu lalulintas di tengah Jalan Poros Tarongko untuk menghindari para pengendara yang akan melintas baik roda dua dan empat.
Hingga saat ini, poros jalan tersebut masih tertutup dan tidak dapat dilalui.</description><content:encoded>TANA TORAJA - Pohon beringin besar yang dikeramatkan warga tumbang dan menutup badan jalan, di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Evakuasi pohon keramat dan sakral tersebut pun harus menunggu ritual adat.
Lokasi tumbangnya pohon keramat itu di Kelurahan Tarongko, Kecamatan Makale, Tana Toraja. Pohon beringin yang tumbang melintang dan menghalangi Jalan Poros Kelurahan, sehingga kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa melintas.
Diketahui pohon besar tersebut dianggap keramat dan sakral. Warga sekitar mempercayai pohon beringin besar tersebut berpenghuni, juga sering digunakan untuk melakukan ritual kepercayaan animisme. Sehingga batang, dahan, dan rantingnya belum dipotong dan dievakuasi.
Warga sekitar belum mengizinkan para petugas untuk mengevakuasi pohon besat yang menutup badan jalanlantaran evakuasi dapat dilakukan setelah tokoh adat datang dan melaksanakan ritual adat bersama warga sekitar.
&quot;Kita tunggu tokoh adat datang untuk lakukan ritual,&quot; ujar salah satu warga Margareta.

BACA JUGA:Hujan Es Melanda Sleman, Pohon Bertumbangan dan Bangunan Rusak
Sementara itu, warga dan petugas menaruh kayu dan memasang rambu lalulintas di tengah Jalan Poros Tarongko untuk menghindari para pengendara yang akan melintas baik roda dua dan empat.
Hingga saat ini, poros jalan tersebut masih tertutup dan tidak dapat dilalui.</content:encoded></item></channel></rss>
