<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saifuddin Ibrahim Segera Jadi Buronan Internasional, Polri Siapkan Red Notice   </title><description>Penerbitan Red Notice itu lantaran Saifuddin Ibrahim diduga berada di Amerika Serikat (AS).</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice"/><item><title>Saifuddin Ibrahim Segera Jadi Buronan Internasional, Polri Siapkan Red Notice   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice-vta65Hb0VT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Ahmad Ramadhan. (Foto: Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/337/2570393/saifuddin-ibrahim-segera-jadi-buronan-internasional-polri-siapkan-red-notice-vta65Hb0VT.jpeg</image><title>Brigjen Ahmad Ramadhan. (Foto: Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Polri menyatakan akan menerbitkan Red Notice untuk tersangka kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA hingga penistaan agama, Saifuddin Ibrahim.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, penerbitan Red Notice itu lantaran Saifuddin Ibrahim diduga berada di Amerika Serikat (AS).&amp;nbsp;

&quot;Dengan ditetapkannya SI sebagai tersangka, tentu segala upaya dilakukan penyidik untuk mengungkap kasus ini,&quot; kata Ramadhan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Polri Ultimatum Saifuddin Ibrahim: Patuhi Hukum, Berani Berbuat Harus Bisa Tanggung Jawab
Kendati demikian, kata Ramadhan, saat ini Red Notice untuk nama Saifuddin Ibrahim masih dalam proses. Dengan kata lain, namanya belum resmi masuk menjadi buronan internasional.&amp;nbsp;

&quot;Cuma semua butuh proses kalau Red Notice sudah dikeluarkan kami sampaikan. Sementara masih berproses,&quot; ujar Ramadhan.&amp;nbsp;Diketahui, Saifuddin Ibrahim resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA hingga penistaan agama terkait permintaan dihapuskannya 300 ayat di Alquran.

Atas perbuatannya, Saifuddin Ibrahim disangka melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan/ atau Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Polri menyatakan akan menerbitkan Red Notice untuk tersangka kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA hingga penistaan agama, Saifuddin Ibrahim.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan, penerbitan Red Notice itu lantaran Saifuddin Ibrahim diduga berada di Amerika Serikat (AS).&amp;nbsp;

&quot;Dengan ditetapkannya SI sebagai tersangka, tentu segala upaya dilakukan penyidik untuk mengungkap kasus ini,&quot; kata Ramadhan kepada wartawan, Jakarta, Rabu (30/3/2022).
Baca juga:&amp;nbsp;Polri Ultimatum Saifuddin Ibrahim: Patuhi Hukum, Berani Berbuat Harus Bisa Tanggung Jawab
Kendati demikian, kata Ramadhan, saat ini Red Notice untuk nama Saifuddin Ibrahim masih dalam proses. Dengan kata lain, namanya belum resmi masuk menjadi buronan internasional.&amp;nbsp;

&quot;Cuma semua butuh proses kalau Red Notice sudah dikeluarkan kami sampaikan. Sementara masih berproses,&quot; ujar Ramadhan.&amp;nbsp;Diketahui, Saifuddin Ibrahim resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA hingga penistaan agama terkait permintaan dihapuskannya 300 ayat di Alquran.

Atas perbuatannya, Saifuddin Ibrahim disangka melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) dan/ atau Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
