<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ukraina: 410 Mayat Ditemukan di Dekat Kyiv, Saksi Mata Trauma</title><description>Kementerian kesehatan diminta menyediakan sebanyak mungkin ahli forensik ke rumah sakit lapangan di wilayah Kyiv.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma"/><item><title>Ukraina: 410 Mayat Ditemukan di Dekat Kyiv, Saksi Mata Trauma</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma</guid><pubDate>Senin 04 April 2022 06:41 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma-VCfI9kyyMK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/04/18/2572645/ukraina-410-mayat-ditemukan-di-dekat-kyiv-saksi-mata-trauma-VCfI9kyyMK.jpg</image><title>Perang Rusia-Ukraina (Foto: Reuters)</title></images><description>MUKHACHEVO -  Jaksa Agung Ukraina pada Minggu (3/4) mengatakan Ukraina telah menemukan 410 mayat di kota-kota dekat Kyiv sebagai bagian dari penyelidikan kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia dan beberapa saksi sangat trauma dengan cobaan berat yang mereka alami sehingga mereka tidak dapat berbicara.

Jaksa Agung Iryna Venedyktova mengatakan jaksa Ukraina hanya dapat memasuki kota Bucha, Irpin dan Hostomel untuk pertama kalinya pada Minggu (3/4) dan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengetahui tingkat kejahatan.

&quot;Kami perlu bekerja dengan para saksi,&quot; terangnya.
&quot;Orang-orang saat ini sangat tertekan sehingga mereka secara fisik tidak dapat berbicara,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Bantah Bunuh Warga Sipil di Bucha Ukraina 
Dia mengatakan 140 mayat telah diperiksa sejauh ini tetapi dia akan meminta kementerian kesehatan untuk menyediakan sebanyak mungkin ahli forensik ke rumah sakit lapangan di wilayah Kyiv.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mayat Menumpuk di Bucha, Dunia Internasional Kecam Pembantaian di Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ratusan orang tewas, disiksa, warga sipil dieksekusi, mayat banyak ditemukan di jalan-jalan dan daerah tambang.
Zelensky mengatakan jelas bahwa Barat akan memberlakukan serangkaian sanksi baru terhadap Rusia, tetapi dia mengatakan itu tidak cukup.
Menteri Dalam Negeri Denys Monastyrskiy mengatakan jelas bahwa ratusan warga sipil telah tewas, tetapi dia tidak ingin mengatakan secara pasti berapa banyak, karena upaya masih dilakukan untuk membersihkan ranjau di daerah itu.



&quot;Warga setempat banyak yang dianggap hilang. Kami tidak bisa memberikan angka pasti, tapi ada banyak orang,&quot; katanya.



Diketahui, setelah Rusia menarik diri dari beberapa daerah di sekitar Kyiv, Wali Kota di Bucha, sebuah kota yang dibebaskan 37 km barat laut ibukota, mengatakan bahwa 300 penduduk telah dibunuh oleh pasukan Rusia saat pejuang Chechnya menguasai daerah itu.



Sementara itu, Rusia telah membantah tuduhan bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha. Moskow mengatakan tidak ada penduduk yang menderita akibat kekerasan dari pasukan Rusia dan menuduh Kyiv melakukan apa yang dianggapnya sebagai provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.

</description><content:encoded>MUKHACHEVO -  Jaksa Agung Ukraina pada Minggu (3/4) mengatakan Ukraina telah menemukan 410 mayat di kota-kota dekat Kyiv sebagai bagian dari penyelidikan kemungkinan kejahatan perang oleh Rusia dan beberapa saksi sangat trauma dengan cobaan berat yang mereka alami sehingga mereka tidak dapat berbicara.

Jaksa Agung Iryna Venedyktova mengatakan jaksa Ukraina hanya dapat memasuki kota Bucha, Irpin dan Hostomel untuk pertama kalinya pada Minggu (3/4) dan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengetahui tingkat kejahatan.

&quot;Kami perlu bekerja dengan para saksi,&quot; terangnya.
&quot;Orang-orang saat ini sangat tertekan sehingga mereka secara fisik tidak dapat berbicara,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Rusia Bantah Bunuh Warga Sipil di Bucha Ukraina 
Dia mengatakan 140 mayat telah diperiksa sejauh ini tetapi dia akan meminta kementerian kesehatan untuk menyediakan sebanyak mungkin ahli forensik ke rumah sakit lapangan di wilayah Kyiv.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Mayat Menumpuk di Bucha, Dunia Internasional Kecam Pembantaian di Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan ratusan orang tewas, disiksa, warga sipil dieksekusi, mayat banyak ditemukan di jalan-jalan dan daerah tambang.
Zelensky mengatakan jelas bahwa Barat akan memberlakukan serangkaian sanksi baru terhadap Rusia, tetapi dia mengatakan itu tidak cukup.
Menteri Dalam Negeri Denys Monastyrskiy mengatakan jelas bahwa ratusan warga sipil telah tewas, tetapi dia tidak ingin mengatakan secara pasti berapa banyak, karena upaya masih dilakukan untuk membersihkan ranjau di daerah itu.



&quot;Warga setempat banyak yang dianggap hilang. Kami tidak bisa memberikan angka pasti, tapi ada banyak orang,&quot; katanya.



Diketahui, setelah Rusia menarik diri dari beberapa daerah di sekitar Kyiv, Wali Kota di Bucha, sebuah kota yang dibebaskan 37 km barat laut ibukota, mengatakan bahwa 300 penduduk telah dibunuh oleh pasukan Rusia saat pejuang Chechnya menguasai daerah itu.



Sementara itu, Rusia telah membantah tuduhan bahwa pasukannya membunuh warga sipil di Bucha. Moskow mengatakan tidak ada penduduk yang menderita akibat kekerasan dari pasukan Rusia dan menuduh Kyiv melakukan apa yang dianggapnya sebagai provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.

</content:encoded></item></channel></rss>
