<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Imbau Perbanyak Sedekah saat Ramadan, Jangan Jadi Konsumtif</title><description>Wapres mengimbau masyarakat memperbanyak sedekah saat Ramadan, jangan menjadi konsumtif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif"/><item><title>Wapres Imbau Perbanyak Sedekah saat Ramadan, Jangan Jadi Konsumtif</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif</guid><pubDate>Kamis 31 Maret 2022 22:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif-BDdBqY8yP6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/31/337/2571266/wapres-imbau-perbanyak-sedekah-saat-ramadan-jangan-jadi-konsumtif-BDdBqY8yP6.jpeg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengajak masyarakat untuk memperbanyak sedekah saat bulan Ramadan. Dia meminta masyarakat tidak konsumtif, terutama saat berbuka puasa.

&amp;ldquo;Bulan puasa itu justru harus lebih prihatin, banyak orang yang puasa itu pengeluarannya lebih besar dibanding bulan yang lain. Karena ketika dia berbuka semua apa yang dia inginkan di siang hari itu dibeli semua, jadi merupakan balas dendam,&amp;rdquo; kata Wapres pada acara Syiar Islam Dan Tarhib Ramadhan 1443 H Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis (31/3/2022).

&amp;ldquo;Tapi sebaliknya, bukan karena kita itu memang medit atau kurang mau mengeluarkan hartanya, tapi justru kita mengurangi konsumsi tapi memperbanyak sedekahnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Secara lahiriyah, Wapres mengatakan puasa ini dilakukan melalui pengendalian diri seseorang di siang hari dari aktivitas makan, minum, hubungan seksual. Namun, secara hakiki puasa tidak hanya terbatas pada penekanan 3 hal itu, tapi juga meliputi pengekangan ego dari semua keinginan nafsu, sikap dan tindakan tercela atau kemaksiatan.

Puasa, katanya, juga mengandung hikmah tidak hanya yang berdimensi spiritual dan vertikal kepada Allah, tetapi juga sosial dan horizontal terutama penguatan akhlak, etika moral, dan watak atau karakter.

BACA JUGA:Panduan MUI soal Ibadah Ramadan, dari Tadarus, Tarawih hingga Tes Swab saat Puasa

&amp;ldquo;Bahkan orang yang puasa bahkan menjadi sarana latihan atau training yang efektif untuk penguatan akhlak dan karakter ini. Terutama untuk mewujudkan manusia yang bebas dari dosa dan perbuatan tercela yang dapat mengendalikan diri dan jujur sekaligus manusia memiliki solidaritas sosial yang tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.

Oleh karena itu, Wapres mengatakan solidaritas yang tinggi bisa diwujudkan dalam bentuk anjuran untuk memperbanyak sedekah.

&amp;ldquo;Solidaritas sosial yang tinggi tersebut diwujudkan dalam bentuk anjuran, memperbanyak sadaqoh, ini supaya bulan Ramadan ini kita jangan menjadi konsumtif,&amp;rdquo; ucapnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma&amp;rsquo;ruf Amin mengajak masyarakat untuk memperbanyak sedekah saat bulan Ramadan. Dia meminta masyarakat tidak konsumtif, terutama saat berbuka puasa.

&amp;ldquo;Bulan puasa itu justru harus lebih prihatin, banyak orang yang puasa itu pengeluarannya lebih besar dibanding bulan yang lain. Karena ketika dia berbuka semua apa yang dia inginkan di siang hari itu dibeli semua, jadi merupakan balas dendam,&amp;rdquo; kata Wapres pada acara Syiar Islam Dan Tarhib Ramadhan 1443 H Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis (31/3/2022).

&amp;ldquo;Tapi sebaliknya, bukan karena kita itu memang medit atau kurang mau mengeluarkan hartanya, tapi justru kita mengurangi konsumsi tapi memperbanyak sedekahnya,&amp;rdquo; ucapnya.

Secara lahiriyah, Wapres mengatakan puasa ini dilakukan melalui pengendalian diri seseorang di siang hari dari aktivitas makan, minum, hubungan seksual. Namun, secara hakiki puasa tidak hanya terbatas pada penekanan 3 hal itu, tapi juga meliputi pengekangan ego dari semua keinginan nafsu, sikap dan tindakan tercela atau kemaksiatan.

Puasa, katanya, juga mengandung hikmah tidak hanya yang berdimensi spiritual dan vertikal kepada Allah, tetapi juga sosial dan horizontal terutama penguatan akhlak, etika moral, dan watak atau karakter.

BACA JUGA:Panduan MUI soal Ibadah Ramadan, dari Tadarus, Tarawih hingga Tes Swab saat Puasa

&amp;ldquo;Bahkan orang yang puasa bahkan menjadi sarana latihan atau training yang efektif untuk penguatan akhlak dan karakter ini. Terutama untuk mewujudkan manusia yang bebas dari dosa dan perbuatan tercela yang dapat mengendalikan diri dan jujur sekaligus manusia memiliki solidaritas sosial yang tinggi,&amp;rdquo; tuturnya.

Oleh karena itu, Wapres mengatakan solidaritas yang tinggi bisa diwujudkan dalam bentuk anjuran untuk memperbanyak sedekah.

&amp;ldquo;Solidaritas sosial yang tinggi tersebut diwujudkan dalam bentuk anjuran, memperbanyak sadaqoh, ini supaya bulan Ramadan ini kita jangan menjadi konsumtif,&amp;rdquo; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
