<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur: Mau Tahu Alasan Saya Sekolah di Yogya? Biasa, Karena Tidak Naik Kelas!</title><description>Tak ada yang menyangka sosok Presiden ke-4 RI yang dikenal cerdas itu pernah mengalami hal tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/03/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/03/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas"/><item><title>Humor Gus Dur: Mau Tahu Alasan Saya Sekolah di Yogya? Biasa, Karena Tidak Naik Kelas!</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/03/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/03/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas</guid><pubDate>Minggu 03 April 2022 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas-kddaXV5EPD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/337/2572044/humor-gus-dur-mau-tahu-alasan-saya-sekolah-di-yogya-biasa-karena-tidak-naik-kelas-kddaXV5EPD.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Ist)</title></images><description>GUS DUR ternyata pernah tidak naik kelas. Tak ada yang menyangka sosok Presiden ke-4 RI yang dikenal cerdas itu pernah mengalami hal tersebut.
Pemilik nama asli Abdurrahman Wahid itu menceritakannya saat berkunjung ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Februari 2000 silam. Kala itu, Gus Dur mengenang masa lalu saat tinggal di Yogyakarta di rentang tahun 1954-1957.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketika Gus Dur Dagdigdug Disopiri Mbah Wahab saat Mudik
Saat itu, dia menimba ilmu di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri di Gowangan Yogyakarta. Lalu, dia menanyakan kenapa dirinya kerap pindah sekolah.
&quot;Mau tahu kenapa saya sekolah di Yogya, biasa karena tidak naik kelas,&amp;rdquo; kelakar Gus Dur yang membuat tawa jamaah Masjid Kauman kala itu, seperti dikutip Nu.or.id.&amp;nbsp;
Semasa di Yogyakarta, Gus Dur tinggal di rumah seorang bapak bernama Djunaedi. Dia juga bergaul dengan anak-anak muda setempat.
&quot;Saya dulu tinggal di rumah Pak Djunaedi, kalau panggilannya ya Pak Joned,&amp;rdquo; kata Gus Dur.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Penghuni Surga dan Neraka Mau Bikin Jembatan, Apa Terealisasi?
(Ari)</description><content:encoded>GUS DUR ternyata pernah tidak naik kelas. Tak ada yang menyangka sosok Presiden ke-4 RI yang dikenal cerdas itu pernah mengalami hal tersebut.
Pemilik nama asli Abdurrahman Wahid itu menceritakannya saat berkunjung ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Februari 2000 silam. Kala itu, Gus Dur mengenang masa lalu saat tinggal di Yogyakarta di rentang tahun 1954-1957.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketika Gus Dur Dagdigdug Disopiri Mbah Wahab saat Mudik
Saat itu, dia menimba ilmu di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Negeri di Gowangan Yogyakarta. Lalu, dia menanyakan kenapa dirinya kerap pindah sekolah.
&quot;Mau tahu kenapa saya sekolah di Yogya, biasa karena tidak naik kelas,&amp;rdquo; kelakar Gus Dur yang membuat tawa jamaah Masjid Kauman kala itu, seperti dikutip Nu.or.id.&amp;nbsp;
Semasa di Yogyakarta, Gus Dur tinggal di rumah seorang bapak bernama Djunaedi. Dia juga bergaul dengan anak-anak muda setempat.
&quot;Saya dulu tinggal di rumah Pak Djunaedi, kalau panggilannya ya Pak Joned,&amp;rdquo; kata Gus Dur.
Baca Juga:&amp;nbsp;Humor Gus Dur: Ketika Penghuni Surga dan Neraka Mau Bikin Jembatan, Apa Terealisasi?
(Ari)</content:encoded></item></channel></rss>
