<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mampu Mendarat di Air, Helikopter TNI AU Karya Anak Bangsa Ini Tak Kalah dengan Apache</title><description>Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 telah tersertifikasi Sea State 6.</description><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache"/><item><title>Mampu Mendarat di Air, Helikopter TNI AU Karya Anak Bangsa Ini Tak Kalah dengan Apache</title><link>https://news.okezone.com/read/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache</guid><pubDate>Senin 04 April 2022 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache-kB9a6QWt5a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Dudung Abdurachman naik Apache/ dok TNI AD</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/04/337/2573159/mampu-mendarat-di-air-helikopter-tni-au-karya-anak-bangsa-ini-tak-kalah-dengan-apache-kB9a6QWt5a.jpg</image><title>Jenderal Dudung Abdurachman naik Apache/ dok TNI AD</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali diperkuat dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru. Setelah sebelumnya membeli 6 jet tempur multi-peran asal Prancis, Dassault Rafale. TNI AU memiliki helikopter full combat SAR mission EC-725 buatan PT. Dirgantara Indonesia (PT DI).
(Baca juga: Jenderal Dudung Ungkap Pengalaman Terbangkan Helikopter Canggih Apache)
Helikopter tempur terbaru karya anak bangsa ini juga tidak kalah canggihnya dengan helikopter jenis AH-64E Apache milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).
Mengutip lama resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Senin (4/4/2022)&amp;nbsp; Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 dapat digunakan untuk berbagai macam misi, seperti troops transport, search and rescue serta dapat digunakan untuk bertempur karena dilengkapi dengan persenjataan lengkap.
(Baca juga: Kisah Pesawat Tempur Perang Dunia II Warisan Dai Nippon Pengawal Kemerdekaan RI)
Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 telah tersertifikasi Sea State 6, dan memiliki pelampung di bagian bawah untuk kondisi emergency yang mengharuskan mendarat di laut atau perairan. Pelampung ini dapat berkembang secara otomatis pada kondisi emergency dengan kecepatan pesawat terbang 150 knot.Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 ini dilengkapi dengan Light Spectrolab SX16 FP dan Hoist, untuk mencari dan mengevakuasi korban, serta dilengkapi Forward Looking Infrared Camera (FLIR) untuk mendukung operasional pada segala medan dan kondisi.

Helikopter canggih ini memiliki kabin luas dan fleksibel yang dapat mengangkut maksimum 29 personel atau beban maksimum hingga 11 ton, memiliki visibilitas yang sangat baik untuk melihat ke bawah dan ke samping.



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali diperkuat dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbaru. Setelah sebelumnya membeli 6 jet tempur multi-peran asal Prancis, Dassault Rafale. TNI AU memiliki helikopter full combat SAR mission EC-725 buatan PT. Dirgantara Indonesia (PT DI).
(Baca juga: Jenderal Dudung Ungkap Pengalaman Terbangkan Helikopter Canggih Apache)
Helikopter tempur terbaru karya anak bangsa ini juga tidak kalah canggihnya dengan helikopter jenis AH-64E Apache milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad).
Mengutip lama resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Senin (4/4/2022)&amp;nbsp; Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 dapat digunakan untuk berbagai macam misi, seperti troops transport, search and rescue serta dapat digunakan untuk bertempur karena dilengkapi dengan persenjataan lengkap.
(Baca juga: Kisah Pesawat Tempur Perang Dunia II Warisan Dai Nippon Pengawal Kemerdekaan RI)
Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 telah tersertifikasi Sea State 6, dan memiliki pelampung di bagian bawah untuk kondisi emergency yang mengharuskan mendarat di laut atau perairan. Pelampung ini dapat berkembang secara otomatis pada kondisi emergency dengan kecepatan pesawat terbang 150 knot.Helikopter Full Combat SAR Mission EC725 ini dilengkapi dengan Light Spectrolab SX16 FP dan Hoist, untuk mencari dan mengevakuasi korban, serta dilengkapi Forward Looking Infrared Camera (FLIR) untuk mendukung operasional pada segala medan dan kondisi.

Helikopter canggih ini memiliki kabin luas dan fleksibel yang dapat mengangkut maksimum 29 personel atau beban maksimum hingga 11 ton, memiliki visibilitas yang sangat baik untuk melihat ke bawah dan ke samping.



</content:encoded></item></channel></rss>
