<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahli Forensik: Handi Masih Hidup jika Tidak Dibuang Kolonel Priyanto ke Sungai   </title><description>Pasalnya, saat peristiwa tabrakan, Handi hanya mengalami luka di bagian tulang kepala.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai"/><item><title>Ahli Forensik: Handi Masih Hidup jika Tidak Dibuang Kolonel Priyanto ke Sungai   </title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai</guid><pubDate>Kamis 31 Maret 2022 17:21 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai-qkFZC0loCp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kolonel Priyanto Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/31/337/2571106/ahli-forensik-handi-masih-hidup-jika-tidak-dibuang-kolonel-priyanto-ke-sungai-qkFZC0loCp.jpg</image><title>Kolonel Priyanto Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Korban kecelakaan di Nagreg, Handi Saputra masih bisa hidup jika tidak dibuang Kolonel Priyanto ke sungai. Pasalnya, saat peristiwa tabrakan, Handi hanya mengalami luka di bagian tulang kepala.
&amp;nbsp;(Baca juga: Handi Dibuang Hidup-Hidup ke Sungai, Kolonel Priyanto: Kakinya Menekuk dan Tubuhnya Kaku!)
Hal itu diutarakan Dokter forensik Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (31/3/2022).
&amp;nbsp;(Baca juga: Penambang Pasir Temukan Salsa dan Handi Dalam Keadaan Busuk dan Mengenaskan)
&quot;(Kemungkinan hidup) besar ya. Karena dia retak linier saja,&quot; ujar Zaenuri saat sidang lanjutan kasus pembunuhan Kolonel Priyanto.

Dia mengibaratkan, seseorang yang mengalami pendarahan otak saja butuh waktu lama sebelum dinyatakan meninggal. Apalagi Handi yang hanya mengalami retak di tulang kepalanya.

&quot;Orang pendarahan di otak saja butuh waktu lama ya untuk proses meninggal, ini hanya patah linier saja. Jadi dia kalau saja cepat dibawa RS itu bisa tertolong,&quot; tuturnya.
Pasangan Handi Saputra dan Salsabila ditabrak di Nagreg, Jawa Barat pada 8 Desember 2021.
Namun, pelaku penabrakan, yaitu Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu Ahmad Soleh, justru tidak membawa dua korban ke rumah sakit, tetapi berusaha menyembunyikan keduanya. Akhirnya diputuskan untuk membuang tubuh mereka ke Sungai Serayu.



Warga kemudian menemukan jasad Salsabila di aliran Sungai Serayu Cilacap pada tanggal 11 Desember 2021. Pada hari yang sama jasad Handi ditemukan di aliran Sungai Serayu di Banyumas.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Korban kecelakaan di Nagreg, Handi Saputra masih bisa hidup jika tidak dibuang Kolonel Priyanto ke sungai. Pasalnya, saat peristiwa tabrakan, Handi hanya mengalami luka di bagian tulang kepala.
&amp;nbsp;(Baca juga: Handi Dibuang Hidup-Hidup ke Sungai, Kolonel Priyanto: Kakinya Menekuk dan Tubuhnya Kaku!)
Hal itu diutarakan Dokter forensik Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (31/3/2022).
&amp;nbsp;(Baca juga: Penambang Pasir Temukan Salsa dan Handi Dalam Keadaan Busuk dan Mengenaskan)
&quot;(Kemungkinan hidup) besar ya. Karena dia retak linier saja,&quot; ujar Zaenuri saat sidang lanjutan kasus pembunuhan Kolonel Priyanto.

Dia mengibaratkan, seseorang yang mengalami pendarahan otak saja butuh waktu lama sebelum dinyatakan meninggal. Apalagi Handi yang hanya mengalami retak di tulang kepalanya.

&quot;Orang pendarahan di otak saja butuh waktu lama ya untuk proses meninggal, ini hanya patah linier saja. Jadi dia kalau saja cepat dibawa RS itu bisa tertolong,&quot; tuturnya.
Pasangan Handi Saputra dan Salsabila ditabrak di Nagreg, Jawa Barat pada 8 Desember 2021.
Namun, pelaku penabrakan, yaitu Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu Ahmad Soleh, justru tidak membawa dua korban ke rumah sakit, tetapi berusaha menyembunyikan keduanya. Akhirnya diputuskan untuk membuang tubuh mereka ke Sungai Serayu.



Warga kemudian menemukan jasad Salsabila di aliran Sungai Serayu Cilacap pada tanggal 11 Desember 2021. Pada hari yang sama jasad Handi ditemukan di aliran Sungai Serayu di Banyumas.

</content:encoded></item></channel></rss>
